Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan disebarkan oleh vektor nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk tersebut dapat ditemukan hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali kawasan dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan air laut. Penyakit DBD dapat menyerang anak kecil sampai orang dewasa. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sampai pada minggu ke-17 tahun 2024 ditemukan sebanyak 88.593 kasus demam berdarah di Indonesia dengan 621 kasus kematian.
Kualitas dari lingkungan menjadi faktor risiko paparan vektor nyamuk terhadap manusia. Lingkungan dapat berfungsi sebagai tempat perindukan (breeding place) dan habitat beristirahat (resting place). Lingkungan fisik rumah yang mempengaruhi kualitas lingkungan antara lain hunian yang padat, adanya kontainer, curah hujan dan kelembapan udara yang tidak sehat yang dapat mendukung perkembang biakan nyamuk.
Belum ada spesifikasi yang nyata mengenai penanganan penyakit DBD sehingga sangat dibutuhkan upaya pengendalian faktor risikonya. Kemenkes memiliki program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus yaitu, menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, dan mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Selanjutnya terdapat poin “Plus” yang meliputi kegiatan menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat yang digunakan untuk penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, penggunaan obat anti nyamuk, pemasangan kawat kasa di jendela dan ventilasi rumah, melakukan pembersihan lingkungan, meletakkan pakaian yang sudah digunakan di wadah tertutup, pemberian larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras, dan memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.
Mulai dari sekarang masyarakat harus ikut andil dalam menyukseskan program 3M Plus sebagai upaya menjaga diri dan keluarga dari tertularnya penyakit DBD.
Referensi:
Mahardika, I. G. W. K., Rismawan, M., & Adiana, I. N. (2023). Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Perilaku Pencegahan Dbd Pada Anak Usia Sekolah Di Desa Tegallinggah. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 7(1), 51-57.
Ismah, Z., Purnama, T. B., Wulandari, D. R., Sazkiah, E. R., & Ashar, Y. K. (2021). Faktor Risiko Demam Berdarah Di Negara Tropis. Aspirator-Journal Of Vector-Borne Disease Studies, 13(2), 147-158.
Kristanti, H., & Damayanti, S. (2021). Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Dbd Di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan Ii, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan Indonesia, 10(2), 167-173.
Fitriyani, N. E., Khumaeni, E. H., & Fauzi, M. F. (2023). Epidemiologi Dan Penatalaksanaan Demam Berdarah. Jurnal Abdimas Indonesia, 1(1).
https://www.ecdc.europa.eu/en/disease-vectors/facts/mosquito-factsheets/aedes-albopictus
https://www.ecdc.europa.eu/en/disease-vectors/facts/mosquito-factsheets/aedes-aegypti
https://kemkes.go.id/id/waspada-dbd-di-musim-kemarau
https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus
https://www.pexels.com/id-id/foto/close-up-gigitan-nyamuk-pada-kulit-manusia-28647149/
Artikel ini sudah direview oleh:
Dewi Camellia, S. T
Tenaga Promkes Puskesmas Cikatomas
Puskesmas Cikatomas
Jl. Rumah Sakit No. 17, Pakemitan, Cikatomas, Tasikmalaya, Jawa Barat 46193
E-mail: pkm.cikatomas@gmail.com
Telp: 082317959903



