Kami dari Kelompok 1, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan PBL di Desa Padang Panjang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Anggota kami ada 7 orang yaitu Alpiannor, Aulia Rizky Maulida, Aulia Ulfa, Annisa Aulia Nafarin, Cindana Amalia Paramitha, Gt Mitha Zainoriyanti dan Ninda Maulina
Kegiatan intervensi kami yaitu “Peningkatan kepatuhan kosumsi Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri melalui pembentukan kader Ceria (Cegah Remaja Anemia)”.
Kami menyebutnya PBL, atau Pengalaman Belajar Lapangan, dimana PBL ini dilaksanakan 3 tahapan. PBL Pertama, terdiri dari beberapa tahapan lagi, yaitu Diagnosa Komunitas, Musyawarah Masyarakat Desa I dan II dan FGD, yang telah kami laksanakan pada tanggal 2 Juli s.d 3 Agustus 2018 lalu.
Untuk proses komunitas sendiri deteksi awal masalah dimana kami merencanakan survei secara rinci, lalu melakukan persiapan seperti kuesioner yang terdiri dari bagaimana keadaan di rumah tangga dan bagaimana keadaan kesehatan atau pun pencegahan kesehatan di desa tersebut.
Pada Musyawarah Masyarakat Desa I kami sudah mendapatkan permasalahan yang ada di desa tersebut, dan masyarakat bermufakat untuk masalah mana yang mau dipecahkan. Karena banyak remaja putri disana bayak yang tidak mengkonsumsi tablet tambah darah dengan berbagai alasan, akhirnya kami membentuk suatu kader Ceria (Cegah Remaja Anemia), dimana kader akan memantau apakah remaja putri disana meminum tablet tambah darah.
Untuk PBL Kedua, dilaksanakan pada tanggal 9 Januari s.d 3 Februari 2019, disini kami melakukan intervensi di desa tersebut, dari mengadakan Penyuluhan Anemia dan Pentingnya Gizi, Pemeriksaan HB, hingga pembagian Tablet Tambah Darah. Penyuluhan dilaksanakan di Gedung Serba Guna Desa Padang Panjang.

Untuk PBL Ketiga, kemungkinan akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 dimana kami melakukan evaluasi terhadap program yang kami lakukan di desa tersebut.
Untuk peserta sendiri merupakan seluruh remaja putri disana yaitu sebanyak 45 orang, dimana kami awalnya melakukan penyuluhan kepada remaja putri dan terpilihlah kader, nah nantinya kader disebut akan membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri yang lain yang ada di desa sana.
Untuk materi penyuluhan, kami dibantu oleh Bidan Desa disana yaitu Ibu Nor Fatimah dengan memberikan materi tentang Menstruasi pada Remaja Putri dan dari anggota kami Aulia Ulfa menyampaikan materi tentang Anemia dan Gizi Remaja.
Selain di Gedung Serba Guna, penyuluhan juga kami lakukan di berbagai tempat, seperti arisan, madrasah yang ada di desa tersebut.
Dalam kegiatan kami ini, kami selalu memonitoring bagaimana kegiatan ini berlangsung dan evaluasi jangka panjang apakah kegiatan ini berhasil atau gagal, dari Februari s.d Agustus 2019, kami pantau terus kegiatan disana setiap bulannya.
Harapan dari Kepala Desa, Bapak Rusmianyah, kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Desa Padang Panjang khususnya remaja putri, dan akhirnya akan ditiru oleh beberapa desa yang lain dan nantinya akan dilaksanakan lagi kegiatan seperti ini baik dari mahasiswa kesehatan atau pun mahasiswa yang lain.
Harapan dari kami, langkah ini dapat mengurangi kejadian anemia khususnya remaja putri di desa tersebut dengan mengkonsumsi tablet tambah darah secara rutin sekali seminggu satu tablet dan mengkonsumsi asupan makanan yang mengandung zat besi, karena dampak jangka panjang sangat banyak apabila seorang remaja putri menderita anemia sejak awal. Serta kader yang telah terbentuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab dan semua kader yang telah ada dapat menjadi posyandu remaja di tersebut.



