
Cacingan adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing dalam tubuh manusia yang ditularkan melalui tanah. Cacing yang tinggal di dalam usus manusia akan bertahan hidup dengan menyerap sari-sari makanan yang masuk ke dalam usus.
Kebanyakan anak yang terkena cacingan tidak menunjukkan gejala. Namun, hal ini dapat terlihat dalam beberapa kondisi, seperti gatal di area anus, gangguan tidur, kurangnya nafsu makan, mudah lelah, terlihat adanya cacing kremi (cacing yang berukuran sekitar 1 cm dan berwarna putih), dan sakit perut.
Penyebab Cacingan
Lingkungan yang kotor dan juga makanan yang kurang steril dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami cacingan. Terdapat beberapa jenis cacing yang paling umum masuk ke tubuh manusia hingga menyebabkan cacingan. Jenis-jenis cacing tersebut di antaranya:
- Cacing Gelang
Cacing gelang (Ascaris lumbricoides) memiliki ukuran cukup besar berkisar 10–35 cm. Jenis cacing ini masuk dalam tubuh manusia melalui tanah yang terkontaminasi telurnya. Saat berada di dalam tubuh, telur tersebut akan menetas di usus dan menyebar menuju organ tubuh lain melalui pembuluh darah atau saluran getah bening hingga menyebabkan cacingan.
- Cacing Kremi
Jenis cacing parasit yang juga dapat menyebabkan cacingan adalah cacing kremi (Enterobius vermicularis). Jenis cacing ini memiliki bentuk halus dan berwarna putih dengan panjang kurang lebih 5–13 milimeter. Cacing kremi banyak menginfeksi anak-anak di usia sekolah. Ketika malam hari, cacing betina dewasa akan menuju anus dan bertelur. Hal ini akan membuat penderita merasa gatal di bagian anus dan membuatnya ingin menggaruk area yang gatal tersebut. Pada saat menggaruk, telur cacing kremi dapat berpindah ke tangan yang memicu terjadinya penularan kepada orang lain atau bahkan tertelan oleh diri sendiri.
- Cacing Tambang
Cacing tambang dapat masuk ke dalam tubuh dengan menembus kulit. Misalnya, melalui telapak kaki yang tidak menggunakan alas. Kemudian larva cacing tambang yang baru menetas ini akan masuk dalam sirkulasi darah dan terbawa ke paru-paru atau tenggorokan. Ketika pasien terbatuk, larva cacing akan keluar atau tertelan ke saluran pencernaan. Larva cacing tambang yang tertelan akan menuju ke saluran pencernaan dan berkembang menjadi cacing dewasa di dalam usus halus. Selain menginfeksi saluran pencernaan, larva cacing tambang juga dapat menginfeksi kulit dan mengakibatkan cutaneous larva migrans.
- Cacing Pita
Jenis cacing berikutnya yang dapat menyebabkan penyakit cacingan adalah golongan Cestoda (cacing pita). Dalam dunia kedokteran, infeksi cacing pita ini disebut juga dengan taeniasis. Cestoda masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi daging sapi atau babi yang dimasak kurang matang. Larva cacing pita akan berkembang menjadi cacing dewasa di usus manusia selama sekitar 2 bulan.

Infeksi cacing dapat berdampak serius pada anak, di antaranya:
- Menghambat penyerapan nutrisi sehingga dapat menimbulkan gangguan tumbuh kembang dan kecerdasan anak
- Gangguan pencernaan (nyeri perut, diare, disentri, mual dan perut kembung)
- Penurunan berat badan
- Kekurangan nutrisi (hilangnya protein, karbohidrat, lemak dan vitamin dalam jumlah besar)
- Anemia
- Masalah kulit
Pencegahan cacingan pada anak dapat dilakukan melalui beberapa cara sebagai berikut:
- Menjaga kesehatan dengan cara mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah buang air, dan setelah menyentuh tanah
- Menjaga kebersihan lingkungan dengan memastikan lingkungan bersih dan tersedia tempat sampah yang memadai
- Menjaga kebersihan makanan dengan mencuci buah dan sayur dengan air mengalir sebelum dimasak
- Membiasakan anak memakai alas kaki setiap keluar rumah
- Membiasakan anak BAB di jamban
- Manjauhi kebiasaan menggigit kuku jari, dan
- Memberikan obat cacing secara berkala, terutama pada kelompok populasi yang berisiko tinggi
Artikel ini telah di review oleh:
Nenden Ela Yuliani, S.K.M
Staf Promkes Puskesmas Singaparna
Puskesmas Singaparna
Jl Pancawarna No.7, Tasikmalaya 46412



