Pernah nggak sih merasa, “Aku kan masih muda, pasti sehat-sehat aja.” Kalimat seperti ini sering terdengar, terutama dari anak sekolah dan remaja. Padahal, kenyataannya tidak selalu begitu. Banyak masalah kesehatan yang bisa muncul tanpa gejala. Seseorang bisa saja terlihat sehat, tetap aktif belajar, berolahraga, bahkan tidak pernah merasa sakit, tetapi ternyata memiliki kondisi kesehatan yang perlu mendapat perhatian.
Inilah mengapa Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) menjadi sangat penting. Program ini bukan sekadar memeriksa apakah seseorang sedang sakit atau tidak, tetapi membantu mengenali kondisi tubuh sejak dini agar masalah kesehatan dapat dicegah sebelum menjadi lebih serius.
Mengapa Remaja Tetap Perlu Pemeriksaan Kesehatan?
Usia remaja merupakan masa pertumbuhan yang sangat cepat. Tubuh mengalami banyak perubahan, mulai dari perkembangan fisik, hormon, hingga kesehatan mental. Pada masa ini kebutuhan gizi meningkat, aktivitas semakin padat, dan pola hidup sering berubah.
Sayangnya, banyak remaja yang mulai memiliki kebiasaan kurang sehat, seperti:
- sering melewatkan sarapan,
- terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji,
- kurang minum air putih,
- jarang berolahraga,
- tidur terlalu larut,
- terlalu lama menggunakan gawai.
Kebiasaan tersebut mungkin belum langsung menimbulkan keluhan. Namun jika berlangsung terus-menerus, risiko gangguan kesehatan akan meningkat.
Pemeriksaan kesehatan membantu mengetahui apakah tubuh masih berada dalam kondisi yang baik atau justru sudah menunjukkan tanda-tanda awal adanya masalah kesehatan.
Apa Itu Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)?
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) merupakan program pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui skrining kesehatan atau pemeriksaan awal untuk mendeteksi faktor risiko maupun penyakit sedini mungkin.
Skrining sendiri adalah pemeriksaan yang dilakukan pada orang yang terlihat sehat untuk mengetahui apakah ada gangguan kesehatan yang belum disadari.
Melalui PKG, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan tanpa dipungut biaya sesuai ketentuan yang berlaku.
Program ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif, yaitu menjaga masyarakat tetap sehat, bukan hanya mengobati ketika sudah sakit.
Apa Saja yang Biasanya Diperiksa?
Jenis pemeriksaan dapat berbeda sesuai usia dan kebutuhan peserta. Pada anak usia sekolah dan remaja, pemeriksaan umumnya meliputi:
- pengukuran tinggi badan,
- pengukuran berat badan,
- pemeriksaan status gizi,
- pemeriksaan tekanan darah,
- pemeriksaan kondisi mata,
- pemeriksaan telinga,
- pemeriksaan gigi dan mulut,
- wawancara mengenai riwayat kesehatan,
- edukasi mengenai perilaku hidup sehat.
Pada beberapa kondisi tertentu, tenaga kesehatan juga dapat memberikan pemeriksaan tambahan sesuai kebutuhan.
Semua pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah ada kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?
Banyak penyakit berkembang secara perlahan tanpa disadari. Misalnya:
- tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala,
- gangguan gizi kadang baru diketahui ketika pertumbuhan mulai terganggu,
- gangguan penglihatan dapat membuat prestasi belajar menurun tanpa disadari penyebabnya,
- masalah kesehatan gigi bisa berkembang menjadi infeksi apabila tidak segera ditangani.
Semakin cepat masalah ditemukan, semakin besar peluang untuk ditangani dengan baik.
Deteksi dini juga membuat pengobatan biasanya lebih sederhana dibandingkan jika penyakit sudah berkembang menjadi lebih berat.
Pemeriksaan Kesehatan Bukan Berarti Sedang Sakit
Masih banyak orang yang berpikir bahwa datang ke fasilitas kesehatan hanya dilakukan ketika tubuh sudah terasa sakit.
Padahal justru pemeriksaan rutin dilakukan saat seseorang masih merasa sehat.
Bayangkan seperti servis kendaraan. Kendaraan diservis bukan karena sudah rusak total, tetapi agar kerusakan bisa dicegah lebih awal.
Begitu pula dengan tubuh manusia. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.
Remaja Juga Perlu Menjaga Pola Hidup Sehat
Pemeriksaan kesehatan akan lebih bermanfaat apabila diikuti dengan perubahan gaya hidup. Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
1. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Perbanyak sayur, buah, lauk berprotein, serta batasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Tidak perlu mahal. Yang penting beragam dan sesuai kebutuhan tubuh.
2. Rajin Bergerak
WHO menganjurkan anak dan remaja aktif bergerak rata-rata 60 menit setiap hari dengan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat. Aktivitas tersebut bisa berupa berjalan kaki, bersepeda, bermain bola, senam, atau olahraga lainnya yang disukai.
3. Tidur Cukup
Remaja membutuhkan sekitar 8–10 jam tidur setiap malam. Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, hingga daya tahan tubuh.
4. Batasi Penggunaan Gawai
Menggunakan telepon genggam terlalu lama dapat mengurangi aktivitas fisik dan mengganggu waktu tidur. Cobalah memberi jeda ketika menggunakan gawai dan luangkan waktu untuk beraktivitas di luar ruangan.
5. Jaga Kebersihan Diri
Mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan gigi dan mulut, mandi secara teratur, serta menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah sederhana untuk mencegah berbagai penyakit.

Peran Orang Tua dan Guru Sangat Penting
Menjaga kesehatan remaja bukan hanya tugas tenaga kesehatan.
Orang tua berperan dalam menyediakan makanan bergizi, memberikan contoh pola hidup sehat, serta mengajak anak memanfaatkan layanan kesehatan.
Guru dan sekolah juga memiliki peran penting melalui edukasi kesehatan, menciptakan lingkungan belajar yang sehat, serta mendukung berbagai kegiatan pemeriksaan kesehatan di sekolah maupun pesantren.
Kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan tenaga kesehatan akan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal.

Jangan Takut Saat Mengikuti Pemeriksaan Kesehatan
Sebagian remaja merasa khawatir ketika akan diperiksa.
Padahal pemeriksaan kesehatan umumnya berlangsung cepat, aman, dan dilakukan oleh tenaga kesehatan yang sudah terlatih.
Tujuan utama pemeriksaan bukan mencari kesalahan, melainkan memastikan kondisi tubuh tetap sehat.
Kalaupun ditemukan suatu masalah, bukan berarti harus panik. Justru itu menjadi kesempatan untuk mendapatkan penanganan lebih awal sehingga peluang sembuh atau mencegah komplikasi menjadi lebih baik.
Yuk, Jadikan Pemeriksaan Kesehatan Sebagai Kebiasaan
Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan makan saat lapar atau berobat ketika sakit.
Tubuh juga perlu diperiksa secara berkala agar kita mengetahui kondisinya sejak dini.
Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) menjadi kesempatan yang sangat baik bagi anak usia sekolah dan remaja untuk mengenal kondisi kesehatannya, memperoleh edukasi, sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak muda.
Karena kesehatan bukan hanya untuk hari ini, tetapi menjadi bekal menjalani pendidikan, meraih cita-cita, dan menikmati masa depan dengan lebih baik.
Referensi
1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). https://www.kemkes.go.id
2. Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). https://promkes.kemkes.go.id
3. World Health Organization (WHO). Adolescent Health. https://www.who.int/health-topics/adolescent-health
4. World Health Organization (WHO). Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. https://www.who.int/publications/i/item/9789240015128
5. UNICEF. Adolescent Development and Participation. https://www.unicef.org/adolescence
6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Healthy Schools. https://www.cdc.gov/healthyschools/index.htm
7. Sumber Ilustrasi Gambar. ChatGPT. https://chatgpt.com
Artikel ini telah direview oleh:
Sri Nur Wahyuni, S.KM
Petugas Promkes Puskesmas Pancatengah
Puskesmas Pancatengah — Jl. Raya Pancatengah, Desa Cibongas, Kec. Pancatengah, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat 46194
Author Profile
- Halo, saya Fasya Nazwa Sakib, mahasiswi Program Studi Kesehatan Masyarakat yang memiliki minat pada bidang pendidikan, kesehatan, kepemimpinan, komunikasi, dan pengembangan diri. Saya aktif dalam organisasi, kegiatan volunteer, serta pengembangan sumber daya manusia, dan juga merintis usaha di bidang fashion, jasa, dan kuliner. Saya menyukai kepenulisan, public speaking, digital marketing, dan content creation. Melalui website ini, saya berbagi pengalaman, pemikiran, dan karya sebagai bentuk kontribusi untuk menginspirasi dan memberi manfaat. Saya percaya bahwa ilmu akan semakin bermakna ketika dibagikan, dan setiap langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menciptakan perubahan yang besar.
Latest entries
Berita KesehatanSeptember 26, 2026Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Remaja Sehat
Berita KesehatanSeptember 26, 2026Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tingkatkan Kepedulian Santri
Berita KesehatanSeptember 23, 2026Pemeriksaan Kesehatan Gratis Lindungi Remaja Sejak Dini
Berita KesehatanSeptember 23, 2026Pemeriksaan Kesehatan Gratis Tingkatkan Kepedulian Siswa



