Pondok Pesantren QSBS Al Kautsar 561 di Kecamatan Cineam kini memiliki Pos Kesehatan Pesantren atau Poskestren. Pembentukannya dilakukan pada Senin, 3 Agustus 2026, sebagai langkah bersama untuk memperkuat upaya kesehatan dan membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren.
Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta ini melibatkan pengasuh pesantren, ustaz dan ustazah, santri, serta perwakilan tenaga kesehatan. Kehadiran Poskestren diharapkan membuat upaya menjaga kesehatan santri tidak hanya dilakukan ketika ada yang sakit, tetapi juga melalui edukasi dan pencegahan sejak awal.
Kesehatan Jadi Bagian dari Kehidupan Pesantren
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Sekretaris Pengurus Pesantren Al Kautsar serta Kepala UPTD Puskesmas Cineam. Dalam kesempatan tersebut, warga pesantren diajak untuk menjadikan kesehatan sebagai bagian dari keseharian santri.
Lingkungan yang bersih, kebiasaan hidup sehat, dan kepedulian terhadap kondisi kesehatan santri ikut mendukung kegiatan belajar dan kehidupan di pesantren. Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh warga pesantren.
Peserta kemudian mendapatkan pemaparan dari Heni Handayani, S.KM., M.K.M. dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya. Materi membahas konsep Poskestren, tujuan pembentukannya, serta peran warga pesantren dalam menjalankan kegiatan kesehatan secara berkelanjutan.
Apa Itu Poskestren?

Poskestren adalah singkatan dari Pos Kesehatan Pesantren. Dalam pedoman Kementerian Kesehatan, Poskestren merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) di lingkungan pondok pesantren. Sederhananya, Poskestren menjadi wadah bagi warga pesantren untuk ikut mengenali masalah kesehatan, melakukan edukasi, dan menjalankan upaya pencegahan dengan pembinaan dari Puskesmas setempat.
Keberadaan Poskestren memang lebih menekankan upaya promotif dan preventif. Istilah promotif berarti kegiatan yang membantu meningkatkan pengetahuan dan kebiasaan sehat. Sementara preventif berarti upaya mencegah masalah kesehatan sebelum penyakit muncul atau menjadi lebih berat.
Konsep tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan dan Pembinaan Pos Kesehatan Pesantren. Dalam pedoman itu, pemberdayaan warga pesantren menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Poskestren.
PHBS Dibahas dengan Cara yang Dekat dengan Santri
Dalam kegiatan di Al Kautsar, peserta juga mendapatkan materi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS, pencegahan penyakit menular, pemantauan kesehatan santri, serta mekanisme rujukan jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
PHBS sebenarnya dekat dengan kebiasaan sehari-hari. Di lingkungan pesantren, contohnya antara lain mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan dan minuman sehat, menggunakan jamban yang bersih, membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok, menjaga kebersihan diri, serta memberantas jentik nyamuk.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa PHBS di pesantren bertujuan membantu masyarakat pesantren agar mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, dan ikut menciptakan lingkungan yang sehat. Artinya, perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama dan terus dijaga.
Pengurus Poskestren dan Santri Husada Mulai Dibentuk

Pembentukan Poskestren tidak berhenti pada penyampaian materi. Dalam kegiatan ini juga dibentuk struktur kepengurusan yang melibatkan unsur pengelola pesantren, santri, dan pembina kesehatan.
Selain kepengurusan Poskestren, kegiatan ini juga menjadi momentum pembentukan Santri Husada yang berasal dari santri di lingkungan Pesantren Al Kautsar Cineam. Santri Husada melibatkan santri putra dan santri putri yang diharapkan dapat ikut menjadi penggerak dalam menjaga kesehatan serta membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pesantren.
Pengurus Poskestren bersama Santri Husada diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan kesehatan di pesantren. Kegiatannya dapat berkembang sesuai kebutuhan, mulai dari edukasi kesehatan, pemantauan kebersihan lingkungan, hingga kegiatan promotif dan preventif lainnya.
Suasana diskusi juga berlangsung aktif. Peserta berbagi pengalaman dan membahas tantangan yang ditemui dalam menjaga kesehatan di lingkungan pesantren. Ruang diskusi seperti ini penting karena kebutuhan setiap pesantren bisa berbeda, sehingga langkah yang dilakukan perlu menyesuaikan kondisi di lapangan.
Langkah Awal Menuju Pesantren yang Lebih Sehat

Hasil utama kegiatan pada 3 Agustus 2026 ini adalah terbentuknya Poskestren serta Santri Husada yang melibatkan santri putra dan santri putri di Pesantren Al Kautsar, Kecamatan Cineam. Pembentukan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kegiatan kesehatan yang lebih terarah dan melibatkan warga pesantren secara langsung.
Ke depan, Poskestren diharapkan dapat menjadi ruang edukasi sekaligus pemberdayaan bagi santri dan warga pesantren. Kerja sama antara pengelola pesantren, santri, UPTD Puskesmas Cineam, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dan masyarakat juga menjadi bagian penting agar kegiatan kesehatan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan lingkungan yang lebih bersih dan kebiasaan hidup sehat yang semakin kuat, santri diharapkan dapat belajar, beribadah, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Poskestren Al Kautsar pun menjadi awal dari upaya bersama menuju pesantren yang sehat, mandiri, dan berdaya.
Sumber Rujukan
- Kementerian Kesehatan RI. Pelaksanaan PHBS di Pesantren. Ayo Sehat Kemenkes.
- Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Penyelenggaraan Pos Kesehatan Pesantren.
- Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan dan Pembinaan Pos Kesehatan Pesantren.
Author Profile
Latest entries
Edukasi KesehatanAgustus 5, 2026Edukasi Pola Hidup Sehat, Dinkes Pinrang Ajak Warga Desa Pincara Budayakan GERMAS
Edukasi KesehatanAgustus 5, 2026Poskestren Pondok Pesantren QSBS Al Kautsar 561 Cineam Resmi Terbentuk
KarierAgustus 4, 2026Lowongan Laboran Kesehatan Masyarakat FIKES UIKA Bogor, Fresh Graduate Bisa Melamar
MagangAgustus 3, 2026Cara Mengelola Website Instansi Kesehatan Menggunakan AI Bersama KESMAS-ID



