Upgrade Kemampuan! 25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu

KesmasID – Kader Posyandu sudah semestinya faham betul mengenai 25 kompetensi dasar kader posyandu. Hal ini dikarenakan posyandu sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat, terutama di pedesaan. Kader kesehatan yang terampil dan kompeten tentu sangat dibutuhkan agar pelayanan kesehatan dasar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, dari bayi hingga lansia.

25 Kompetensi Dasar Kader Posyandu

Tujuan dibuatnya 25 kompetensi dasar kader posyandu salah satu yaitu untuk meningkatkan kualitas layanan Posyandu. Dari 25 keterampilan dibagi menjadi 5 jenis yaitu 1) keterampilan pengelolaan posyandu, 2) keterampilan layanan bayi dan balita, 3) keterampilan layanan ibu hamil dan menyusui, 4) keterampilan layanan usia sekolah dan remaja, 5) keterampilan layanan dewasa dan lansia. Berikut 25 kompetensi dasar tersebut:

1. Keterampilan Pengelolaan Posyandu

Kompetensi dasar kader posyandu yang pertama berkaitan dengan pengelolaan Posyandu. Di dalamnya termasuk manajemen Posyandu, seperti mengatur kegiatan secara sistematis, pencatatan data, dan koordinasi dengan petugas kesehatan. Secara mendasar ada lima dari kompetensi dalam pengelolaan Posyandu, seperti:

1. Menjelaskan Paket Layanan Posyandu untuk seluruh siklus hidup, termasuk bayi, balita, ibu hamil, dan lansia.
2. Melakukan Pencatatan dan Pelaporan dengan sistem yang terstruktur.
3. Kunjungan Rumah untuk memantau kondisi kesehatan kelompok rentan.
4. Komunikasi Efektif dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

2. Keterampilan Layanan Bayi dan Balita

Kompetensi selanjutnya berkaitan dengan pelayanan pada bayi dan balita seperti memantau tumbuh kembang anak melalui penimbangan dan pengukuran secara berkala. Dalam kompetensi ini kader posyandu diwajibkan paham tentang cara memberikan penyuluhan tentang gizi, imunisasi dan tanda bahaya bagi kesehatan pada bayi atau balita. Sehingga dalam hal ini kader posyandu perlu menguasai tujuh kompetensi dasar kesehatan berkaitan dengan layanan bayi dan balita seperti:

1. Penggunaan Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) untuk memantau tumbuh kembang balita.
2. Penyuluhan ASI Eksklusif dan MP-ASI kaya protein hewani sesuai usia.
3. Penimbangan dan Pengukuran (berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan).
4. Interpretasi Hasil Pengukuran (normal, kurang gizi, dan tindak lanjut).
5. Stimulasi Perkembangan, pemberian vitamin A, dan obat cacing.
6. Layanan Imunisasi Rutin (Hepatitis, Difteri, Campak, Rubela, Diare).
7. Pemantauan Tanda Bahaya pada bayi dan balita.

3. Keterampilan Layanan Ibu Hamil dan Menyusui

Keterampilan atau kompetensi dasar kader posyandu selanjutnya yang perlu dikuasai kader posyandu yaitu pelayanan ibu hamil dan menyusui. Keterampilan ini kader posyandu perlu memahami cara mengukur tekanan darah dan lingkar lengan termasuk edukasi gizi “isi piringku” dan pentingnya tablet tambah darah (TTD). Dalam pelayanan ini, kader posyandu perlu menguasai enam kompetensi dasar kesehatan, seperti:

1. Penggunaan Buku KIA untuk ibu hamil dan nifas.
2. Penyuluhan Gizi “Isi Piringku” untuk ibu hamil dan menyusui.
3. Pemeriksaan Kehamilan dan Nifas.
4. Pemantauan Berat Badan, Lingkar Lengan, dan Tekanan Darah.
5. Anjuran Minum Tablet Tambah Darah (TTD) selama hamil.
6. Pemantauan Tanda Bahaya pada ibu hamil dan nifas.

4. Keterampilan Layanan Usia Sekolah dan Remaja

Selanjutnya kompetensi dasar kader posyandu yaitu keterampilan layanan usia sekolah dan remaja yang meliputi penyuluhan gizi seimbang danbahaya rokok atau remaja di kalangan remaja. Selain itu edukasi tentang kesehatan reproduksi dan kehamilan remaja menjadi fokus penting yang perlu dikuasai kader posyandu. Dalam meningkatkan kecakapan, ada tiga kompetensi dasar kesehatan yang perlu dikuasai dalam pelayanan usia sekolah dan remaja, seperti:

1. Penyuluhan Gizi dan Aktivitas Fisik (Isi Piringku).
2. Program Pencegahan Anemia (TTD dan skrining Hb untuk remaja putri).
3. Penyuluhan Bahaya Merokok, NAPZA, dan Kehamilan Remaja.

5. Keterampilan Layanan Dewasa dan Lansia

Fokus dari kompetensi dasar kader posyandu ini yaitu untuk mendeteksi dini penyakit seperti hipertensi, diabetes, dan obesitas melalui skrining sederhana. Dalam kompetensi ini, edukasi tentang gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan sangat ditekankan dalam pelayanan dewasa dan lansia. Untuk menikmati ikan kecakapan ada lima kompetensi yang perlu dikuasai kader posyandu seperti:

1. Penyuluhan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).
2. Pendeteksian Penyakit Tidak Menular (hipertensi, diabetes, stroke, kanker).
3. Pengukuran Lingkar Perut dan Tekanan Darah.
4. Skrining Kesehatan Jiwa dan Geriatri.
5. Penyuluhan Keluarga Berencana.

Menjadi kader posyandu perlu menguasai lima jenis keterampilan seperti pengelolaan posyandu, pelayanan bagi dan balita, pelayanan ibu hamil dan menyusui, pelayanan usia sekolah dan remaja, hingga pelayanan usia dewasa dan lansia. Dengan menguasai 25 kompetensi dasar kader posyandu ini, kader kesehatan dapat memberikan layanan yang lebih efektif dan berdampak besar bagi masyarakat.

Yuk Share Postingan Ini:
Joko Saputro Setiawan
Joko Saputro Setiawan
Articles: 11