Kampanye Cegah Stunting Di Desa Gunung Muda, Belinyu, Kab. Bangka
Kabupaten Bangka berkomitmen memberi dukungan terhadap kegiatan kampanye serta upaya percepatan penurunan stunting menuju Kabupaten Bangka bebas stunting tahun 2024.

Percepatan penurunan stunting dilakukan dengan berbagai upaya salah satunya melalui pelaksanaan pilar ke  2 dari 5 pilar Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yaitu Kampanye Nasional dan komunikasi perubahan perilaku. Tujuan kampanye adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman serta mendorong perubahan perilaku dalam mencegah stunting.

Kegiatan ini sudah dilakukan selama 4 tahun berturut turut di Kabupaten Bangka agar masyarakat  sadar pentingnya mencegah stunting terutama pada  sasaran 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan kampanye stunting pada tahun ke 4 ini dilaksanakan di desa lokus stunting baru di Kabupaten Bangka yaitu Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu.

Kampanye Cegah Stunting Di Desa Gunung Muda

Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Bangka Syahbudin, SIP. Dalam sambutannya Wakil Bupati menyatakan bahwa meskipun di di kabupaten bangka prevalensi stunting sudah menurun  dimana hasil survey Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019 prevalensi stunting pada balita sebesar 21% dan menurun menjadi 17.5% pada tahun 2021 hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) dan lebih rendah bila bila dibandingkan standard WHO (<20%).

BACA JUGA:  Geram Runting : Solusi Pencegahan Stunting Ala Desa Bukit Harapan Kecamatan Parenggean

Begitu juga dari  hasil surveilans gizi melalui elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (eppgbm) prevalensi stunting balita di kabupaten bangka tahun 2020  turun  dari 1.96% menjadi 1.68% pada tahun 2021, namun tetap diwaspadai  desa lokus stunting yang meningkat trennya dengan tidak hentinya memberikan edukasi kepada masyarakat dalam pencegahan terjadinya stunting di masa seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK).

Kampanye Stunting dihadiri juga oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pencegahan stunting terkait seperti Bappeda, Dinas Komunikasi, informatika dan Statistik, Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Sosial, Camat. Kepala Desa, BPBD, perwakilan Koramil, Polres dan perangkat desa serta tokoh masyarakat.

Kegiatan Kampanye Cegah Stunting Di Desa Gunung Muda

Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan 3 M (Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta menjaga jarak), sasaran yang diundang mewakili masyarakat adalah kelompok 1.000 HPK, kader, PKK, KPM  dan  pendamping desa. Kampanye  diisi  dengan   edukasi stunting berupa ceramah, diskusi dan kuis interaktif berhadiah serta pemberian makanan tambahan (PMT) penyuluhan bagi peserta.

BACA JUGA:  Bebas Stunting Untuk Mengejar Bonus Demografi Indonesia Sehat, Cerdas dan Produktif

Kepala Desa Gunung Muda Herwandi menyambut baik kegiatan kampanye Stunting di Desa Gunung Muda. Herwandi melaporkan bahwa Desa Gunung muda sudah melaksanakan upaya pencegahan stunting dengan memanfaatkan dana desa seperti kelas ibu hamil, kelas ibu balita, pemberian makanan tambahan di posyandu dan pelaksanaan pos pencegahan stunting 1.000 HPK  desa Gunung Muda.

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dr. Then Suyanti, MM mengharapkan agar kegiatan kampanye stunting dan perubahan perilaku dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan melalui pengembangan pesan, pemilihan saluran komunikasi baik media dalam jaringan (daring) atau media sosial dan pengukuran dampak yang efektif, efisien dan tepat sasaran.

Untuk itu pemerintah Kabupaten Bangka berkomitmen memberi dukungan terhadap kegiatan   kampanye stunting serta upaya percepatan penurunan stunting lainnya di Kabupaten Bangka menuju Kabupaten Bangka bebas stunting tahun 2024.


Penulis:

Desi Yanti, SKM, MKM
Subkoordinator Gizi Kabupaten Bangka

(Visited 56 times, 1 visits today)