5 Mahasiswi FKM Unand Lakukan Evaluasi SPM Ibu Bersalin dan Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota

Pada bulan Oktober hingga Desember lalu, mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat melakukan kegiatan bernama Proyek Kemanusiaan yang merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini memberikan kesempatan mahasiswa untuk memperoleh wawasan di luar pembelajaran kampus. Dalam rangka menyukseskan kegiatan ini, Fakultas Kesehatan Masyarakat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota dalam melakukan evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan memberikan pelayanan seminimal-minimalnya yang wajib didapatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Terdapat 12 indikator SPM yang menjadi urusan wajib pemerintah daerah, salah satunya adalah pelayanan kesehatan ibu bersalin.

Melalui kegiatan ini, kelompok 2 MBKM yang beranggotakan Annisa Devina, Annisa Fadila Gusman, Arshila Khairunnisa, Astrid Putri Alda Utami, dan Auni Filzah Afera dengan dosen pembimbing, yakni Ibu Ch. Tuty Ernawati, SKM., M.Kes, melakukan wawancara mendalam kepada beberapa kepala bidang Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota untuk mendapatkan informasi yang bisa membantu mereka dalam melakukan evaluasi terhadap capaian SPM ibu bersalin di Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2022. Wawancara dilakukan selama tiga hari dengan memberikan beragam pertanyaan yang berfokus kepada sumber daya manusia, sarana prasarana, dan anggaran.

Selain mengunjungi dinas kesehatan, kelompok 2 MBKM juga menyambangi Puskesmas Dangung-Dangung dan Puskesmas Padang Kandis untuk melakukan wawancara dengan pemegang program KIA (kesehatan ibu dan anak). Tujuan dilakukannya wawancara di dua puskesmas ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan ketercapaian pelayanan ibu bersalin yang ada di Puskesmas Dangung-Dangung dan Puskesmas Padang Kandis.

Berdasarkan hasil wawancara, kelompok 2 menyimpulkan bahwa semua sasaran sudah memperoleh pelayanan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi penentuan sasaran yang terlalu tinggi mengakibatkan tidak mungkinnya mencapai sasaran 100%. Selama ini, penentuan sasaran berpedoman pada sasaran proyeksi dengan melakukan perkiraan jumlah orang yang akan menerima pelayanan kesehatan berdasarkan data demografi. Namun, kondisi di lapangan tidak selalu sesuai dengan proyeksi sehingga akan terdapat perbedaan dengan jumlah sasaran yang sebenarnya.

Oleh karena itu, dalam pembuatan rekomendasi kebijakan (policy brief) sebagai keluaran (output) dari kegiatan ini, kelompok 2 memberikan usulan agar perhitungan sasaran berdasarkan data yang ada di lapangan. Kesimpulan lain yang diperoleh berkaitan dengan pengalokasian anggaran yang untuk tahun berikutnya dapat berfokus kepada peningkatan kapasitas petugas. Petugas kesehatan merupakan sumber daya manusia yang berperan penting dalam memberikan pelayanan yang aman dan nyaman kepada masyarakat. Oleh karena itu, petugas harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan, mampu mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, dan komitmen yang kuat untuk memberikan pelayanan.

Selain melakukan evaluasi SPM ibu bersalin, kelompok 2 juga melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di salah satu posyandu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Dangung-Dangung, yakni Posyandu Kubang Tungkek. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu/13 Desember 2023 pukul 2 sore dengan topik kegiatan yakni pemberian edukasi pentingnya melakukan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini dihadiri oleh bidan desa, ibu hamil, dan kader kesehatan. Pada saat itu hujan deras yang turun membuat kegiatan terlambat selama hampir satu jam, tetapi ibu-ibu hamil dan kader tetap hadir setelah hujan mereda. Semangat yang terpancar dari ibu-ibu hamil dan kader dalam mengikuti kegiatan yang dirancang oleh kelompok 2 meski sempat turun hujan, membuat kelompok 2 ikut turut merasakan sikap positif tersebut.

Kegiatan dimulai dengan pengisian pre-test sebanyak 10 soal dengan tujuan mengetahui pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan edukasi kesehatan. Setelahnya, perwakilan kelompok 2, yaitu Astrid Putri Alda Utami, memberikan edukasi kepada para ibu hamil dan kader kesehatan selama kurang lebih 15 menit dengan memanfaatkan media poster dan leaflet. Kegiatan ini juga dibumbui dengan ice breaking untuk mencairkan suasana dan membangkitkan semangat ibu-ibu hamil dan kader kesehatan. Setelah pemberian edukasi selesai dilakukan, ibu-ibu hamil beserta kader kesehatan kembali mengisi lembar post-test. Kegiatan ditutup dengan pembagian buku saku kader, pemberian suvenir, dan sesi foto bersama.

Yuk Share Postingan Ini:
Amrullah Jabar
Amrullah Jabar

Editor Kesmas-ID

Articles: 142

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *