Perilaku hidup bersih dan sehat adalah perilaku yang harus ditanamkan sejak dini dan diterapkan sehari-hari. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah penyakit. Terdapat 10 pilar perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), salah satunya adalah tidak merokok di dalam rumah.
Masalah merokok saat ini semakin mengkhawatirkan, terutama di kalangan remaja. Padahal, rokok mengandung ribuan zat kimia berbahaya yang dapat merusak organ tubuh, terutama paru-paru. Asap rokok tidak hanya membahayakan perokok aktif, tetapi juga orang-orang di sekitarnya yang terpapar asap rokok pasif. Itulah mengapa perlu adanya pendidikan, pengawasan, dan kontribusi dari masing-masing pihak untuk mencegah dan mengurangi jumlah perokok aktif.

Menyadari pentingnya tindakan pencegahan, Pondok Pesantren Bina Insan Mandiri bekerja sama dengan Puskesmas Bantarkalong menggelar kegiatan pembinaan PHBS dan Skrining Perilaku Merokok. Kegiatan ini telah terlaksana pada 10 Oktober 2024, dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB dengan dihadiri santriwan dan santriwati pondok pesantren tersebut. Narasumber, RD. Mela Karliana Dewi, S.K.M., menyampaikan materi yang sangat menarik dan mudah dipahami oleh para santri. Beliau menyampaikan pada materinya mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang wajib diterapkan setiap harinya guna memutus rantai penularan dan perkembangbiakan bibit penyakit. Selain pembinaan PHBS, kegiatan ini juga dilengkapi dengan skrining perilaku merokok. Kegiatan skrining ini bertujuan untuk mengidentifikasi santri yang memiliki kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok. Selain itu, PHBS juga memiliki pilar kesehatan lainnya di antaranya, penggunaan air bersih, penggunaan jamban sehat, dan perilaku membuang sampah pada tempatnya.
Kegiatan pembinaan PHBS dan skrining merokok di Pondok Pesantren Bina Insan Mandiri diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lainnya. Dengan menanamkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat sejak dini, generasi muda Indonesia diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas dan bebas dari bahaya rokok. Keengganan remaja untuk menjadi perokok dan patuh menerapkan PHBS bisa ditularkan kepada teman lainnya agar mereka ikut menerapkan sikap tersebut, selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan menjadi pelopor pembaruan bidang kesehatan.
Puskesmas Bantarkalong
Jalan Pamejahan, No. 40, Karangnunggal, Simpang, Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46187

