Ngeri! Kenali Resiko Kesehatan Perokok Aktif dan Perokok Pasif

Merokok tidak hanya merugikan pelakunya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Dalam dunia kesehatan, dikenal dua jenis perokok, yaitu perokok aktif dan perokok pasif. Keduanya sama-sama beresiko mengalami gangguan kesehatan, meskipun memiliki perbedaan dalam cara paparan terhadap asap rokok.

Merokok tidak hanya merugikan pelakunya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Dalam dunia kesehatan, dikenal dua jenis perokok, yaitu perokok aktif dan perokok pasif. Baik kesehatan Perokok aktif dan perokok pasif beresiko mengalami gangguan, meskipun memiliki perbedaan dalam cara paparan terhadap asap rokok.

Perokok Aktif vs Perokok Pasif

Perokok aktif adalah orang yang secara sadar mengisap rokok dan menghirup langsung asap tembakau. Mereka mendapatkan paparan zat berbahaya seperti nikotin, tar, karbon monoksida, dan ribuan senyawa kimia lainnya. Sebagai seorang yang secara langsung mengisap rokok tentu resiko kesehatan tinggi.

Sebaliknya, perokok pasif adalah individu yang tidak merokok, namun terpapar asap rokok dari lingkungan sekitar baik dari ujung rokok yang terbakar maupun asap yang dihembuskan oleh perokok aktif. Meski tidak merokok, perokok pasif tetap menghirup racun yang sama, bahkan dalam beberapa kasus, dengan resiko yang lebih tinggi.

Dampak Merokok terhadap Kesehatan

Perokok aktif beresiko tinggi terhadap:

  • Kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Stroke
  • Gangguan kesuburan
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Sementara itu, perokok pasif juga beresiko mengalami:

  • Asma dan infeksi saluran pernapasan atas
  • Kanker paru-paru meski tidak merokok
  • Gangguan jantung dan tekanan darah
  • Risiko kematian mendadak pada bayi atau SIDS (Suddent Infant Death Syndrome)
  • Gangguan kehamilan, seperti bayi lahir prematur atau berat badan rendah

Mengapa Harus Waspada?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun terdapat lebih dari 8 juta kematian akibat paparan asap rokok pada perokok pasif. Ini menunjukkan bahwa bahaya rokok tidak hanya terbatas pada mereka yang menghisapnya, tetapi juga meluas ke lingkungan sekitar.

Meninggalkan kebiasaan merokok dan menciptakan lingkungan bebas asap rokok adalah upaya penting dalam melindungi kesehatan diri dan orang lain. Edukasi sejak dini serta regulasi kawasan bebas rokok sangat berperan dalam mengurangi risiko penyakit yang diakibatkan oleh rokok.

Artikel ini di-review oleh Dianissafitrah, S.Km (Kesmas-ID)

Daftar Pustaka

World Health Organization (WHO) Indonesia. (31 Mei 2025). More than 100 reasons to quit tobacco. Diakses pada 15 Juli 2025, dari [https://www.who.int/indonesia/news/campaign/world-no-tobacco-day-2021/more-than-100-reasons)

Generali Indonesia. (tanpa tahun). Bahaya Perokok Aktif dan Pasif. Diakses pada 15 Juli 2025, dari [https://www.generali.co.id/id/healthyliving/healthy-lifestyle/bahaya-perokok-aktif-dan-pasif]

Tim RS Pondok Indah. (28 Mei 2025). Perbedaan Perokok Aktif dan Pasif. Diakses pada 15 Juli 2025, dari [https://www.rspondokindah.co.id/id/news/perbedaan-perokok-aktif-dan-pasif]

Kevin Adrian. (21 Maret 2025). Bahaya Menjadi Perokok Pasif. Alodokter. Diakses pada 15 Juli 2025, dari [https://www.alodokter.com/bahaya-menjadi-perokok-pasif]

Yuk Share Postingan Ini:
Alfa Tri Annisa
Alfa Tri Annisa
Articles: 10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *