
Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya serius dalam mengatasi Stunting. Program kerja saat ini yang tengah dilaksanakan dalam menurunkan kasus Stunting di wilayah kabupaten Tasikmalaya adalah Program JASDOLIS PAYUNG. Program ini merupakan kegiatan Jaminan Asupan Gizi, Sanitasi dan Dokter spesialis Mapay Kampung. Wujud untuk mendukung program kerja ini, maka UPTD Puskesmas Jatiwaras bersama Saka Bakti Husada mengadakan kegiatan demo memasak menu pemberian makanan bayi dan balita yang dilaksanakan di Desa Ciwarak Kecamatan Jatiwaras pada hari Kamis, 11 Juli 2024. Tujuan kegiatan ini adalah untuk perbaikan gizi pada bayi dan balita stunting sehingga dapat menurunkan kasus Stunting yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di Kecamatan Jatiwaras.

Kegiatan ini melibatkan anggota Saka Bakti Husada Pangkalan Puskesmas Jatiwaras dan dihadiri oleh para ibu yang memiliki bayi balita stunting. Peserta yang hadir berjumlah 37 orang dan kegiatan ini berlangsung selama 3 jam. Tujuan utama dilakukannya kegiatan ini adalah untuk mengedukasi para peserta dalam meningkatkan pengetahuan mengenai kandungan gizi makanan yang dapat mencukupi kebutuhan bayi dan balita, sehingga dapat dilakukan perbaikan gizi pada bayi dan balita stunting. Kegiatan ini juga memberikan edukasi dalam penyajian makanan yang kreatif. Kegiatan demo memasak dimulai dari pemilihan bahan pangan, persiapan memasak, penyajian makanan hingga cara pemberian makanan bayi dan balita.

Demo memasak didalam kegiatan ini dilaksanakan oleh para Kader dan Anggota Saka Bakti Husada (SBH). Menu makanan yang akan dibuat adalah menu utama berupa ayam dan bayam kukus serta menu cemilan berupa pisang kue Marie kukus. Semua peserta yang hadir sangat antusias saat melihat kader mulai demo persiapan memasak dan para peserta yang hadir terlibat dalam kegiatan memasak dan menyajikan makanan tersebut. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini terlihat sangat menikmati kegiatan ini dan mulai terampil dalam berkreasi menyajikan makanan.

Setelah dilakukannya kegiatan ini, kader kesehatan berharap para peserta yang hadir mampu memberikan makanan yang terbaik di rumah sesuai kebutuhan gizi pada bayi dan balita. Dengan bertambahnya pengetahuan peserta mengenai gizi makanan, diharapkan para peserta dapat menyajikan menu isi piring yang bervariasi untuk keluarga dengan bahan lokal yang mudah didapatkan. Apabila setiap ibu di dalam rumah menerapkan kegiatan ini dalam keseharian di dapur mereka, maka kader kesehatan dan Saka Bakti Husada yakin bahwa kasus stunting di kab.Tasikmalaya dapat dituntaskan.



