Usaha Knalpot Ini Dikeluhkan Warga, UPTD Puskesmas Mrebet Lakukan Pembinaan

Jumat, 25 Mei 2018, dilakukan pembinaan usaha knalpot oleh UPTD Puskesmas Mrebet beserta lintas sektor yaitu Bapak Camat Mrebet, Polsek dan Koramil Mrebet di Desa Selaganggeng Rt 05 Rw 01 di Usaha Knalpot Bapak Suwandi dan Pak Nono.

Jumat, 25 Mei 2018, dilakukan pembinaan usaha knalpot oleh UPTD Puskesmas Mrebet beserta lintas sektor yaitu Bapak Camat Mrebet, Polsek dan Koramil Mrebet di Desa Selaganggeng Rt 05 Rw 01 di Usaha Knalpot Bapak Suwandi dan Pak Nono.

Pembinaan ini dilakukan karena adanya aduan dari pihak SMP N 1 Mrebet yang mengeluh dengan kebisingan dan bau tidak sedap dari usaha knalpot yang letaknya ada di sebelah sekolah.

BACA JUGA:  Wahana Safety Park Siap Berdiri di Balikpapan

Pembinaan pertama yang dilakukan adalah mengunjungi usaha knalpot bapak suwandi dengan melakukan wawancara terlebih dahulu kemudian dilanjutkan inspeksi.

Bapak Suwandi, 69 tahun memulai usaha di Dusun Pesayangan Purbalingga Lor sejak tahun 1969. Awalnya beliau memulai usaha dengan memproduksi gong, wajan dan panci kemudian berkembang menjadi knalpot. Bapak Suwandi pindah ke Desa Selaganggeng Mrebet mulai tahun 2010 sampai dengan sekarang dengan jumlah karyawan 5 orang.

Selama ini tidak ada gangguan kesehatan baik dari Pak Suwandi maupun karyawannya, hanya pak Suwandi mengalami gangguan pendengaran. Setelah dilakukan inspeksi hasilnya karyawan tidak menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) seperti sarung tangan, ear muff /ear plug. Bapak Camat berpesan kepada Pak Suwandi untuk selalu menggunakan APD dan selalu menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan.

BACA JUGA:  Perusahaan Perkebunan Harus Tingkatkan K3

Pembinaan yang kedua dilakukan di Usaha Knalpot Pak Nono yang letaknya berada di sebelah SMP N 1 Mrebet. Pak Nono memulai usaha knalpot di Desa Selaganggeng sudah 3 tahun dengan jumlah karyawan 3 orang. Usaha knalpot Pak Nono adalah membentuk knalpot dari drum bekas, dalam proses pembuatan ini menimbulkan kebisingan dan karena bahan bakunya dari drum bekas pestisida, menthol, sehingga kadang menimbulkan bau yang tidak sedap.

Berkaitan dengan keluhan SMP N 1 Mrebet yaitu kebisingan dan bau yang tidak sedap, Pak Nono menanggapi bahwa drum bekas yang pesan adalah pimpinannya yang di Dusun Pesayangan, Kecamatan Purbalingga Lor. Pak Nono tidak mengetahui jika drum bekasnya adalah drum bekas pestisida yang baunya sangat menyengat. Perihal kebisingan memang proses pembuatan knalpot menimbulkan kebisingan.

BACA JUGA:  80 Persen Perusahaan Salatiga Sudah Terapkan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Kebisingan dan bau tidak sedap dari proses pembuatan knalpot yang menyebabkan warga SMP N 1 Mrebet mengeluh karena tidak adanya penerapan Higiene Perusahaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Hiperkes dan Keselamatan Kerja) karena jika diterapkan dapat menekan terjadinya kebocoran proses, sehingga polusi yang ditimbulkan baik di tempat kerja maupun lingkungan masyarakat dalam kondisi yang sangat wajar, dikarenakan setiap kebocoran proses yang dapat mencemari lingkungan dapat terdeteksi seawal mungkin.

Pesan Camat Mrebet dan Wakapolsek bahan kimia jangan dibuang sembarangan dan jangan menggunakan drum bekas pestisida yang menimbulkan bau yang tidak sedap, menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan serta proses pekerjaan yang menimbulkan suara yang bising jangan dikerjakan waktu jam sekolah.

Sharing is caring!

(Visited 86 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *