Indramayu– PJ Program P2BB Ramada M., AMK beserta petugas Promkes Neneng Nurhayati, SKM dan Akhmad Maulani, SKM kembali melakukan Kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) sebagai upaya peningkatan pengetahuan, sumberdaya kesehatan, perencanaan, koordinasi, supervisi dan umpan balik untuk menunjang keberhasilan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilakukan juru pemantau jentik (jumantik) dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Senin 15/07/19 kegiatan dilakukan di Desa Tanjakan Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu.

Juru Pemantau Jentik (Jumantik) adalah anggota masyarakat yang secara sukarela memantau keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di lingkungannya. Mereka memiliki tanggung jawab untuk mendorong masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin.
Jumantik berperan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapaan masyarakat menghadapi demam berdarah dengue (DBD). Peningkatan kapasitas bagi para jumantik memampukan mereka untuk menyebarkan informasi yang tepat dan benar tentang penanggulangan DBD.
Lebih dari itu, kegiatan ini bukan hanya meningkatan pengetahuan, dan menunjang keberhasilan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilakukan juru pemantau jentik (jumantik) saja, tapi diharapkan warga yang sudah dipantaupun mereka bisa getok tular menyebarkan informasi dan melakukannya secara mandiri sebagai upaya pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) seperti melakukan 3M Plus yaitu:
- Menguras, adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain
- Menutup, yaitu menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya; dan
- Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular Demam Berdarah.
Adapun yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti
- Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan;
- Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk;
- Menggunakan kelambu saat tidur;
- Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk;
- Menanam tanaman pengusir nyamuk,
- Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah;
- Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.
Semoga dengan kegiatan ini diharapkan tidak ada lagi kasus DBD di kecamatan Krangkeng khususnya di wilayah kerja Puskesmas Krangkeng.




