PROLANIS atau Program Pengelolaan Penyakit Kronis merupakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup para peserta BPJS Kesehatan yang memiliki penyakit kronis dengan pembiayaan pelayanan kesehatan secara efektif dan efisien. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada 14 Juli 2024 di Aula Puskesmas Rajapolah yang dihadiri oleh 24 peserta prolanis dan dibantu anggota SBH (Saka Bakti Husada) sebanyak 12 orang, sekaligus merayakan HUT BPJS Kesehatan ke 56.
Kegiatan Prolanis Bakti Asih membutuhkan kerjasama karena harus terintegrasi antara BPJS Kesehatan, Fasilitas Kesehatan, dan pasien. Serangkaian acara yang dilakukan yaitu konsultasi medis dan penyuluhan kesehatan yang bertujuan untuk mendorong peserta prolanis untuk mencapai kualitas hidup optimal sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit.
Konsultasi medis dilakukan petugas puskesmas melalui pelayanan kesehatan yang dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu pelayanan kesehatan penderita hipertensi dan diabetes oleh dr. Sensen Lestari, pelayanan PTM oleh koordinator layanan Evi Christy Sudrajat, AMd.Keb., pelayanan kesehatan lansia oleh koordinator layanan Elfira Nurwahyuni, S.Kep., Ners., dan pelayanan promosi kesehatan oleh koordinator layananan Sri Nurjanah, S.KM.

Penyuluhan yang disampaikan yaitu terkait pola hidup sehat CERDIK dan PATUH. Dua slogan tersebut merupakan upaya promosi kesehatan dalam mengendalikan Penyakit Tidak Menular (PTM). CERDIK memilik makna Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup dan Kelola stress. Sedangkan PATUH merupakan slogan khusus untuk mengendalikan hipertensi yang bermakna Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet dengan gizi seimbang, Upayakan aktifitas fisik dengan aman dan Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik.
Dengan kegiatan PROLANIS bakti asih ini, diharapkan penderita hipertensi dan DM (Diabetes Melitus) dapat rutin diperiksa oleh tenaga kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pada penderita penyakit kronis.



