Ketua Tim Percepatan Wakatobi Bersinar, Saleh Hanan, mendapatkan perkataan kurang menyenangkan dari Kepala Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Daerah Wakatobi, Efendy Rahman. Hal itu terjadi ketika dirinya mengantarkan warga miskin penderita gizi buruk ke RSUD Wakatobi.
“Saya tidak terima, masa warga yang tidak memliliki Kartu BPJS Kesehatan pergi berobat di RSUD Wakatobi dibilang tai dan sampah,” ucapnya, Sabtu (15/04/2017).
Menurut Saleh, awalnya ia mengantarkan dua penderita gizi buruk asal Desa Mola Utara dan Desa Mola Selatan, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Jumat (14/04/2017) malam. Begitu juga saat ia kembali mengantarkan penderita gizi buruk asal Kecamatan Kaledupa, Wakatobi Sabtu ini. Perkataan tersebut kembali dilontarkan yang bersangkutan.
“Saya sudah jemput warga yang kena gizi buruk di rumahnya, agar dibawa ke RSUD untuk mendapat pengobatan, masa dibilang kami bawa sampah dan tai ke RSUD Wakatobi,” ucap pria pencetus program Wakatobi bersinar dengan nada suara keras.
Dikatakannya, petugas Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Wakatobi telah mengambil Kartu Keluarga dan KTP orang tua penderita gizi buruk. Tindakan dilakukan guna keperluan pengurusan kartu BPJS Kesehatan bersinar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis.
“Kesehatan ini hak asasi tertinggi, ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Wakatobi, Arhawi telah mempertegas, setiap warga setempat mendapatkan pelayanan pengobatan saat mendatangi RSUD. Terkait pembiayaannya, Pemda Wakatobi akan menanggung melalui BPJS Kesehatan Bersinar.
Ketika akan dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Daerah Wakatobi, Efendy Rahman tidak ditempat.
Author Profile
Latest entries
Dinas KesehatanMei 4, 2017Awas, Tren Penderita Demam Berdarah dan TB Meningkat
Berita KesehatanMei 3, 2017Pacu Inovasi di Dunia Medis, IndoHCF Gelar Kompetisi
Berita KesehatanApril 28, 2017Antisipasi Terjadi KKM, Pemkot Pangkalpinang Susun Rencana Kontijensi KKM
Edukasi KesehatanApril 27, 2017Bukan Pegawai Biasa, Keahliannya Sebagai Intelijen Dibidang Penyakit


