
Materi webinar “Pemanfaatan AI dalam Pengelolaan Website & Sosmed Instansi Kesehatan” oleh Kang Niwa, Batch 10 Kesmas-ID, 5 September 2026. (Dok. Kesmas-ID)
Pengelolaan konten digital di instansi kesehatan seperti Puskesmas kini semakin dimudahkan dengan kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI). Hal ini menjadi topik utama dalam webinar Magang Batch 10 yang diselenggarakan oleh Kesmas.id bekerja sama dengan Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu, 5 September 2026, dengan tema “Pemanfaatan AI dalam Pengelolaan Website & Sosmed Instansi Kesehatan” yang disampaikan oleh Kang Niwa.
Dalam paparannya, Kang Niwa menekankan bahwa sebelum membahas teknis pemanfaatan AI, peserta magang perlu memahami terlebih dahulu alasan mendasar mengapa konten harus terus diperbarui. Setidaknya ada empat motivasi yang melatarbelakangi seseorang konsisten membuat konten, yaitu keinginan untuk bermanfaat bagi orang lain, mendapatkan benefit materiil maupun non-materiil, rasa senang dan kepuasan diri, hingga sekadar menjalankan tugas atau menggugurkan kewajiban.
“Dengan mengetahui alasan mendasar mengapa Anda harus melakukan update konten, maka kita tahu berapa lama Anda akan terus berkarya,” ujarnya. Selain motivasi, pemahaman terhadap target pembaca juga menjadi kunci keberhasilan sebuah konten edukasi kesehatan. Kang Niwa memaparkan enam segmen audiens yang perlu disasar oleh peserta magang, yaitu pemerintah, orang tua, anak/remaja, tenaga atau kader kesehatan, tokoh agama/tokoh masyarakat, hingga masyarakat umum.
Menurutnya, dengan mengenali target pembaca, penulis akan lebih mudah menentukan ide konten harian yang relevan dan tepat sasaran.

Empat tahapan menentukan ide konten: Problem, Riset, Aha/Wow Effect, dan Solusi. (Dok. Kesmas-ID)
Lebih lanjut, disampaikan pula metode menentukan ide konten melalui empat tahapan, yakni identifikasi masalah (problem) pada target audiens, melakukan riset data terkait permasalahan tersebut (riset), mencari sisi berbeda yang menarik perhatian pembaca (aha/wow effect), hingga menyajikan konten sebagai jawaban atas permasalahan yang ada (solusi).
Kerangka penulisan artikel populer yang diperkenalkan mengikuti metode PAS (Problem“Akibat“Solusi), yang terdiri atas judul artikel maksimal sembilan kata, paragraf pembuka berisi latar belakang masalah, paragraf isi yang menjelaskan kejadian, dampak, dan solusi, serta paragraf penutup berisi harapan penulis dan ajakan bertindak (call to action).
Terkait judul, Kang Niwa menegaskan tiga syarat judul yang menarik, yaitu memiliki unsur aha/wow effect seperti membangkitkan rasa penasaran atau melibatkan emosi pembaca, mengandung kata kunci agar mudah ditemukan mesin pencari, serta dibatasi maksimal sembilan kata karena judul yang terlalu panjang cenderung kurang efektif dan kurang menarik untuk dibaca.
Materi juga menyinggung pentingnya pemilihan foto atau gambar ilustrasi yang tepat, dengan memperhatikan ukuran, komposisi, kombinasi warna dan pencahayaan, fokus gambar, hingga pelibatan emosi pembaca, karena “gambar punya seribu kata”.

Empat unsur optimasi SEO yang diajarkan: judul, gambar, paragraf pertama, dan tautan internal/eksternal. (Dok. Kesmas-ID)
Sebagai penutup, dipaparkan pula strategi optimasi Search Engine Optimization (SEO) yang mencakup empat unsur utama: kata kunci wajib ada di judul, nama file gambar atau video mengandung kata kunci, kalimat pertama pada paragraf pembuka sebaiknya memuat kata kunci, serta penyertaan tautan internal maupun eksternal (internal & eksternal link) sebagai salah satu faktor penting SEO.
Dengan menerapkan kaidah ini, tulisan yang dihasilkan peserta magang diharapkan lebih mudah dikenali dan ditemukan oleh mesin pencari seperti Google, sehingga informasi dan edukasi kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Melalui pembekalan materi ini, peserta Magang Batch 10 Kesmas.id yang tersebar di berbagai Puskesmas se-Kabupaten Tasikmalaya diharapkan mampu menghasilkan artikel dan konten media sosial yang tidak hanya informatif, tetapi juga optimal secara digital, sejalan dengan alur kerja magang penulisan yang telah ditetapkan mulai dari penerimaan bahan artikel dari Puskesmas, proses penulisan dan review, hingga publikasi di website Kesmas-ID dan akun Instagram peserta.
Dengan bekal ini, peserta magang diajak untuk terus konsisten berkarya dan memanfaatkan teknologi AI secara bijak demi kemajuan literasi kesehatan masyarakat Indonesia.
Sumber: Materi Webinar “Pemanfaatan AI dalam Pengelolaan Website & Sosmed Instansi Kesehatan” oleh Kang Niwa, Magang Batch 10 Kesmas.id, Sabtu 5 September 2026; serta dokumen “Alur Kerja Magang Penulisan Kesmas.id” (Portal Kesehatan Indonesia, www.kesmas-id.com).
Author Profile
- Fasya Nazwa Sakib adalah mahasiswi Kesehatan Masyarakat yang aktif di bidang kesehatan, pendidikan, komunikasi, dan kepemimpinan. Aktif dalam organisasi, volunteer, serta kepenulisan, ia berbagi edukasi dan pengalaman melalui website ini untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Latest entries
Berita KesehatanSeptember 29, 2026Pentingnya Kesehatan Reproduksi bagi Remaja
Berita KesehatanSeptember 28, 2026Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMKN Pancatengah
Berita KesehatanSeptember 26, 2026Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Perlukah untuk Remaja?
Berita KesehatanSeptember 26, 2026Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tingkatkan Kepedulian Santri Faozul Hikmah




Congratulations ❤️❤️
Terima kasih ya