Survei Gizi Kesehatan Masyarakat, Dinkes Papua Gandeng FKM Uncen dan Poltekkes Jayapura
Dinkes Provinsi Papua menggandeng FKM-Uncen dan Poltekkes Kemenkes Jayapura untuk melakukan survei gizi kesehatan masyarakat di seluruh Tanah Papua.
Juli 8, 2026
Gaya Hidup Digital, Screen Time, dan Hipertensi: Ancaman Baru bagi Anak Muda
Juli 8, 2026
Checklist Skill Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Sebelum Wisuda: Sudah Siap Masuk Dunia Kerja?
Juli 7, 2026
Garda Husada Scouts Camp 5: Mencetak Agen Perubahan Kesehatan dari Saka Bakti Husada Bojonggambir
Juli 7, 2026
Hasil Tensi 130/80 Apakah Sudah Termasuk Hipertensi?
Juli 7, 2026
Skill Freelance yang Cocok untuk Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Tahun 2026
Juli 7, 2026
SIMPEL E-UKS, TRANSFORMASI DIGITAL UKS DARI PUSKESMAS PASIRIAN
Juli 6, 2026
Hipertensi Tanpa Gejala: Mengapa Kamu Tetap Harus Waspada?
Juli 6, 2026
Checklist Skill Mahasiswa Kesmas: Sudah Punya Berapa?
Juli 8, 2026
Gaya Hidup Digital, Screen Time, dan Hipertensi: Ancaman Baru bagi Anak Muda
Juli 8, 2026
Checklist Skill Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Sebelum Wisuda: Sudah Siap Masuk Dunia Kerja?
Juli 7, 2026
Garda Husada Scouts Camp 5: Mencetak Agen Perubahan Kesehatan dari Saka Bakti Husada Bojonggambir
Juli 7, 2026
Hasil Tensi 130/80 Apakah Sudah Termasuk Hipertensi?
Juli 7, 2026
Skill Freelance yang Cocok untuk Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Tahun 2026
Juli 7, 2026
SIMPEL E-UKS, TRANSFORMASI DIGITAL UKS DARI PUSKESMAS PASIRIAN
Juli 6, 2026
Hipertensi Tanpa Gejala: Mengapa Kamu Tetap Harus Waspada?
Juli 6, 2026
Checklist Skill Mahasiswa Kesmas: Sudah Punya Berapa?
Dinkes Provinsi Papua menggandeng FKM-Uncen dan Poltekkes Kemenkes Jayapura untuk melakukan survei gizi kesehatan masyarakat di seluruh Tanah Papua.
Papua mendapatkan 1.195.500 kelambu antimalaria dari Kemenkes dan akan dibagikan kepada masyarakat sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Kemenkes mengklaim anak-anak di ujung timur Indonesia itu ada 27 anak meninggal dalam tempo tiga bulan terakhir. Bukan 40 orang.
4 Kampung di Kabupaten Deiyai, Papua dikabarkan terserang wabah Sarampa (Exanthema Subitum/ Sixth Disease) hingga mengakibatkan kematian di wilayah itu.
Distrik Sentani mulai mengalokasikan dana khusus untuk penanganan penyakit endemik seperti TB, HIV, dan AIDS agar bisa ditangani berkelanjutan.
Kami mendapat kabar masyarakat di sana banyak yang meninggal dunia akibat tidak mendapatkan pelayanan kesehatan, ujar Bekinus Yandom, bendahara KPMY.