Pernah Begadang Demi Skripsi?
Bagi mahasiswa tingkat akhir, begadang sering dianggap sebagai “ritual wajib” saat menyelesaikan skripsi. Mulai dari revisi yang menumpuk, deadline bimbingan, hingga persiapan seminar hasil membuat banyak mahasiswa rela mengorbankan waktu tidur.
Tidak sedikit mahasiswa yang tidur hanya 3–4 jam per malam selama beberapa hari bahkan minggu. Namun, muncul pertanyaan yang sering dibahas di kalangan mahasiswa:
Apakah begadang skripsi bisa menyebabkan hipertensi? Mitos atau fakta?
Jawabannya adalah fakta. Kebiasaan begadang secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi, bahkan pada usia muda.
Apa Itu Hipertensi?
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara konsisten.
Secara umum, seseorang dikatakan mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya mencapai:
- Sistolik ≥ 140 mmHg dan/atau
- Diastolik ≥ 90 mmHg
Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” karena dapat terjadi tanpa gejala yang jelas, tetapi meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal.
Mengapa Begadang Bisa Meningkatkan Tekanan Darah?
Saat tidur, tubuh memasuki fase pemulihan yang membantu menurunkan aktivitas sistem saraf dan menjaga tekanan darah tetap stabil.
Ketika seseorang sering begadang, tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis yang dapat memicu kenaikan tekanan darah.
1. Aktivitas Hormon Stres Meningkat
Kurang tidur menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak hormon stres seperti:
- Kortisol
- Adrenalin
Peningkatan hormon ini membuat pembuluh darah menyempit dan jantung bekerja lebih keras sehingga tekanan darah meningkat.
2. Sistem Saraf Simpatik Menjadi Lebih Aktif
Begadang membuat tubuh berada dalam kondisi “siaga” lebih lama.
Akibatnya:
- Detak jantung meningkat
- Pembuluh darah menyempit
- Tekanan darah menjadi lebih tinggi
Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat berkembang menjadi hipertensi kronis.
3. Kualitas Pembuluh Darah Menurun
Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu fungsi endotel, yaitu lapisan dalam pembuluh darah yang berperan menjaga elastisitas pembuluh.
Ketika fungsi endotel terganggu:
- Pembuluh darah menjadi lebih kaku
- Aliran darah tidak optimal
- Risiko hipertensi meningkat
4. Memicu Pola Hidup Tidak Sehat
Mahasiswa yang sering begadang biasanya juga memiliki kebiasaan lain yang kurang sehat, seperti:
- Konsumsi kopi berlebihan
- Minum minuman energi
- Makan makanan cepat saji tengah malam
- Kurang aktivitas fisik
- Stres akademik yang tinggi
Kombinasi faktor-faktor tersebut semakin meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Apakah Mahasiswa Bisa Mengalami Hipertensi?
Banyak orang menganggap hipertensi hanya terjadi pada usia lanjut. Faktanya, kasus hipertensi pada usia muda semakin meningkat.
Beberapa faktor risiko hipertensi pada mahasiswa antara lain:
- Kurang tidur
- Stres akademik
- Obesitas
- Kurang olahraga
- Konsumsi garam berlebih
- Merokok
- Konsumsi alkohol
Karena itu, mahasiswa bukan kelompok yang kebal terhadap hipertensi.
Tanda-Tanda Tekanan Darah Mulai Naik
Hipertensi sering tidak menimbulkan gejala. Namun beberapa orang dapat mengalami:
- Sakit kepala
- Pusing
- Jantung berdebar
- Mudah lelah
- Sulit berkonsentrasi
- Pandangan kabur
Jika sering mengalami gejala tersebut, terutama setelah beberapa hari begadang, sebaiknya lakukan pemeriksaan tekanan darah.
Berapa Lama Tidur yang Ideal untuk Mahasiswa?
Orang dewasa usia 18–25 tahun dianjurkan tidur selama:
7–9 jam per malam
Tidur yang cukup membantu:
✅ Menjaga tekanan darah tetap normal
✅ Meningkatkan konsentrasi belajar
✅ Memperbaiki daya ingat
✅ Menurunkan tingkat stres
✅ Menjaga kesehatan jantung
Tips Menyelesaikan Skripsi Tanpa Harus Begadang
Buat Target Harian yang Realistis
Daripada menulis 30 halaman dalam satu malam, cobalah membuat target:
- 500–1.000 kata per hari
- 1 subbab per hari
- 1 revisi per sesi bimbingan
Gunakan Teknik Pomodoro
Belajar selama:
- 25 menit fokus
- 5 menit istirahat
Metode ini membantu menjaga produktivitas tanpa harus bekerja hingga dini hari.
Kurangi Konsumsi Kafein pada Malam Hari
Terlalu banyak kopi memang membuat mata tetap terbuka, tetapi dapat mengganggu kualitas tidur dan meningkatkan tekanan darah sementara.
Prioritaskan Tidur Sebelum Tengah Malam
Tidur lebih awal umumnya memberikan kualitas istirahat yang lebih baik dibandingkan tidur larut meskipun durasinya sama.
Kelola Stres Akademik
Cobalah:
- Berolahraga ringan
- Berjalan kaki
- Meditasi
- Berbicara dengan teman atau dosen pembimbing
Manajemen stres yang baik membantu menjaga kesehatan mental sekaligus kesehatan jantung.
Jadi, Mitos atau Fakta?
Fakta.
Begadang skripsi secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko hipertensi melalui peningkatan hormon stres, gangguan sistem saraf, penurunan fungsi pembuluh darah, serta munculnya berbagai kebiasaan tidak sehat.
Sesekali begadang mungkin tidak langsung menyebabkan hipertensi. Namun jika menjadi kebiasaan selama berbulan-bulan, risikonya akan semakin besar.
Ingat, skripsi memang penting, tetapi kesehatan juga merupakan investasi jangka panjang. Jangan sampai gelar sarjana diraih dengan mengorbankan kesehatan jantung Anda.
Kesimpulan
Begadang bukan strategi terbaik untuk menyelesaikan skripsi. Produktivitas yang baik justru berasal dari tubuh yang cukup istirahat dan pikiran yang lebih fokus. Jika Anda sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir, mulailah mengatur waktu dengan lebih baik agar target akademik tercapai tanpa mengorbankan kesehatan.
Karena skripsi bisa direvisi, tetapi kerusakan kesehatan akibat kebiasaan buruk sering kali membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk diperbaiki.
Author Profile
Latest entries
Info Kost TerdekatJuni 17, 2026Cari Kost Dekat FKM Universitas Lambung Mangkurat? Simak Dulu Panduan Ini!
Mahasiswa KesmasJuni 17, 2026Skill Presentasi yang Harus Dikuasai Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Edukasi KesehatanJuni 17, 2026Begadang Skripsi Bisa Picu Hipertensi, Mitos atau Fakta?
KarierJuni 16, 2026Kesempatan Bergabung sebagai Project Manager Penelitian BGSI di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso



