MBKM Gizi: Upaya Preventif Mahasiswa dalam Penurunan Kasus Stunting Balita di Lambung Bukit

MBKM Gizi: Upaya Preventif Mahasiswa dalam Penurunan Kasus Stunting Balita di Lambung Bukit

Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah Pengabdian kepada Masyarakat. Mahasiswa Gizi Unand mewujudkan hal tersebut melalui rangkaian kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berfokus pada peningkatan pengetahuan ibu hamil dan ibu balita terkait gizi balita di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

Kelompok 6 MBKM Jurusan Gizi melakukan serangkaian kegiatan edukasi dan pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya ibu hamil dan ibu balita mengenai pentingnya pemenuhan gizi pada anak balita. Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah edukasi dan pelatihan pembuatan MP-ASI berbahan lokal menggunakan tepung cangkang udang.

“Ibu hamil dan ibu balita dipilih sebagai kelompok sasaran karena nantinya mereka yang akan mempersiapkan MP-ASI untuk anaknya. Jadi, ini bisa menjadi bekal bagi para ibu dalam meningkatkan gizi balita,” ujar Intan Aprilia, Ketua Kelompok 6 MBKM Gizi Unand.

Lebih lanjut, Intan menambahkan bahwa Kelurahan Lambung Bukit dipilih menjadi lokasi MBKM dikarenakan tingginya kasus stunting pada balita. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Puskesmas Pauh, tercatat 23 anak mengalami stunting. Hal ini menjadikan Kelurahan Lambung Bukit sebagai kelurahan dengan angka stunting terbanyak ketiga di Kecamatan Pauh.

Kegiatan edukasi dan pelatihan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2025, di Posyandu Melati II, Kelurahan Lambung Bukit. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa kader serta 10 orang ibu hamil dan ibu balita.

Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 6 MBKM Gizi dan dilanjutkan dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi.

Materi edukasi disampaikan oleh mahasiswa dengan pendekatan yang interaktif, meliputi penjelasan mengenai kebutuhan gizi balita, konsep dasar MP-ASI, serta pemanfaatan bahan pangan lokal—khususnya cangkang udang—dalam pembuatan MP-ASI.

“Pemilihan cangkang udang sebagai bahan baku didasarkan pada fakta bahwa limbah ini sering dibuang begitu saja, padahal memiliki potensi kandungan mineral, terutama kalsium, yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas gizi makanan pendamping ASI,” ujar Intan saat menyampaikan materi edukasi.

Melalui kegiatan ini, ibu diberi pengetahuan mengenai cara pengolahan cangkang udang hingga menjadi tepung yang aman dikonsumsi, serta bagaimana mengaplikasikannya dalam resep MP-ASI yang sederhana dan mudah diterapkan di rumah.

Kegiatan ini semakin lengkap dengan adanya demonstrasi memasak MP-ASI berbahan tepung cangkang udang yang dilakukan langsung di hadapan para ibu. Demonstrasi tersebut memberikan gambaran praktis mengenai cara pengolahan dan penerapan resep, sehingga peserta tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga dapat melihat proses dan hasil akhirnya secara langsung.

Salah satu peserta, Nada, menyampaikan kesan positif terhadap kegiatan ini. “Saya sangat senang dengan kegiatan ini. Penjelasannya mudah dipahami, dan saya baru tahu kalau cangkang udang ternyata bisa diolah jadi bahan makanan bergizi. Kegiatan ini benar-benar menambah wawasan saya, dan saya jadi tertarik untuk mencoba membuat MP-ASI dari bahan tersebut di rumah,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan edukasi dan pelatihan yang telah dilaksanakan, Kelompok 6 MBKM Jurusan Gizi berhasil memberikan pemahaman baru kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi balita serta pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif sumber gizi. Dengan kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu dapat lebih percaya diri dan termotivasi untuk mencoba mengolah MP-ASI bergizi dari bahan lokal, sehingga upaya preventif mahasiswa dalam penurunan Kasus stunting balita di Lambung Bukit dapat terus berlanjut.

Penulis

Salsa Nadita – Mahasiswa Gizi Unand

Yuk Share Postingan Ini:
UKPM Pena FKM Univ. Andalas
UKPM Pena FKM Univ. Andalas

Unit Kegiatan Pers Mahasiswa
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universita Andalas

Articles: 34

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *