Wujudkan ODF, Puskesmas Kalitami Lakukan Pemicuan Pilar 1 STBM

Keseruan Pemicuan STBM Pilar 1, bertemunya esensi dengan sensasi Puskesmas Kalitami, tampak di Kampung Kenara, Distrik Kamundan Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat.

Dalam kegiatan pemicuan STBM Pilar 1 kali ini, ikut hadir Walik Nabi, Amd., Kep selaku Kepala Puskesmas Kalitami Distrik Kamundan. Dalam sambutan atau arahannya bahwa di 2019 Puskesmas Kalitami telah sukses mendeklarasikan sekolah sehat di SD Negeri Kalitami, maka kami di tahun 2020 ini target bulan April, lima kampung wilayah kerja Puskesmas Kalitami akan kami deklarasikan STBM Pilar 1 yaitu “Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)”.

Ini memang bukan hal yang mudah mengingat 5 kampung distrik kamundan adalah daerah pasang surut, apa lagi sebagian masyarakat Kamundan menggunakan air dari kali untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci pakaian, dan mencuci alat-alat dapur. Namun tidak menutup kemungkinan kita akan sukses bersama bila ada kemauan dan kesadaran bersama.

Dalam waku dekat ini kami pihak puskemas akan kembali melakukan pemicuan di tiga kampung, selain Kampung Maroro yang telah dulu kami lakukan pemicuan dan Kampung Kenara yang hari ini kami lakukan Pemicuan.

Dalam kegiatan Pemicuan STBM hadir juga Bapak Lagojo Bauw selaku Kepala Kampung dan Bapak Udin Braweri selaku Sekretaris Kampung Kenara. Sebagai pemerintah kampung beliau menyampaikan ke seluruh warganya bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk diri kita sendiri, keluarga dan Kampung Kenara, sebab kesehatan bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan atau pemerintah namun ini juga tanggung jawab kita sendiri.

Sekertaris Kampung Kenara dengan tegas menyampaikan bahwa kami sangat mendukung upaya dan target Puskesmas Kalitami bulan April tahun 2020 ini.

Dari beberapa rumah tangga yang belum memilki WC atau jamban sehat, saya menghimbau untuk segera membuat jamban sehingga tidak menjadi penyebab penyakit akibat buang tinja sembarangan. Sekali lagi Kampung Kenara wajib semua rumah tangga untuk memiliki WC atau jamban di rumah masing-masing.

Targetkan ODF, Puskesmas Kalitami lakukan pemicuan STBM

Disampaikan oleh Deni Nur Khotimah, SKM selaku pelaksana program kesehatan lingkungan Puskemas Kalitami Distrik Kamundan, STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi masyarakat dengan metode pemicuan dari perilaku buruk buang tinja sembarangan menjadi perilaku hidup sehat atau buang tinja di jamban sehat.

STBM digunakan oleh Kementerian Kesehatan dalam upaya memicu masyarakat untuk ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui 5 pilar :

  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan/ Stop BABS,
  2. Cuci Tangan Pakai Sabun/ CTPS,
  3. Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga/ PAM-RT,
  4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga,
  5. Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga.

Dari aspek komunikasi, metode pemicuan STBM pilar 1 ini dilakukan dengan menyentuh langsung emosi dengan metode memicu masyarakat berupa rasa malu, rasa jijik, rasa takut pada penyakit yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan akibat dari buang tinja sembarangan, dan rasa takut berdosa serta lainnya.

Sensasi yang dimunculkan sebagai contoh adalah dengan bertanya langsung ke masayarakat yang hadir untuk menjawab pertanyaan petugas kesehatan bagi yang tidak memiliki jamban dirumah selama ini buang tinja dimana, dan untuk melihat reaksi dari peserta yang hadir kami tawarkan atau meminta masyarakat untuk meminum air mineral yang telah tercemar tinja, misalnya.

Atau dengan mengajak peserta melihat tempat-tempat buang air besar sembarangan, dengan tujuan agar yang buang air besar di sana merasa malu sendiri dan kemudian membangun sarana buang air besar yang layak untuk digunakan.

Esensinya adalah agar masyarakat terhindar dari penyakit akibat perilaku higiene dan sanitasi buruk. Dengan pemahaman esensi yang baik, kesehatan lingkungan puskemas kalitami dapat mengembangkan perangkat-perangkat pemicuan berdasarkan situasi dan kearifan tradisi lokal setempat.

Diakhir kegiatan kami meminta kesedian masyarakat untuk mau berubah dari perilaku buruk yaitu buang tinja di sembarangan tempat menjadi perilaku baik dengan buang tinja di jamban sehat.

Dari beberapa kepala rumah tangga yang hadir, ada 6 kepala keluarga yang besedia menandatangi kesepakatan untuk membuat jamban di rumah sebulum bulan April 2020. Kesepakatan atau komitmen ini ditandatangani oleh Kepala Puskesmas Kalitami, Kepala Kampung Kenara, dan Pelaksana Progaram Kesehatan Lingkungan Puskesmas Kalitami untuk diketahui dan disaksikan oleh semua peserta. Kesepakatan ini akan dipajang di Balai atau Kantor Kampung Kenara Distrik Kamundan.

Sharing is caring!

(Visited 140 times, 1 visits today)