Peran Remaja dalam Eliminasi TBC 2030

Remaja bukan hanya penerus bangsa, tapi juga agen perubahan dengan peran penting dalam pengendalian dan eliminasi TBC di Indonesia.

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, Indonesia termasuk negara dengan beban TBC tertinggi di dunia. Pemerintah menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030, namun target ini tidak bisa dicapai tanpa keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk remaja.

Remaja sering dianggap sebagai generasi penerus bangsa. Namun lebih dari itu, remaja saat ini juga merupakan agen perubahan yang mampu memberikan dampak besar terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan semangat, kreativitas, dan keterlibatan sosial yang tinggi, remaja memiliki peran penting dalam upaya pengendalian dan eliminasi TBC di Indonesia.

Apa Itu TBC?

TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, umumnya menyerang paru-paru. Penyakit ini menyebar melalui udara, terutama saat penderita batuk atau bersin. TBC bisa diobati dan disembuhkan jika terdeteksi lebih awal dan pengobatannya dilakukan secara lengkap selama 6 bulan.

Gejala umum TBC

  • Batuk berdahak lebih dari 2 minggu
  • Penurunan berat badan
  • Demam terus-menerus
  • Keringat malam
  • Lemas dan tidak nafsu makan

Mengapa Remaja Penting dalam Eliminasi TBC?

1. Sebagai Agen Informasi

Remaja bisa menyebarkan informasi benar tentang TBC kepada teman sebaya, keluarga, dan masyarakat sekitar, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

2. Mendorong Deteksi Dini

Remaja yang peka dan peduli dapat mendorong orang sekitarnya untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala, sehingga penularan bisa dicegah.

3. Melawan Stigma

Banyak penderita TBC merasa dikucilkan. Remaja bisa menjadi pelopor dalam menghapus stigma, menciptakan lingkungan yang mendukung dan tidak diskriminatif.

4. Menggerakkan Komunitas Sekitar

Remaja yang tergabung dalam organisasi sekolah, karang taruna, atau komunitas sosial dapat menyelenggarakan kegiatan kampanye, penyuluhan, atau aksi solidaritas peduli TBC.

Apa yang Bisa Dilakukan Remaja?

  • Belajar dan menyebarkan informasi akurat tentang TBC
  • Aktif dalam kegiatan Posyandu Remaja atau kader kesehatan sekolah
  • Membuat kampanye digital (poster, video, infografis)
  • Mengajak teman untuk tidak malu periksa jika ada gejala TBC
  • Menjadi relawan edukasi di lingkungan sekolah atau masyarakat

Untuk mewujudkan Indonesia bebas TBC, kita butuh semua generasi ikut berperan. Remaja bukan hanya penerus bangsa, tetapi pemimpin hari ini yang bisa menciptakan perubahan nyata. Dengan semangat kolaborasi, inovasi digital, dan kepedulian sosial, generasi muda adalah harapan besar untuk mengakhiri epidemi TBC.

Referensi :
Rahmadani, L. (2024). Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas. Jurnal Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 130–136.

Putri, D. A. (2023). Edukasi Kesehatan tentang Penyakit TBC pada Masyarakat melalui Media Audio Visual. Laporan Pengabdian Masyarakat.

Nurhaliza, S. (2023). Penyuluhan Tuberkulosis untuk Meningkatkan Pengetahuan Warga di Daerah Rawan TBC. Laporan Pengabdian Masyarakat.

Artikel ini sudah direview oleh:

Dewi Camellia, S. T
Tenaga Promkes Puskesmas Cikatomas

Puskesmas Cikatomas
Jl. Rumah Sakit No. 17, Pakemitan, Cikatomas, Tasikmalaya, Jawa Barat 46193
E-mail: pkm.cikatomas@gmail.com
Telp: 082317959903

Yuk Share Postingan Ini:
Kharisma Arda Nur Annisa Oktavianingtyas
Kharisma Arda Nur Annisa Oktavianingtyas
Articles: 13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *