Cegah PTM dengan CERDIK: Mulai dari Kebiasaan Sehari-hari

CERDIK mengingatkan kita untuk cek kesehatan, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat, istirahat cukup, dan kelola stres.

Cegah PTM dengan CERDIK bisa kita mulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka panjang. Karena itu, penting bagi kita untuk mengenali langkah pencegahan PTM sejak dini.

Puskesmas Jamanis mengangkat pesan “Cegah PTM dengan CERDIK” dalam penyuluhan kesehatan pada 8 Agustus 2026. Pesan tersebut mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan melalui kebiasaan yang dapat diterapkan sehari-hari. Lalu, apa arti CERDIK dan bagaimana cara menerapkannya? Yuk, kita bahas satu per satu.

Mengapa Perlu Cegah PTM dengan CERDIK?

Penyakit Tidak Menular merupakan penyakit yang tidak menular dari satu orang ke orang lain. Kelompok PTM mencakup penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, penyakit pernapasan kronis, serta diabetes.

Menurut World Health Organization (WHO), beberapa faktor risiko PTM berkaitan dengan penggunaan tembakau, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, penggunaan alkohol yang berbahaya, dan polusi udara. Faktor tersebut juga dapat berkaitan dengan tekanan darah tinggi, kelebihan berat badan atau obesitas, gula darah tinggi, dan kadar lemak darah yang tidak sehat.

Karena itu, kita tidak perlu menunggu sakit untuk mulai menjaga kesehatan. Kita bisa memperbaiki kebiasaan sehari-hari secara bertahap. Namun, kebiasaan sehat tidak menjamin seseorang pasti bebas PTM karena faktor genetik dan lingkungan juga ikut berperan.

Cek Kesehatan Secara Berkala

Huruf C dalam CERDIK berarti Cek kesehatan secara berkala. Pemeriksaan kesehatan membantu kita mengetahui kondisi tubuh dan mengenali faktor risiko lebih awal.

Kebutuhan pemeriksaan setiap orang bisa berbeda. Usia, kondisi kesehatan, riwayat keluarga, dan anjuran tenaga kesehatan dapat menentukan jenis pemeriksaan yang seseorang perlukan.

Oleh karena itu, jangan menunggu tubuh terasa tidak nyaman untuk mulai memperhatikan kesehatan. Jika puskesmas atau tenaga kesehatan menyarankan pemeriksaan tertentu, ikuti anjuran tersebut. Selanjutnya, tenaga kesehatan dapat membantu menentukan langkah yang sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan.

Enyahkan Asap Rokok

Selanjutnya, huruf E berarti Enyahkan asap rokok. Rokok tidak hanya berdampak pada orang yang merokok. Orang lain juga dapat menghirup asap rokok dan ikut terkena dampaknya.

WHO memasukkan penggunaan tembakau dan paparan asap rokok sebagai faktor risiko penting PTM. Karena itu, tidak merokok menjadi salah satu pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan.

Bagi orang yang sudah merokok, berhenti merokok dapat menjadi langkah penting untuk memperbaiki kesehatan. Selain itu, kita juga dapat menjaga rumah dan tempat berkumpul agar bebas asap rokok. Dengan begitu, kita ikut melindungi orang lain dari paparan asap rokok.

Rajin Melakukan Aktivitas Fisik

Kemudian, huruf R berarti Rajin aktivitas fisik. Tubuh membutuhkan gerak agar kita tetap aktif dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Aktivitas fisik tidak selalu berarti olahraga berat. Kita bisa berjalan kaki, bersepeda, melakukan pekerjaan rumah, atau memilih kegiatan lain yang membuat tubuh bergerak.

Jika olahraga terasa berat, kita tidak perlu langsung membuat target yang ekstrem. Sebaliknya, mulailah dari aktivitas yang realistis dan sesuai kemampuan. Pilih kegiatan yang kita sukai agar lebih mudah menjadikannya sebagai kebiasaan.

Jika seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan pilihan aktivitas fisik dengan tenaga kesehatan. Dengan begitu, kita dapat memilih aktivitas yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Diet Sehat dengan Kalori Seimbang

Berikutnya, huruf D berarti Diet sehat dengan kalori seimbang. Kata “diet” sering membuat kita membayangkan aturan makan yang ketat. Padahal, kita dapat memahami diet sehat sebagai pola makan yang beragam, seimbang, dan sesuai kebutuhan tubuh.

WHO menganjurkan pola makan yang memperhatikan kecukupan, keseimbangan, keberagaman, dan jumlah makanan yang tidak berlebihan. Karena itu, kita dapat memilih lebih banyak makanan yang minim proses serta membatasi makanan yang tinggi gula bebas, garam atau natrium, dan lemak tidak sehat.

Namun, kebutuhan setiap orang tidak sama. Usia, aktivitas, kondisi kesehatan, budaya, dan ketersediaan makanan dapat memengaruhi pilihan makanan seseorang. Jadi, kita tidak perlu mengikuti pola makan orang lain secara mentah.

Istirahat yang Cukup

Setelah beraktivitas, tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat. Karena itu, huruf I dalam CERDIK berarti Istirahat yang cukup.

Kita dapat mengatur jadwal harian agar aktivitas, pekerjaan, dan waktu tidur memiliki porsi yang seimbang. Jangan terus-menerus mengurangi waktu istirahat hanya karena pekerjaan atau aktivitas lain.

Selain itu, perhatikan kondisi tubuh. Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kita dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Dengan begitu, kita bisa mencari penyebab dan mendapatkan saran yang sesuai.

Kelola Stres dengan Cara Sehat

Terakhir, huruf K berarti Kelola stres. Stres merupakan bagian dari kehidupan. Namun, kita tetap perlu mengenali dan mengelolanya agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Setiap orang mungkin memiliki cara berbeda untuk menghadapi stres. Kita bisa berbicara dengan orang yang dipercaya, melakukan aktivitas yang disukai, beristirahat, atau mengatur kembali rutinitas yang terlalu padat.

Jika stres terasa sangat berat, berlangsung lama, atau mengganggu kehidupan sehari-hari, jangan menghadapi semuanya sendirian. Sebaiknya, cari bantuan dari tenaga kesehatan atau profesional yang sesuai.

Mulai Cegah PTM dengan CERDIK

Enam langkah CERDIK memang terdengar sederhana. Namun, penerapannya membutuhkan kebiasaan yang konsisten. Kita tidak harus mengubah seluruh rutinitas dalam satu hari.

Sebagai langkah awal, kita bisa memilih satu kebiasaan yang paling mudah dilakukan. Misalnya, mulai berjalan kaki, mengurangi paparan asap rokok, memperbaiki pilihan makanan, atau mulai memperhatikan waktu istirahat.

Setelah kebiasaan tersebut mulai terasa lebih mudah, kita bisa menambahkan kebiasaan sehat lainnya. Dengan cara ini, perubahan terasa lebih realistis dan tidak terlalu membebani.

Pada akhirnya, Cegah PTM dengan CERDIK bukan sekadar slogan. Pesan ini dapat menjadi pengingat sederhana agar kita lebih peduli terhadap kesehatan. Melalui kebiasaan yang sehat dan konsisten, kita dapat melakukan langkah pencegahan PTM sejak dini.

Jadi, tidak perlu menunggu sakit untuk mulai menjaga diri. Yuk, mulai dari satu kebiasaan sehat yang bisa kita lakukan hari ini.

Author Profile

Deviany Hanadia Nuryalestri
Yuk Share Postingan Ini:
Deviany Hanadia Nuryalestri
Deviany Hanadia Nuryalestri
Articles: 5

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *