Menjaga kesehatan anak sekolah bukan hanya tentang memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang baik, tetapi juga memastikan kondisi kesehatannya tetap terjaga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pemeriksaan kesehatan sejak dini, termasuk skrining penyakit kulit seperti frambusia dan kusta.
Pada Senin, 14 September 2026, telah dilaksanakan kegiatan skrining frambusia dan kusta di SDIT Al Khoeriyyah, Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh petugas kesehatan, Rizky Fauzi Madani, A.Md. Kep., sebagai bagian dari upaya pemantauan kesehatan anak usia sekolah.
Mengenal Frambusia dan Kusta Sejak Dini

Frambusia dan kusta merupakan penyakit yang perlu mendapatkan perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan kulit apabila tidak dikenali dan ditangani dengan tepat.
Frambusia merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan umumnya menyerang kulit, tulang, serta persendian. Penyakit ini dapat ditandai dengan munculnya luka atau kelainan pada kulit.
Sementara itu, kusta atau lepra merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Gejalanya dapat berupa bercak kulit berwarna lebih terang atau kemerahan yang disertai berkurangnya rasa pada area tersebut.
Kedua penyakit ini perlu dikenali sejak awal agar masyarakat tidak terlambat mendapatkan pemeriksaan dan penanganan kesehatan.
Skrining sebagai Langkah Deteksi Dini

Melalui kegiatan skrining, petugas kesehatan melakukan upaya pemeriksaan untuk mengenali kemungkinan adanya tanda atau gejala penyakit pada anak.
Skrining bukan berarti seseorang yang diperiksa langsung dinyatakan menderita penyakit tertentu. Pemeriksaan ini merupakan langkah awal untuk mengetahui apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
Deteksi dini menjadi penting karena semakin cepat suatu penyakit dikenali, semakin cepat pula langkah penanganan yang dapat dilakukan.
Selain itu, kegiatan seperti ini juga membantu meningkatkan perhatian terhadap kesehatan anak, khususnya kesehatan kulit yang terkadang dianggap sebagai masalah biasa.
Sekolah Sehat Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Kegiatan skrining kesehatan di sekolah juga memiliki keterkaitan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
PHBS merupakan kebiasaan yang dilakukan atas dasar kesadaran untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Dalam penerapannya di sekolah, PHBS dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta menggunakan fasilitas sanitasi yang bersih.
Kebiasaan tersebut perlu diterapkan secara konsisten oleh siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, penerapan PHBS di sekolah bertujuan membantu peserta didik membiasakan perilaku sehat sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar.
Dengan lingkungan yang bersih dan kebiasaan hidup sehat, anak-anak diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.
Peran Bersama dalam Menjaga Kesehatan Anak

Menjaga kesehatan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Orang tua dan pihak sekolah juga memiliki peran penting dalam memperhatikan kondisi kesehatan anak.
Orang tua dapat membantu dengan memperhatikan perubahan pada kulit anak, terutama apabila terdapat bercak yang tidak biasa, luka yang sulit sembuh, atau bagian kulit yang mengalami penurunan rasa.
Jika menemukan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.
Penting juga untuk tidak memberikan stigma atau menjauhi anak yang memiliki kelainan kulit. Tidak semua kelainan kulit disebabkan oleh frambusia atau kusta, sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Melalui kegiatan skrining frambusia dan kusta di SDIT Al Khoeriyyah, diharapkan perhatian terhadap kesehatan anak usia sekolah semakin meningkat.
Langkah sederhana seperti pemeriksaan kesehatan, pembiasaan PHBS, serta kepedulian orang tua dan guru dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.
Karena pada akhirnya, anak yang sehat bukan hanya mampu mengikuti kegiatan belajar dengan baik, tetapi juga memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Author Profile
Latest entries
Edukasi KesehatanOktober 1, 2026Skrining Frambusia dan Kusta: Kenali Gejala, Cegah Penyakit Sejak Dini
Berita KesehatanOktober 1, 2026Skrining Frambusia dan Kusta untuk Menjaga Kesehatan Anak Sekolah
Edukasi KesehatanSeptember 29, 2026POPM Kecacingan: Langkah Bersama Mencegah Infeksi Cacing pada Anak
Berita KesehatanSeptember 29, 2026POPM Kecacingan di SDN Sadaukir Desa Sukapura Kecamatan Sukaraja



