Warga Mengeluh, Sudah 7 Bulan Tidak Ada Petugas Kesehatan di Pustu Kampung Long Suluy

Warga Mengeluh, Sudah 7 Bulan Tidak Ada Petugas Kesehatan di Pustu Kampung Long Suluy

Sudah tujuh bulan petugas kesehatan di Puskesmas Pembantu (pustu) Kampung Long Suluy, Kecamatan Kelay, diduga mangkir dari tugasnya. Mangkirnya petugas kesehatan di kampung pedalaman tersebut, juga diduga tanpa sepengetahuan pimpinan Puskesmas Kelay sebagai puskesmas induk, sebab Dinas Kesehatan (Diskes) Berau hingga kini belum pernah menerima laporan dari puskesmas induk.

“Itu harusnya yang tahu pimpinan puskesmas induknya di Kelay. Dari sana juga belum ada laporan, termasuk dari masyarakat dan pemerintah kecamatannya,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Diskes Berau Abdul Djabar Kareem kepada Berau Post, Kamis (2/3).

Menurut pria yang akrab disapa Dokter Jaka ini, bisa saja petugas kesehatan di kampung tersebut telah pindah tugas ke puskesmas lain. Sebab saat ini, sudah ada dua puskesmas pembantu baru di Kampung Long Boy dan Merapun yang bertetangga dengan Kampung Long Suluy.

“Saya takutnya yang bersangkutan sudah pindah antara di Long Boy atau Merapun. Dari Puskesmas Induknya juga belum ada lapor. Bisa ditanyakan dulu ke Pimpinan Puskesmas Induknya,” ujar Jaka.

Sebelumnya, Kepala Kampung Long Suluy Daud Jiu, mengeluhkan tenaga kesehatan yang ada di kampungnya. Dirinya menyebut, sudah tujuh bulan petugas kesehatan di puskesmas yang bertugas di kampungnya tidak pernah terlihat. Padahal di Long Suluy, petugas kesehatan sudah diberikan tempat tinggal untuk melayani masyarakat.

“Petugas kesehatan di tempat kami itu datang seperti pencuri, perginya seperti maling. Sama-sama tidak ketahuan keberadaannya,” ujarnya kesal.

Daud berharap hal seperti itu bisa menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa terpenuhi. Jika dalam waktu dekat tidak ada perhatian dari instansi terkait, dirinya mengancam akan menguasai rumah dinas dan puskesmas di kampungnya, untuk dijadikan permukiman masyarakat.

“Karena petugas kesehatannya tidak ada, terpaksa masyarakat kami harus ke kampung lain atau langsung ke Tanjung (Redeb) untuk berobat. Kalau memang tidak ada respons, akan saya berikan aja ke masyarakat puskesmas itu untuk dijadikan tempat tinggal,” ancamnya.

SUMBER

Yuk Share Postingan Ini:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Topik Populer


Akreditasi Puskesmas BPJS Kesehatan Dana Desa DBD Dinkes Kab Enrekang Dinkes Kab Indramayu FKM UI FKM Unand FKM Undip FKM Unhas Germas Gizi Buruk Hipertensi Imunisasi Imunisasi MR Kemenkes Kemenkes RI Kesehatan Lingkungan Kesehatan Masyarakat Kesehatan Remaja Kesehatan Reproduksi Mahasiswa Kesmas Nusantara Sehat PBL Pencerah Nusantara Pengabdian Masyarakat Penyakit Tidak Menular Penyuluhan Kesehatan PHBS Posyandu Posyandu Remaja Prodi Kesehatan Masyarakat Prodi Kesmas Promkes Promosi Kesehatan Puskesmas Puskesmas Krangkeng Seminar Kesehatan Seminar Nasional STBM STIKes Kuningan Stunting TBC Tenaga Kesehatan Tuberkulosis