GenZmespro: Program Edukasi Kesehatan Reproduksi yang Cetak Kader Remaja

Puskesmas Bojonggambir menyelenggarakan program “GenZmespro (Gen Z Melek Kesehatan Reproduksi)” dalam rangka meningkatkan partisipasi aktif remaja dalam program edukasi kesehatan reproduksi. Program ini merupakan inisiatif dari mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2025, yaitu Doni Juliana, Sasi Kirana dan Yuni Aries.

Program GenZmespro menyasar siswa SMA/SMK/MA. Para remaja yang dipilih sebagai peer educator berasal dari Anggota Saka Bakti Husada dan PIK-R di sekolah masing-masing, berdasarkan rekomendasi guru pembina UKS. Mereka yang bersedia kemudian mendapatkan pembekalan materi langsung dari tim Puskesmas agar siap menjadi pendidik sebaya.

Menurut Doni Juliana, SKM selaku pemangku program, program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para remaja tentang kesehatan reproduksi melalui edukasi dan konseling. Hal ini menjadi penting di tengah maraknya penggunaan media sosial yang kerap memicu perilaku negatif pada remaja, seperti penyalahgunaan NAPZA, seks bebas, bullying, kehamilan pranikah, dan  kurangnya pengetahuan mengenai kebersihan organ reproduksi. Di banyak komunitas, topik kesehatan reproduksi masih dianggap tabu.

GenZmespro diharapkan dapat memberdayakan remaja menjadi peer educator yang dapat membantu pendidikan oleh remaja untuk remaja. Remaja yang berperan sebagai tutor diberikan pelatihan dahulu untuk memberikan konseling atau informasi kesehatan reproduksi pada sesama remaja (teman sebaya). Metode pendidikan sebaya merupakan salah satu metode yang tepat dalam memberikan infomasi dan edukasi kepada teman remaja yang sebaya dengannya. Hal tersebut sesuai dengan perkembangan psikologi remaja, dimana remaja akan lebih dekat atau akrab dan lebih terbuka dengan teman sebayanya. “GenZmespro diharapkan dapat menjadi wadah strategis untuk menyiapkan kader kesehatan muda yang mampu mendorong penerapan pola hidup sehat di masyarakat, khususnya mendukung kesehatan reproduksi remaja,” ujar Sasi Kirana, S.Gz.

Beragam kegiatan yang akan dilakukan oleh anggota GenZmaspro adalah memberikan informasi terkait organ-organ reproduksi, memberikan semangat kepada sebaya untuk meningkatkan kepercayaan diri, dan dapat menjadi role model dalam menyikapi isu-isu remaja terkini. Program ini menggunakan metode edukasi berupa permainan. “Metode permainan dipilih agar suasana tidak kaku dan menarik perhatian sasaran terutama saat edukasi,” ujar Yuni Aries, S.KM.

Doni berharap kedepannya program ini bisa ditiru di Puskesmas lain. Ia menilai bahwa keberlanjutan dan replikasi program semacam ini sangat penting untuk memperluas jangkauan pemberdayaan remaja, khususnya dalam isu kesehatan reproduksi yang masih membutuhkan perhatian lebih.


Penulis:
Doni Juliana, S.KM
Tenaga Promkes Puskesmas Bojonggambir

Yuk Share Postingan Ini:
Dianissafitrah Hidayati
Dianissafitrah Hidayati

Editor in Kesmas-ID | Health Content Strategist

Articles: 47

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *