Kenali Penyakit Gondongan : Penyebab, Gejala, dan Pencegahan

Penyakit Gondongan (Mumps) merupakan suatu penyakit infeksi akut yang dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda. Kasus ini sering dilaporkan terjadi pada anak usia 5-9 tahun, meskipun remaja dan orang dewasa dapat terkena penyakit gondongan. Penyakit Gondongan dapat disebabkan oleh infeksi virus bernama paramyxovirus, yang hanya memiliki satu serotipe. Virus ini menyerang kelenjar yang memproduksi air liur yang ada di dalam mulut terutama menyerang kelenjar parotis, sehingga memicu pembengkakan pada pipi dan rahang. Virus gondongan yang ada dalam tubuh manusia yang terinfeksi dapat dengan mudah menyebar ke orang lain melalui kontak langsung atau melalui air liur dan droplet.

Penyakit Gondongan (Mumps) merupakan suatu penyakit infeksi akut yang dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda.

Kasus ini sering dilaporkan terjadi pada anak usia 5-9 tahun, meskipun remaja dan orang dewasa juga dapat terkena penyakit gondongan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Indonesia melaporkan puncak kasus gondongan terjadi pada bulan November 2024, berdasarkan dengan penyesuaian kategori penyakit dalam data EBS (Event Based Surveilance) pada aplikasi SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon).

Kasus gondongan di Indonesia Sejak Januari sampai dengan bulan November 2024 tercatat 6.593 suspek gondongan (Mumps) yang di laporkan.

Penyebab Gondongan (Mumps)

Penyakit Gondongan dapat disebabkan oleh infeksi virus bernama paramyxovirus, yang hanya memiliki satu serotipe. Virus ini menyerang kelenjar yang memproduksi air liur yang ada di dalam mulut terutama menyerang kelenjar parotis, sehingga memicu pembengkakan pada pipi dan rahang.

Virus gondongan yang ada dalam tubuh manusia yang terinfeksi dapat dengan mudah menyebar ke orang lain melalui kontak langsung atau melalui air liur dan droplet.

Gejala Penyakit Gondongan (Mumps)

Berikut ini adalah gejala yang dapat muncul pada seseorang yang terinfeksi virus gondongan, yaitu :

  1. Pembengkakan pada pipi (satu sisi atau keduanya),
  2. Rasa nyeri pada saat mengunyah atau menelan,
  3. Demam,
  4. Mulut kering,
  5. Merasakan sakit kepala,
  6. Merasakan nyeri pada sendi,
  7. Merasakan nyeri pada perut,
  8. Mudah merasa lelah, dan
  9. Hilangnya nafsu makan.

Pemeriksaan Penyakit Gondongan

Terdapat beberapa pemeriksaan laboratorium yang dilakukan untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi virus gondongan, yaitu :

  1. Tes Serologi (Antibodi), untuk mengukur kadar antibodi spesifik terhadap virus gondongan dalam darah.
  2. Tes PCR (Polymerase Chain Reaction), untuk mendeteksi materi genetik virus gondongan dalam tubuh seperti pada air liur, urine, atau cairan serebrospinal. Tes ini digunakan untuk kasus yang memiliki gejala tidak terlalu jelas.
  3. Tes Kultur Vitus, untuk mengisolasi virus gondongan dari sampel tubuh seperti pada air liur atau cairan tubuh lainnya.
  4. Tes Urine, digunakan untuk menemukan virus gondongan dalam urin selama infeksi yang sangat membantu diagnosis.
  5. Pemeriksaan lainnya (jika ada komplikasi). Pada kasus seperti koplikasi meningitis, dilakukan dengan pengambilan sampel cairan serebrospinal (lumbar pucture) untuk mendiagnosis apakah terjadi infeksi otak yang berkaitan dengan gondongan.

Penanganan Penyakit Gondongan

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani keluhan dan gejala yang muncul pada saat menderita gondongan, yaitu :

  1. Memiliki waktu tidur dan istirahat yang cukup,
  2. Memperbanyak mengkonsumsi air putih,
  3. Pada area yang bengkak dikompres dengan air hangat atau air dingin untuk meredakan rasa sakit,
  4. Mengkonsumsi makanan yang lunak agar tidak mengunyah terlalu banyak dan makanan mudah untuk ditelan, dan
  5. Mengkonsumsi obat demam dan obat anti nyeri yang telah diresepkan oleh dokter.

Pencegahan Penyakit Gondongan

Penyebaran virus gondongan dapat dicegah dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), yaitu melalui kegiatan berikut :

  1. Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  2. Menggunakan masker sebagai bentuk pencegahan terutama saat berinteraksi dengan orang lain.
  3. Mengurangi interaksi secara langsung dengan penderita yang terinfeksi virus gondongan.
  4. Melakukan vaksinasi MMR untuk mencegah kasus campak (Measles), gondongan (Mumps) dan campak Jerman (rubella).
  5. Memperhatikan pola makan sesuai dengan kebutuhan gizi seimbang.
  6. Rutin berolahraga agar tubuh mendapatkan manfaat kebugaran.

Lindungi diri anda dan keluarga dari virus gondongan dengan menerapkan perilaku PHBS dan GERMAS. Namun jika sudah terinfeksi virus gondongan lakukan pemeriksaan dan perawatan secara intensif agar bisa sembuh dan tidak menularkan kepada orang lain. Salam Sehat.

Referensi:

  1. Kemenkes (2024). Kenali Gejala dan Penyebab Gondongan. Ayo sehat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari https://ayosehat.kemkes.go.id/kenali-gejala-dan-penyebab-gondongan pada 3 Desember 2024
  2. Kemenkes (2024). Waspada! Kasus Gondongan Meningkat, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya. Kemenkes Lebkesmas Makasaar Im Diakses dari https://bblabkesmasmakassar.go.id/kenali-gejala-cara-penanganan-gondongan/ pada 3 Desember 2024.
  3. Kemenkes (2022). Gondongan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1467/gondongan pada 3 Desember 2024.
  4. Lestari, Bata (2024). Gondongan: Gejala, Penyebab, dan Cara Pengobatannya. Kesmas.id.com. Diakses dari https://kesmas-id.com/gondongan-gejala-penyebab-dan-cara-pengobatannya/ pada 3 Desember 2024.
  5. Tsabita, Insan (2024). A to Z Penyakit Gondongan. Kesmas.id.cok. Diakses dari https://kesmas-id.com/a-to-z-penyakit-gondongan/ pada 3 Desember 2024.
  6. WHO (2024). Mumps. World Health Organization. Diakses dari https://www.who.int/teams/health-product-policy-and-standards/standards-and-specifications/norms-and-standards/vaccine-standardization/mumps#:~:text=Mumps%20is%20an%20acute%20disease,respiratory%20tract%20of%20infected%20individuals pada 3 Desember 2024.

Artikel ini telah direview oleh:
Aid Fitriyana Hidayat, S.K.M
Staf Promkes Puskesmas Tinewati

Puskesmas Tinewati
Jl. Garut – Tasikmalaya No.82, Singasari, Kec. Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat
Kode Pos 46412

Yuk Share Postingan Ini:
ST Hamidah
ST Hamidah
Articles: 14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *