Penyuluhan bahaya merokok dan napza sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan bahaya merokok dan napza pada anak usia sekolah, peyuluhan tersebut dilaksanakan pada tgl 30 september – 10 Oktober 2019 di 8 sekolahan SMP, SMA, dan SMK Kecamatan Negara Batin, wilayah kerja Puskesmas Gisting Jaya, Kabupaten Way Kanan yang meliputi:
- SMP N 02 Negara Batin
- SMP N 04 Negara Batin
- MTS Pondok Mekah
- MTS Hidayatul Muslihin
- MA Pondok Mekah
- MA Hidayatul Muslihin
- SMA N 02 Negara Batin
- SMK 01 Negara Batin
Kegiatan penyuluhan bahaya merokok dan NAPZA merupakan salah satu program Promkes UKM Esensial yang terdapat didalam POA (Plan Of Action) Puskesmas Gisting Jaya Tahun 2019, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bahaya merokok dan NAPZA kepada remaja khususnya untuk siswa-siswi SMP, SMA, dan SMK.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa remaja merupakan masa dimana rasa ingin tahu dan rasa ingin mencoba akan hal baru sangatlah tinggi. Oleh karena itu kita sebagai petugas kesehatan bekerjasama dengan lintas sektor pendidikan memberikan edukasi agar para remaja dapat tumbuh menjadi remaja sehat, memiliki banyak inovasi dan memiliki produktifitas yang tinggi.
Telah kita ketahui bahwa rokok dan NAPZA mengandung zat yang sangat berbahaya salah satunya yaitu mengandung zat adiktif yang dapat menimbulkan efek candu atau kecanduan.
Dalam sebatang rokok mengandung 4000 jenis senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat penyebab kanker (karsinigenik). Ada 6 cara untuk menghindari pengaruh untuk merokok yaitu:
- Hindari berkumpul dengan teman – teman yang sedang merokok
- Yakinlah bahwa rokok bukan satu – satunya sarana pergaulan
- jangan malu mengatakan bahwa diri kita bukan perokok
- Perbanyak mencari Informasi tentang bahaya rokok
- Hindari sesuatu yang terkait tentang rokok (Sponsor, Iklan, Poster, Rokok gratis)
- Lakukan hal-hal positif lainnya, seperti: olahraga, membaca atau hobi lain yang menyehatkan.
Sasaran dari penyuluhan bahaya merokok dan napza adalah siawa-siswi SMP dan SMA dimana tingkat pendidikan tentu mempengaruhi perilaku siswa dan siswi tersebut.

Saat memberikan penyuluhan pada tingkat SMP yang dimana sebagian besar dari mereka belum tercemari oleh rokok, dan masih malu-malu untuk bertanya sehingga saya sebagai narasumber memberikan edukasi tentang tips menjadi remaja sehat tanpa rokok dan napza.
Dan ketika memberikan penyuluhan pada tingkat SMA/SMK tentu mempunyai tantangan tersendiri untuk mampu mengubah perilaku mereka karena sebagian besar siswa SMA sudah merokok.
Siswa-Siswi SMA lebih aktif bertanya tentang bagaimana cara untuk berhenti merokok dan menghindari dari temna yang merokok. Tentu saya sebagai narasumber senang dengan pertanyaan tersebut karena menandakan bahwa merekan mempunyai keinginan untuk berhenti merokok.
Diakhir sesi penyuluhan saya selipkan Senam Otak untuk penyegaran. Harapan dari diselenggarakan kegiatan ini yaitu mengajak remaja untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan salah satu pilar dari PHBS yaitu tidak merokok dan selain itu tentu mengajak remaja untuk menjadi remaja yang sehat, kreatif, inovatif dan memiliki produktifitas yang tinggi.
Staf Promkes Puskesmas Gisting Jaya
– Dewik Sundari, SKM
– Indah Rusanti, Amd.Keb



