Benarkah Gaya Hidup Modern Menjadi Penyebab Hipertensi?

Gaya hidup modern picu hipertensi di usia muda. Ketahui risiko tersembunyi, dan pentingnya deteksi dini untuk mencegah silent killer ini.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi selama ini identik dengan penyakit orang tua. Namun kini, data dan temuan di lapangan menunjukkan bahwa penyakit ini mulai mengintai generasi muda. Banyak remaja dan dewasa muda yang tanpa sadar sudah memiliki tekanan darah tinggi. Fenomena ini tentu memunculkan pertanyaan: apa yang menyebabkan tren ini meningkat di kalangan usia produktif? Salah satu jawabannya mengarah pada gaya hidup modern yang semakin tidak sehat.

Apa itu Hipertensi?

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah sistolik seseorang ≥140 mmHg dan/atau tekanan diastolik ≥90 mmHg. Meski sering kali tidak menunjukkan gejala, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Oleh karena itu, hipertensi sering dijuluki sebagai silent killer.

Kenali Hipertensi, Mulai dari Mitos dan Faktanya

Gaya Hidup Kekinian, Sehat atau Sekadar Tren?

Salah satu pemicu utama meningkatnya kasus hipertensi di kalangan muda adalah gaya hidup modern yang tidak sehat. Pola makan kebarat-baratan atau western diet kini semakin mendominasi keseharian anak muda. Pola makan ini ditandai dengan tingginya konsumsi makanan olahan, lemak jenuh, gula, tinggi garam dan daging merah, serta rendah serat dan asupan buah-buahan.

Tak hanya dari pola makan, gaya hidup modern juga membentuk kebiasaan kurang gerak. Duduk berjam-jam di depan layar komputer atau ponsel, baik untuk bekerja, belajar, maupun hiburan, menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas harian anak muda. Minimnya aktivitas fisik ini berdampak langsung terhadap metabolisme tubuh, kesehatan jantung, dan peningkatan tekanan darah. Begitupun kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol sering dianggap bagian dari gaya hidup gaul di kalangan anak muda. Padahal, keduanya dapat merusak pembuluh darah dan memicu hipertensi. Apa yang terlihat keren di luar, justru menyimpan risiko besar bagi kesehatan.

Hal yang mengkhawatirkan, kebiasaan-kebiasaan ini sering dianggap wajar atau “bagian dari gaya hidup masa kini”. Padahal, di balik itu semua tersimpan risiko besar terhadap kesehatan, termasuk hipertensi. Tanpa disadari, anak muda yang merasa sehat dan aktif justru sedang berada di ambang masalah kesehatan serius, bahkan sebelum usia 30.

Referensi:
1. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Bahaya hipertensi mengintai anak muda Indonesia.
2. Clemente-Suárez, V. J., Beltrán-Velasco, A. I., Redondo-Flórez, L., Martín-Rodríguez, A., & Tornero-Aguilera, J. F. (2023). Global impacts of Western diet and its effects on metabolism and health: A narrative review. Nutrients, 15(3), 622.

Artikel ini telah direview oleh:
Hendra Koswara, S.KM.
Tenaga Promkes Puskesmas Taraju

Puskesmas Taraju
Jalan Raya Taraju No. 149, Desa Taraju, Kec. Taraju, Kab. Tasikmalaya, Prov. Jawa Barat
Kode Pos.46474 No. Telp. 08164667273/02657080205

Yuk Share Postingan Ini:
M. Khalil Syawie
M. Khalil Syawie
Articles: 12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *