Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 09.00–11.00 WIB, KESMAS-ID melaksanakan webinar secara daring melalui Zoom Meeting. Webinar ini menghadirkan Rakmat Niwa, S.K.M., Founder KESMAS-ID yang akrab disapa Kang Niwa, bersama Dianissa Fitrah Hidayati, S.K.M. Pada kesempatan ini, KESMAS-ID mengangkat tema pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan website instansi kesehatan.

Mengenal Artificial Intelligence (AI)
Pertama-tama, kita perlu memahami apa itu Artificial Intelligence atau yang lebih sering disebut AI. Teknologi AI telah berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya kita sudah sering berinteraksi dengan AI. Contohnya dapat ditemukan ketika kita mendapatkan rekomendasi video di YouTube, mencari rute melalui Google Maps, menggunakan fitur filter di TikTok atau Instagram, hingga berinteraksi dengan chatbot seperti ChatGPT.
Dalam konteks pengelolaan website instansi kesehatan, AI dapat berperan sebagai asisten digital. AI dapat membantu pengelola website mencari ide artikel, membuat kerangka tulisan, menyederhanakan bahasa kesehatan, menyusun judul dan meta description, melakukan proofreading, hingga membantu mengoptimalkan artikel agar lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari.
Dengan cara tersebut, AI dapat berfungsi sebagai teman brainstorming yang membantu pengelola website menemukan lebih banyak ide dan peluang pengembangan konten.
Membuat Kerangka Sebelum Menulis Artikel
Setelah menentukan topik, pekerjaan berikutnya adalah menyusun artikel. Bagi sebagian pengelola website, memulai tulisan justru menjadi bagian yang paling sulit.
AI dapat membantu membuat kerangka tulisan terlebih dahulu. Misalnya, ketika akan menulis artikel mengenai pentingnya pemeriksaan tekanan darah, pengelola website dapat meminta AI untuk menyusun beberapa bagian pembahasan, mulai dari pembukaan, pengertian, faktor risiko, pentingnya pemeriksaan, langkah pencegahan, hingga ajakan kepada masyarakat.
Kerangka tersebut kemudian dapat menjadi panduan bagi penulis. Dengan demikian, pengelola website tidak harus selalu memulai dari halaman kosong. Waktu penulisan dapat lebih banyak digunakan untuk mengembangkan informasi, menambahkan data, memasukkan konteks lokal, serta memastikan pesan kesehatan yang disampaikan sudah tepat.
Satu Informasi Bisa Dikembangkan Menjadi Banyak Konten

Pemanfaatan AI juga membuka peluang untuk menerapkan strategi content repurposing. Satu artikel yang telah dipublikasikan di website tidak harus berhenti sebagai sebuah artikel. Informasi tersebut dapat diolah kembali menjadi caption Instagram, materi carousel, ide video pendek, FAQ, hingga berbagai materi edukasi lainnya.
Sebagai contoh, artikel website mengenai pencegahan hipertensi dapat diolah menjadi carousel berjudul “5 Kebiasaan untuk Menjaga Tekanan Darah”. Materi yang sama kemudian dapat digunakan kembali sebagai caption media sosial maupun ide video edukasi singkat.
Artinya, pengelola website dan media sosial tidak selalu harus membuat materi dari awal untuk setiap kanal. Satu sumber informasi yang telah diverifikasi dapat dikemas menjadi berbagai format komunikasi sesuai dengan kebutuhan audiens dan karakteristik platform yang digunakan.
AI Membantu, Manusia Tetap Menjadi Pengendali
Kemudahan dalam menggunakan AI tidak berarti seluruh pekerjaan dapat diserahkan kepada teknologi. Dalam materi webinar KESMAS-ID, AI ditempatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti manusia.
Peserta juga diingatkan mengenai pentingnya proses verifikasi dan penyuntingan sebelum artikel dipublikasikan. Hal ini menjadi semakin penting ketika konten yang dibuat berkaitan dengan kesehatan. Informasi mengenai penyakit, obat, pelayanan, program, maupun anjuran kesehatan harus diperiksa kembali sumber dan kebenarannya.
AI juga dapat menghasilkan informasi yang tidak sesuai dengan konteks lokal. Oleh karena itu, pengetahuan dan pengalaman petugas tetap diperlukan untuk memastikan informasi sesuai dengan kondisi masyarakat yang menjadi sasaran.
Sebelum menekan tombol “Publikasikan”, pengelola website tetap perlu memeriksa fakta, sumber, bahasa, konteks lokal, serta kesesuaian informasi dengan kebijakan instansi.
Workflow Menulis Artikel Dengan AI
Jika diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, penggunaan AI dapat disusun dalam alur kerja sederhana sebagai berikut:
Kenali audiens → Temukan masalah → Tentukan topik → Gunakan AI untuk brainstorming → Buat kerangka → Kembangkan artikel → Verifikasi informasi → Edit → Optimalkan → Publikasikan → Distribusikan ke media sosial.
Alur kerja tersebut menunjukkan bahwa AI hanya menjadi salah satu bagian dalam proses pengelolaan website. Keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.
Dengan alur kerja yang jelas, AI dapat membantu mengurangi waktu yang digunakan untuk pekerjaan awal, seperti mencari ide dan membuat kerangka. Pengelola website kemudian dapat lebih fokus pada kualitas informasi dan kebutuhan masyarakat.
Konsistensi Menjadi Kunci Website Instansi Kesehatan

Website yang aktif membutuhkan konsistensi. Tidak semua instansi harus menerbitkan artikel setiap hari. Hal yang lebih penting adalah memiliki pola publikasi yang realistis dan sesuai dengan kemampuan sumber daya yang tersedia.
Pengelola dapat membuat kalender konten mingguan atau bulanan. Misalnya, satu minggu membahas edukasi penyakit tidak menular, minggu berikutnya membahas pelayanan puskesmas, kemudian program kesehatan ibu dan anak, lalu dilanjutkan dengan informasi mengenai kegiatan instansi.
AI dapat membantu menyusun kalender konten tersebut sekaligus mengembangkan berbagai ide turunannya. Dengan perencanaan yang baik, pengelolaan website menjadi lebih terarah dan tidak lagi bergantung pada pertanyaan, “Hari ini harus memublikasikan konten apa?”
Menuju Pengelolaan Website Kesehatan yang Lebih Adaptif
Kehadiran AI membawa perubahan pada cara pengelola media digital bekerja. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup panjang, seperti mencari ide, menyusun kerangka, atau mengembangkan konsep konten, kini dapat dibantu oleh teknologi.
Namun, keberhasilan penggunaan AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih alat yang digunakan. Kemampuan manusia dalam memahami audiens, menentukan tujuan komunikasi, memeriksa fakta, mengedit tulisan, dan memahami kondisi masyarakat tetap menjadi bagian terpenting.
Melalui pembelajaran bersama KESMAS-ID, pemanfaatan AI diharapkan tidak sekadar membuat pekerjaan menjadi lebih cepat, tetapi juga membantu instansi kesehatan membangun sistem pengelolaan konten yang lebih terencana, konsisten, dan relevan.
Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Nilai utama tetap berada pada kemampuan pengelola website dalam menghadirkan informasi kesehatan yang akurat, mudah dipahami, dan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
Author Profile
Latest entries
MagangAgustus 3, 2026Cara Mengelola Website Instansi Kesehatan Menggunakan AI Bersama KESMAS-ID
KarierJuli 30, 2026Lowongan Customer Service RS Medika Djaya Pontianak Juli 2026
Mahasiswa KesmasJuli 30, 2026Mengapa Skill Adaptasi Menjadi Kunci Sukses Mahasiswa Kesmas Tahun 2026?
KarierJuli 29, 2026BLUD Puskesmas Samboja Buka Lowongan Kerja Promosi Kesehatan untuk Sarjana Kesehatan Masyarakat, Simak Persyaratannya!



