Berdasarkan data surveilans Puskesmas Rajapolah, per bulan Mei – Juni 2025, ditemukan sebanyak 43 kasus probable chikungunya dengan 4 di antaranya terkonfirmasi laboratorium. Kasus tersebut tersebar di beberapa desa yang ada di Kecamatan Rajapolah: 21 kasus di Desa Rajapolah, 10 kasus di Desa Manggunjaya, dan 12 kasus di Desa Sukaraja.
Chikungunya memang merupakan penyakit yang sangat meresahkan. Penyakit yang disebabkan oleh virus chikungunya ini, dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Seseorang yang terkena chikungunya biasanya akan mengalami demam mendadak, nyeri sendi hebat pada tangan dan kaki, ruam kulit, serta sakit kepala. Penyebarannya yang kadang tidak disadari, menjadikan setiap orang harus tetap waspada. Terlebih lagi penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan di mana saja, terutama mereka yang tinggal di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.
Untuk menanggulangi tingginya angka kesakitan dan menurunkan risiko penularan, Puskesmas Rajapolah berencana melakukan upaya seperti penyelidikan epidemiologi, promosi kesehatan dengan tema Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta fogging fokus.
Namun, apakah upaya tersebut cukup?
Nyatanya, untuk memberantas masalah chikungunya, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk peran masyarakat. Berikut merupakan langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat agar terhindar dari gigitan nyamuk pembawa virus chikungunya.
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus:
- Menguras tempat penampungan air
- Menutup tempat-tempat penampungan air
- Mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiak nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Selain 3M (menguras, menutup, mendaur ulang), yang dimaksud gerakan ‘Plus’ adalah:
- Menanam tanaman yang dapat mengusir nyamuk
- Memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air
- Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
- Menggunakan obat anti nyamuk
- Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi rumah
- Melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan
- Meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah tertutup
- Memberikan larvasida pada penampungan air yang sulit untuk dikuras
- Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
Kejadian penyakit erat kaitannya dengan kondisi lingkungan. Ketika lingkungan sekitar tidak mendukung perkembangbiakan nyamuk, maka potensi seseorang untuk terjangkit chikungunya akan semakin kecil. Gerakan PSN 3M Plus adalah langkah awal untuk menciptakan masyarakat sehat dengan lingkungan yang sehat.
Referensi:
- Data Surveilans Puskesmas Rajapolah. (Mei – Juni 2025).
- Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus.
- Masriadi. (2017). Epidemiologi Penyakit Menular. Depok: PT Rajagrafindo Persada.
- World Health Organization. (2025). Penyakit Chikungunya. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chikungunya.
Artikel ini telah direview oleh:
Sri Nurjanah, S.K.M.
Staf Promkes Puskesmas Rajapolah
Puskesmas Rajapolah
Jl. Raya Rajapolah, Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46155
Telp. (0265) 42000



