Peran Ahli K3 Dalam Penerapan Behavior Based Safety Untuk Mewujudkan Safety Culture

Salam Safety! Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) STIKes Kuningan telah melaksanakan seminar profesi dengan tema “Peran Ahli K3 Dalam Penerapan Behavior Based Safety (BBS) Untuk Mewujudkan Safety Culture” yang dihadiri oleh 303 peserta baik dari kalangan mahasiswa, masyarakat umum maupun tenaga kesehatan yang berasal dari berbagai instansi dan daerah di Indonesia. Kegiatan Seminar Profesi ini merupakan rangkaian dari Diesnatalis STIKes Kuningan yang ke-15. Kegiatan seminar profesi ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 November 2021.

Diawali kegiatan dibuka oleh Master of Ceremony (MC) yaitu Retno Yopia Haeryawati dan Sri Dwi Agustin, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al – Qur’an, penayangan video safety induction, menyanyikan lagu Indonesia raya dan yang terakhir Mars STIKes Kuningan.

Acara seminar ini dilakanakan kurang lebih 5 jam yang dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Rangkaian acara dimulai dengan laporan Ketua Pelaksana, Sambutan Kaprodi S1 Kesehatan Masyarakat STIKes Kuningan yaitu Ibu Fitri Kurnia Rahim SKM.,MPHM, sambutan sekaligus membuka acara oleh Ketua STIKes Kuningan yaitu Bapak H.Abdal Rohim,SKp.,MPHM dan selanjutnya yaitu Keynote Speaker oleh Drs.Agus Sadeli,M.Pd. selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan dengan sub tema “Upaya Pemerintahan dalam Meningkatkan K3 di Tempat Kerja”.

Seminar Profesi K3 STIKes Kuningan tahun 2021 menghadirkan satu pemateri yaitu Mr.Ahmad Muslih Bambang Sugiharto,Amd.,S.T.,M.KKK. selaku Operation Field Superintendent EXXONMOBILE CEPU Ltd Bojonegoro dengan Sub Tema “Pencegahan Insiden dan Penerapan Keselamatan Berbasis Perilaku”. Kemudian menghadirkan Best Practice Mh.Khadafi Mufti, S.Pd, M.Si selaku Ketua UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan dengan Sub Tema “Gambaran Implementation Based Safety pada Lingkungan dan Pekerja di UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan”.

Penerapan Behavior Based Safety Untuk Mewujudkan Safety Culture

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan jumlah kecelakaan kerja di Indonesia saat ini relative masih tinggi, pada tahun 2018 sebanyak 157.313 kasus, tahun 2019 tercatat 114.235 kasus kecelakaan kerja. Sedangkan pada tahun 2020, periode Januari hingga Oktober, BPJS mencatat 117.161 kasus kecelakaan kerja.

Berbagai penelitian yang dilakukan ole pakar-pakar K3 diberbagai industry menunjukan betapa pentingnya perilaku selamat untuk menurunkan tingkat kecelakaan dan meningkatkan produktivitas kerja. Sejak tahun 1990 program Behavior Based Safety (BBS) telah banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan besar untuk menekan kecelakaan kerja dan meningkatkan produktifitas.

Menurut Teori Heinrich dalam Health and Safety Protection (2011) menyatakan bahwa 80% penyebab kecelakaan kerja disebabkan oleh unsafe action, 18% disebabkan oleh unsafe condition dan 2% disebabkan oleh factor lain. Teori ini mempertegas bahwa focus pada perilaku keselamatan pekerja dalam mengendalikan tingkat kecelakaan adalah sangat penting dalam mempertahankan “Zero Accident”.

Berdasarkan acuan bahwa unsafe behavior merupakan penyumbang terbesar dalam terjadinya kecelakaan kerja, maka untuk mengurangi kecelakaan kerja dan untuk mningkatkan safety performance hanya bisa dicapai dengan usaha memfokuskan pada pengurangan unsafe behavior, dan menerapkan Behavior Based Safety (BBS) ditempat kerja, yang bila diterapkan oleh seluruh pekerja maka akan tercipta safety culture ditempat kerja.

Dari hasil pemaparan keynote speech Drs.Agus Sadeli, M.Pd menyampaikan bahwa Pemerintah harus melakukan upaya untuk menekan angka kecelakaan kerja. Hal tersebut dengan melakukan sosialisasi dan mengajak perusahaan-perusahaan agar menerapkan norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Untuk mendukung hal tersebut para pengusaha dan pekerja harus mengerti, memahami dan menerapkan standar norma keselamatan dan kesehatan kerja ditempat kerja agar mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Pemaparan pemateri Mr.Ahmad Muslih Bambang Sugiharto,Amd.,S.T.,M.KKK. menyampaikan bahwa Perilaku manusia sangat berkontribusi dalam performa K3 ditempat kerja, karena itu program untuk meningkatkan keselamatan berbasis perilaku (Behaviour Based Safety) yang efektif harus diterapkan sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan performa K3 ditempat kerja.

Pemaparan Best Practice Mh.Khadafi Mufti, S.pd, M.si menyampaikan bahwa upaya peencegahan kecelakaan secara proaktif yang berfokus pada At Risk Behavior atau semua resiko dan perilaku bahaya yang berpeluang menyebabkan terjadinya kecelakaan salah satunya kurang disiplin. Kurang teliti, dan kurang perhatian, maka dari itu tugas pokok dan fungsi damkar adalah pencegahan, pengendalian, pemadaman, penyelamatan dan penanganan bahan berbahaya atau beracun keabakaran dalam kota.

Dengan adanya kegiatan Seminar Profesi dengan tema “Peran Ahli K3 Dalam Penerapan Behavior Based Safety (BBS) Untuk Mewujudkan Safety Culture” diharapkan dapat memberi pemahaman dan manfaat kepada masyarakat.

“Pengetahuan dan kompetensi tanpa praktik akhirnya akan membusuk dan memudar” motivasi dari narasumber Mr. Ahmad Muslih Bambang Sugiharto. Amd., S.T.,M.KKK.

Salam sehat!! Salam Kesmas!!

Penulis :
Malda Nur Aulia
Mahasiswa STIKes Kuningan

Yuk Share Postingan Ini:
Kesmas.ID
Kesmas.ID
Articles: 673

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *