Rabies atau yang sering dikenal dengan penyakit anjing gila adalah infeksi pada sistem saraf pusat (otak) oleh virus rabies yang berasal dari saliva hewan seperti anjing, kucing dan kera yang menular melalui gigitan hewan atau mengenai luka terbuka.
Gejala yang dapat terjadi pada penderita rabies adalah sebagai berikut:
1. Demam
2. Badan lemas
3. Mengalami sakit kepala hebat
4. Sakit tenggorokan
5. Penurunan nafsu makan
6. Insomnia
7. Kesemutan atau mengalami rasa panas di lokasi gigitan
8. Air liur berlebihan (hipersalivasi), takut air (hydrophobia), takut cahaya (photophobia)
9. Kondisi memburuk (kram otot), sesak napas, dan halusinasi.

WHO menemukan bahwa 30 persen dampak rabies adalah kelumpuhan. Kasus kematian akibat rabies didominasi oleh masyarakat yang tidak melakukan pertolongan pertama pada saat mendapatkan gigitan oleh hewan penular rabies atau tidak segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat sesaat setelah terkena gigitan.
Hewan yang dapat menularkan rabies adalah anjing, kucing kera, rubah, dan musang. Dilansir dari situs ayosehat.kemkes.go.id di Indonesia, hewan yang paling sering menularkan rabies pada manusia adalah anjing (98%) dan sisanya oleh kucing dan kera (2%).

Ciri-ciri rabies pada anjing dengan tipe ganas adalah sebagai berikut:
- Suara menjadi parau
- Tidak menurut perintah majikan
- Menggigit dan menyerang apa saja yang bergerak/dijumpai
- Lari tanpa tujuan
- Lupa pulang
- Berkelahi tak mau kalah
- Ekor berada diantara dua paha
- Kejang-kejang yang disusul kelumpuhan
- Biasanya mati dalam 4-7 hari setelah gejala pertama muncul

Sementara itu, ciri-ciri rabies pada anjing dengan tipe tenang adalah sebagai berikut:
- Bersembunyi di tempat gelap dan sejuk
- Tidak mampu menelan
- Mulut terbuka
- Air liur berlebihan
- Kejang-kejang berlangsung singkat bahkan sering tidak terlihat
- Kelumpuhan
- Kematian terjadi dalam waktu singkat
Berikut ini merupakan cara penanganan luka gigitan hewan penularan rabies pada manusia (Post-exposure Treatment/ PET):
- Cuci luka gigitan secepatnya dengan sabun/deterjen pada air mengalir selama 15 menit lalu diberi antiseptik seperti obat merah dan sejenisnya.
- Segera pergi ke Rabies Center (Puskesmas atau Rumah Sakit) untuk dilakukan kembali pencucian luka dan mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) sesuai indikasi.
- Berikan Serum Anti Rabies (SAR) seusai indikasi penanganan luka gigitan sesegera mungkin setelah terpapar hewan rabies agar efektif dapat mencegah timbulnya gejala dan kematian.
Jika terjadi kasus gigitan hewan penular rabies, sedapat mungkin hewan penular rabies tersebut ditangkap dan diserahkan atau dilaporkan kepada petugas kesehatan hewan di dinas yang membidangi kesehatan hewan setempat untuk diobservasi selama 14 hari.

Cara untuk mencegah penularan rabies dari hewan adalah sebagai berikut:
- Ikat dan atau kandangkan hewan penular rabies
- Jika hewan penular rabies dibawa keluar rumah maka perlu dilengkapi pengaman mulut (diberongsong)
- Vaksinasi hewan penular rabies secara berkala
- Jika manusia terlanjur tergigit, lakukan cuci luka dengan sabun atau deterjen menggunakan air mengalir selama 15 menit sesegera mungkin oleh penderita atau keluarga lalu segera ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapat tatalaksana penanganan kasus gigitan hewan penular rabies sesuai prosedur
- Untuk kelompok risiko tinggi tertular rabies seperti petugas laboratorium yang berhubungan dengan virus rabies, vaksinator, dokter atau perawat yang merawat pasien rabies, dokter hewan, dan setiap orang yang mempunyai potensi kontak langsung dengan hewan penular rabies dapat diberikan imunisasi/kekebalan terhadap virus rabies (Pre-exposure Immunization)
Referensi:
- https://upk.kemkes.go.id/new/kenali-gejala-rabies
- https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-penyakit-rabies
- https://indonesiabaik.id/infografis/kenali-virus-rabies-yang-menyerang-manusia
Artikel edukasi ini dipersembahkan oleh :
Puskesmas Parungponteng
Direview oleh :
Ai Nurkarmila,A.Md.Kes
Programer Promkes Parungponteng
Puskesmas Parungponteng
Jl. Raya Parungponteng 01/01 Desa/Kec. Parungponteng Kab. Tasikmalaya
Whatsapp: 085797135695
Instagram: @pkmparpon
Facebook: Puskesmas Parungponteng



