Waspada! 9 Tanda Infeksi Menular Seksual pada Wanita

Tanda-tanda infeksi menular seksual pada wanita bisa berbeda-beda, namun berikut ini 9 tanda umum yang perlu diperhatikan.

Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah Infeksi Menular Seksual (IMS) atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS).

IMS merupakan infeksi yang dapat menular terutama melalui kontak seksual. Yang perlu diketahui, seseorang tidak selalu merasakan keluhan ketika mengalami IMS. Beberapa infeksi dapat berlangsung tanpa gejala, sementara tanda yang muncul juga bisa berbeda pada setiap orang. Karena itu, merasa sehat saja belum tentu cukup untuk memastikan seseorang terbebas dari IMS.

Namun, munculnya satu tanda tidak selalu berarti seseorang terkena IMS. Keluhan tersebut dapat memiliki berbagai penyebab. Karena itu, jika menemukan perubahan yang tidak biasa atau memiliki kekhawatiran terhadap IMS, langkah yang paling tepat adalah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.

Dengan mengenali tanda-tandanya, kita tidak perlu panik atau membuat kesimpulan sendiri. Yang terpenting adalah tidak mengabaikan perubahan pada tubuh dan berani mencari bantuan ketika membutuhkannya.

9 tanda yang perlu diperhatikan pada Wanita

9 tanda yang perlu diperhatikan pada Wanita

Tanda-tanda infeksi menular seksual pada wanita bisa berbeda-beda, tergantung jenis infeksi yang dialami. Ada yang menimbulkan keluhan cukup jelas, tetapi ada juga yang hampir tidak terasa. Berikut 9 tanda yang perlu diperhatikan pada wanita:

1. Keputihan yang berubah dari biasanya

Perubahan cairan vagina dapat menjadi salah satu tanda IMS, terutama apabila jumlah, warna, atau konsistensinya berbeda dari biasanya. Namun, tidak semua keputihan berarti IMS. Beberapa kondisi vagina yang tidak ditularkan melalui hubungan seksual juga dapat menyebabkan perubahan cairan. Karena gejalanya bisa saling menyerupai, lakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

2. Rasa gatal atau iritasi pada area genital

Gatal, kemerahan, atau rasa tidak nyaman di sekitar vagina dan vulva dapat muncul pada beberapa infeksi, termasuk Trikomoniasis. Tetapi gejala seperti ini juga dapat disebabkan kondisi lain. Jadi, jangan langsung menyimpulkan penyebabnya hanya dari satu tanda.

3. Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil

Rasa perih atau terbakar ketika buang air kecil dapat terjadi pada infeksi tertentu, termasuk Klamidia dan Gonore. Keluhan ini juga dapat muncul pada masalah saluran kemih lainnya, sehingga pemeriksaan tetap diperlukan untuk membedakannya.

4. Perdarahan di luar jadwal menstruasi

Perdarahan di antara menstruasi atau setelah berhubungan seksual dapat menjadi tanda yang perlu diperiksa. WHO mencantumkan perdarahan di antara menstruasi atau setelah hubungan seksual sebagai gejala yang dapat muncul pada klamidia dan gonore. Keluhan ini tidak selalu berarti IMS, tetapi sebaiknya tidak diabaikan.

5. Nyeri saat berhubungan seksual

Hubungan seksual yang terasa nyeri dapat menjadi tanda adanya masalah pada kesehatan reproduksi. Pada trikomoniasis, misalnya, nyeri saat berhubungan seksual dapat muncul bersama keputihan, gatal, atau rasa perih saat buang air kecil. Jika keluhan berulang atau mengganggu, sebaiknya konsultasikan kepada tenaga kesehatan.

6. Luka atau koreng di area genital

Luka atau koreng pada area genital perlu diperhatikan, terutama bila muncul tanpa sebab yang jelas. Sifilis pada tahap awal dapat menimbulkan luka yang biasanya tidak terasa sakit. Karena luka tersebut dapat sembuh sendiri, seseorang bisa mengira masalahnya sudah selesai padahal infeksinya masih ada.

7. Benjolan atau lepuhan di sekitar alat kelamin

Benjolan atau lepuhan pada area genital dapat muncul pada beberapa IMS. Herpes genital, misalnya, umumnya dapat menimbulkan lepuhan atau luka yang terasa nyeri. Namun, benjolan di area genital memiliki banyak kemungkinan penyebab sehingga tidak tepat menentukan penyakit hanya berdasarkan bentuknya.

