Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi di kalangan remaja, terutama remaja putri. Kondisi ini bisa menyebabkan tubuh terasa lemas, mudah lelah, sulit konsentrasi, bahkan berdampak pada prestasi belajar dan kesehatan mental. Sayangnya, banyak yang belum menyadari bahwa anemia bisa dicegah sejak dini dengan kebiasaan hidup sehat dan edukasi yang tepat.
Penyebab utama anemia pada remaja meliputi:
- Kurangnya asupan zat besi. Zat besi sangat dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin dalam sel darah merah. Sayangnya, banyak remaja yang tidak mendapatkan cukup zat besi dari makanan mereka sehari-hari. Padahal, kekurangan zat besi ini adalah penyebab paling umum dari anemia.
- Gaya hidup yang kurang sehat seperti melewatkan sarapan, padahal sarapan penting untuk suplai energi dan zat gizi, terlalu sering makan makanan instan atau cepat saji yang rendah zat besi, jarang makan sayur, buah, dan sumber protein berkualitas seperti daging, ikan, atau telur.
- Menstruasi yang tidak teratur. Remaja putri yang mengalami menstruasi dengan perdarahan yang banyak berisiko lebih tinggi mengalami anemia, karena tubuh kehilangan lebih banyak darah daripada yang bisa digantikan secara alami.
Untuk mencegah anemia, remaja dianjurkan menerapkan pola makan sehat yang mencakup:
- Makanan tinggi zat besi, seperti daging merah, hati ayam, bayam, dan kacang-kacangan.
- Buah-buahan yang kaya vitamin C, seperti jeruk dan jambu biji, karena vitamin C membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.
Selain itu, konsumsi tablet tambah darah secara rutin juga sangat dianjurkan. Tablet ini membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian, terutama bagi remaja putri. Masalahnya, masih banyak yang enggan minum karena takut efek samping atau tidak paham manfaatnya. Untuk itu, edukasi harus dikemas dengan cara menarik dan mudah dipahami, bisa melalui games, video interaktif, atau kegiatan kelompok seperti Aksi Bergizi di sekolah.
Selain tenaga medis, orang tua, guru, dan lingkungan sekolah berperan penting dalam menciptakan kebiasaan sehat dan memberikan pemahaman yang benar sejak dini. Dengan pengetahuan dan kepedulian bersama, kita bisa membentuk generasi remaja yang sehat, aktif, dan produktif.
Referensi
1. Fitriani, S., & Hamsinah. (2023). Faktor faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Remaja. Jurnal Gizi Kesehatan Publik, 2(1), 12–17.
2. Lestari, R. A., & Dewi, M. (2023). Pengetahuan dan Perilaku Remaja dalam Pencegahan Anemia di Pesantren. Jurnal Administrasi dan Bisnis, 5(2), 44–51.
3. Ramadhan, F. R., & Susanti, E. (2024). Anemia dan Pola Hidup Remaja: Literature Review. Jurnal Kesehatan Terapan, 8(1), 23–30.
4. Pratiwi, I., & Handayani, N. (2023). Edukasi Anemia melalui Media Interaktif pada Siswa Sekolah Menengah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sehat, 6(1), 88–93.
5. Wulandari, A. T., & Ardiansyah, R. (2024). Hubungan Pola Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Keperawatan Nusantara, 4(1), 101–107.
Artikel ini sudah direview oleh:
Ai Nurkamila, A.md. Kes.
Tenaga Promkes Puskesmas Parungponteng
Puskesmas Parungponteng
Jl. Raya Parungponteng, Parungponteng, Tasikmalaya, Jawa Barat, 46185 Telp: 087804821391



