Kesmas.id bersama Dinas Kesehatan Tasikmalaya adakan pelatihan kepenulisan digital secara daring pada hari Sabtu (6/7/2024) dalam rangka mendukung strategi Transformasi Kesehatan. Saya dan 49 peserta lainnya kemudian dibimbing untuk lebih mengenal kepenulisan digital terkait kesehatan selama 3 bulan kedepan, melalui rangkaian program magang daring.
Tenaga Kesehatan Wajib Melek Kepenulisan Digital
Hal tersebut merupakan wujud realisasi strategi Transformasi Teknologi Kesehatan, yang bermaksud untuk menumbuhkan digitalisasi pada bidang kesehatan di Indonesia. Pilar tersebut merupakan bagian dari 6 pilar strategi Transformasi Kesehatan. Tentu saja pilar tersebut tidak akan terwujud tanpa peran penting dari para tenaga kesehatan untuk digitalisasi.
Penguasaan skill kepenulisan digital bagi tenaga kesehatan sangatlah penting di tengah gempuran misinformasi, untuk menyajikan tulisan yang valid. Para tenaga kesehatan bisa menggunakan skill ini untuk mengedukasi terkait isu-isu kesehatan sebagai bentuk preventif juga promotif.
Pelatihan Kepenulisan Kesmas.id
Meski tujuan pelatihan Kesmas.id untuk menyiapkan tenaga kesehatan akan skill kepenulisannya, namun ternyata banyak peserta tanpa latar belakang di bidang kesehatan, termasuk saya sendiri. Pada kegiatan pelatihan sekaligus magang ini, peserta dibimbing langsung oleh Rakmatniwa, SKM. atau Kang Niwa, yaitu praktisi sekaligus founder dari Kesmas.id.
Kang Niwa juga memberi trik agar tulisan jadi lebih dilirik
Pertama, kenali pembaca, meski edukasi kesehatan menyasar pada masyarakat secara keseluruhan, namun perlu diperhatikan pada channel apa kita gunakan dan siapa saja yang menggunakan channel tersebut. Hal tersebut juga mempengaruhi gaya bahasa yang digunakan dalam membuat tulisan.
Kedua, buat judul menarik, yang mengandung keyword dari tulisan kita. Jangan lupa judul haruslah efektif, atraktif, dan melibatkan emosi pembaca.
Ketiga, ide tulisan. Jadikan tulisan kita sebagai sumber solusi dari problem pembaca. Sehingga sebelum membuat tulisan, pastikan untuk melakukan riset terkait problem yang ada di masyarakat.
Keempat, gambar ilustrasi, Kang Niwa menyampaikan bahwa penting untuk memperhatikan ukuran gambar, komposisi gambar, kombinasi warna atau pencahayaan, fokus yang tajam, serta jangan lupa untuk menarik emosi pembaca.
Kelima, optimasi SEO (Search Engine Optimization), dengan cara memastikan keyword tersemat pada judul, gambar, juga pada kalimat pertama pada paragraf pertama. Jangan lupa lakukan internal dan eksternal link!
Meski saya bukan bagian dari tenaga kesehatan, namun saya berharap, setelah mengikuti pelatihan serta magang tiga bulan kedepan, saya dapat dengan konsisten berpartisipasi dalam membuat tulisan-tulisan yang berkualitas dan bermanfaat, termasuk menyajikan informasi kesehatan dengan berkolaborasi bersama ahli kesehatan.
Sumber: Kementerian Kesehatan Indonesia




Mantap ka semangat berkarya nya 👍
Wah terima kasih banyak kak✨✨
sangat bermanfaat🤩
Terima kasih banyaak kak Siti🌝