Pasrujambe, Lumajang — Kabar membanggakan datang dari Kecamatan Pasrujambe. UPTD Puskesmas Pasrujambe bersama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Kertosari berhasil meraih juara 1 dalam ajang Kompetisi Video Kampanye Kreatif Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis (POP TB) Indonesia. Kompetisi ini mengangkat tema “SATU TB: Sinergi Aksi Tuntaskan TB” sebagai bagian dari kampanye edukasi eliminasi Tuberkulosis (TB) di Indonesia.
Kompetisi yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 tersebut diikuti oleh 33 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui media video kreatif, peserta diajak menyampaikan pesan edukasi TB dengan cara yang lebih dekat, mudah dipahami, dan menyentuh masyarakat.
Kompetisi ini menggunakan penilaian juri sebesar 80% dan penilaian publik sebesar 20% melalui engagement media sosial. Penilaian juri sendiri meliputi kejelasan pesan, ketepatan informasi, kreativitas penyampaian cerita, dan kualitas visual video.

Video karya kolaborasi UPTD Puskesmas Pasrujambe dan KIM Desa Kertosari mengangkat kisah seorang pasien TB yang perlahan kehilangan harapan akibat penyakit dan stigma dari lingkungan sekitar. Batuk yang terus diabaikan, rasa takut untuk berobat, hingga kekhawatiran akan dijauhi orang lain menjadi gambaran yang dekat dengan realitas di masyarakat.
Perubahan mulai terlihat ketika skrining TB dilakukan lebih aktif di masyarakat. Melalui Aplikasi E-TIBI dan SATUSEHAT Mobile untuk CKG, masyarakat kini lebih mudah mengenali gejala TB sejak dini. Di sisi lain, kader kesehatan juga rutin melakukan skrining di Posyandu ILP hingga kunjungan rumah untuk memastikan warga yang berisiko dapat segera diperiksa dan memperoleh pendampingan pengobatan.
Video tersebut juga menunjukkan bahwa pasien TB tidak bisa berjuang sendirian. Ada kader yang datang mengedukasi, tenaga kesehatan yang mendampingi pengobatan sampai tuntas, pemerintah desa yang memberi dukungan, hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang ikut membantu menciptakan lingkungan tanpa stigma. Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari rantai penanganan TB yang tidak boleh putus agar pasien tetap semangat menjalani pengobatan.
Upaya ini juga memperlihatkan semangat Desa Siaga yang masih hidup di tengah masyarakat. Penanganan TB tidak lagi dipandang sebagai urusan tenaga kesehatan semata, tetapi menjadi kepedulian bersama di lingkungan desa. Semangat saling menjaga dan gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Desa Siaga Bebas TB.

Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku UPTD Puskesmas Pasrujambe, Alifta Sukmawati, S.KM. menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan akan lebih mudah diterima ketika masyarakat ikut dilibatkan secara langsung.
“Kadang tenaga kesehatan memahami materinya, tetapi tidak semuanya memiliki waktu dan kemampuan membuat media edukasi yang menarik. Di sisi lain, kami juga memiliki keterbatasan SDM dan media informasi. Akhirnya, kami mencoba menggandeng KIM Desa Kertosari yang memang dekat dengan dunia informasi dan kreativitas masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut ternyata membuat pesan tentang TB terasa lebih membumi dan mudah dipahami masyarakat.
“Pesan kesehatan tidak harus selalu disampaikan dengan cara formal. Ketika masyarakat ikut terlibat, informasi yang diberikan justru terasa lebih dekat. Kompetisi ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas pihak dan partisipasi aktif masyarakat dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menyampaikan edukasi TB agar lebih mudah dipahami,” tambahnya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi puskesmas dan KIM desa lainnya untuk terus berinovasi dalam promosi kesehatan guna mendukung eliminasi TB menuju Indonesia Bebas TB 2030. Dengan semangat “SATU TB”, UPTD Puskesmas Pasrujambe dan KIM Desa Kertosari membuktikan bahwa tidak boleh ada siapa pun yang berjuang sendirian menghadapi TB.
Video dapat diakses melalui: https://bit.ly/RANTAI-YANG-TAK-BOLEH-PUTUS
#SATUTB #POPTBIndonesia #LawanTB #EliminasiTB2030 #KIMKertosari #PuskesmasPasrujambe #PromosiKesehatan #LumajangBerprestasi #Hardiknas2026 #StopTB



