WOW, Wisudawan Terbaik Magister FKM Unair Ini Lulus Dengan IPK Nyaris Sempurna
Ana Islamiyah Syamila, wanita asal Lumajang ini menjadi wisudawan terbaik jenjang Magister Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair dengan meraih IPK 3,95.

Berkomitmen untuk menjalani perkuliahan dengan fokus, mengantarkan Ana Islamiyah Syamila menjadi wisudawan terbaik jenjang Magister Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga. Wanita asal Lumajang itu berhasil meraih IPK 3,95.

Ana merasa bangga dan tidak menyangka bahwa dirinya bisa menjadi wisudawan terbaik. Capaian ini menjadi persembahan yang dapat diberikan kepada orang tua.

BACA JUGA:  Epidemiology Manuscript And Book: Insight to Tips & Trick

“Perasaan saya tentunya senang, paling tidak lulus tepat waktu ditambah nilai plus menjadi wisudawan tebaik. Tetapi, sepertinya sedikit menjadi beban, karena ke depannya harus baik pula,” tutur Ana seperti disitat dari laman Unair, Sabtu (18/3/2017).

Selama proses perkuliahan, tentu tidak selalu berjalan mulus seperti di jalan tol, ada tantangan yang harus dihadapinya. Menempuh studi magister K-3 mendapat tugas yang tidak sedikit, ditambah dengan tesis yang berat. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menyiapkan mental dan fisik agar kondisi kesehatan tidak menurun.

“Hal terpenting bagi mahasiswa adalah selesaikan apa yang menjadi tanggungjawab dan jangan menunda,” pesan Ana yang juga penggemar novel ini.

BACA JUGA:  Banyuwangi Public Health UNAIR dan BEM FKM UNEJ Bagi Pengalaman Organisasi

Bagi Ana, membagi waktu secara proporsional adalah prinsip yang ditekuninya. Tak heran ia pun bisa menyelesaikan kuliah selama empat semester di program studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3).

Seperti saat mengerjakan tugas kuliah, ia selalu bersungguh-sungguh. Baginya tidak ada prinsip mengerjakan tugas yang penting selesai. Hal itu harus dibuang jauh-jauh.

Dalam tesisnya, Ana meneliti tentang penyelam kompresor di kawasan Papuma, Jember, dari aspek kesehatan dan keselamatan kerja (K-3). Para pekerja informal tersebut menggunakan peralatan penyelaman yang tidak sesuai standar yakni kompresor ban modifikasi. Ana berpendapat, pekerjaan-pekerjaan semacam itu harus disentuh standar K-3 agar para pekerja memahami terkait standar dan prosedur yang benar.

BACA JUGA:  4 Universitas dengan Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Terbaik di Indonesia

Sumber news.okezone.com

Sharing is caring!

(Visited 477 times, 1 visits today)