8. Nyeri di bagian bawah perut

Nyeri perut bagian bawah termasuk keluhan yang dapat berkaitan dengan infeksi seperti Klamidia atau Gonore, terutama ketika infeksi berkembang menjadi radang panggul. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena infeksi yang tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi pada kesehatan reproduksi, termasuk masalah kesuburan.

9. Ruam atau perubahan pada kulit dan selaput lendir

Pada sifilis tahap tertentu, ruam dapat muncul, termasuk pada telapak tangan dan telapak kaki. Sifilis juga dapat memiliki masa tanpa gejala. Karena itu, munculnya ruam yang tidak biasa, terutama bila disertai riwayat risiko, sebaiknya diperiksakan.

Penting: tidak semua IMS menimbulkan tanda

Ini bagian yang sering membuat orang keliru. Sembilan tanda di atas bukan daftar yang harus selalu muncul. Banyak IMS justru tidak menimbulkan gejala. Klamidia, gonore, sifilis, dan infeksi lainnya dapat berlangsung tanpa keluhan yang jelas. Karena itu, tidak adanya gejala tidak dapat dijadikan bukti bahwa seseorang pasti bebas dari IMS.

Bila ada kekhawatiran, riwayat kontak berisiko, atau pasangan memiliki IMS, langkah yang lebih aman adalah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Petugas dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau skrining dan pemeriksaan apa yang sesuai.

Kapan sebaiknya periksa?

Jangan menunggu keluhan menjadi berat. Periksakan diri bila muncul perubahan cairan vagina yang tidak biasa, luka atau benjolan pada area genital, nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual, perdarahan yang tidak biasa, nyeri perut bawah, atau keluhan lain yang membuat khawatir. Bagi calon pasangan pengantin, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah juga dapat menjadi kesempatan untuk membicarakan kesehatan reproduksi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan bukan berarti seseorang sedang dicurigai memiliki penyakit. Justru, mengetahui kondisi kesehatan lebih awal dapat membantu pasangan mengambil keputusan yang lebih baik untuk kehidupan bersama.

Jangan merasa aman, Tetap Cegah sebelum Terjadi

Jangan merasa aman, Tetap Cegah sebelum Terjadi

Pencegahan dimulai dari pengetahuan dan komunikasi yang jujur dengan pasangan. Kondom yang digunakan secara benar dan konsisten merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi risiko berbagai IMS, meskipun tidak memberikan perlindungan penuh terhadap semua infeksi yang dapat mengenai kulit di luar area yang tertutup kondom. Kemudian berkomitmen bersama pasangan untuk tidak berganti – ganti pasangan, karena akan meningkatkan risiko yang lebih besar terkena IMS.

Vaksinasi juga berperan dalam pencegahan. Vaksin hepatitis B dan HPV tersedia untuk mencegah dua infeksi virus yang dapat ditularkan secara seksual. Untuk calon pengantin, kebutuhan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan dapat dibicarakan dengan tenaga kesehatan atau langsung datang ke pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, Rumah sakit dan lainnya. Jika salah satu pasangan didiagnosis mengalami IMS, pasangan seksual juga perlu mendapatkan penilaian dan, bila diperlukan, pemeriksaan atau pengobatan. Hal ini penting untuk mencegah penularan berulang.

Sumber

  • World Health Organization (WHO). (2025). Sexually transmitted infections (STIs). Geneva: World Health Organization.
  • World Health Organization (WHO). (2026). Sexually transmitted infections (STIs).
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2023). Infeksi Menular Seksual dengan Gejala Berupa Benjolan.

Artikel ini telah di review oleh:

Yuni Yuniar, S.KM

Programer Promkes UPTD Puskesmas Jatiwaras

UPTD Puskesmas Jatiwaras

Alamat: Jl. Raya Papayan-Cikatomas Desa Jatiwaras Tlp (+62)853-2068-3553, Kabupaten Tasikmalaya Kecamatan Jatiwaras, Jawa Barat 46185

Author Profile

Fadillatul Azzka
Fadillatul Azzka
Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat peminatan K3, angkatan 2024. Aktif mengikuti organisasi dan volunteer kegiatan sosial & kemanusiaan. Tertarik menambah skill seperti content writing, SEO, dan Desain grafis.
Yuk Share Postingan Ini:
Fadillatul Azzka
Fadillatul Azzka

Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat peminatan K3, angkatan 2024. Aktif mengikuti organisasi dan volunteer kegiatan sosial & kemanusiaan. Tertarik menambah skill seperti content writing, SEO, dan Desain grafis.

Articles: 10

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *