Imunisasi JE di SMP N 1 Nglipar: Mencegah Penyakit Menular

Puskesmas Nglipar II melibatkan 479 siswa SMP N 1 Nglipar untuk mencegah penyakit Japanese Encephalitis melalui vaksinasi.

Puskesmas Nglipar II melibatkan 479 siswa SMP N 1 Nglipar untuk mencegah penyakit Japanese Encephalitis melalui vaksinasi.

Berdasarkan data surveilans Acute Encephalitis Syndrome (AES) per Januari 2024, tercatat 77 kasus di Bali, 28 kasus di Kalimantan Barat, dan 13 kasus di Yogyakarta. Mengingat Yogyakarta merupakan wilayah endemik Japanese Encephalitis (JE), pemerintah setempat melaksanakan imunisasi massal secara serentak pada September hingga Oktober 2024. Salah satu kegiatan vaksinasi dilakukan oleh Puskesmas Ponjong 2 di Gunungkidul pada 10 September 2024 dengan sasaran bayi, balita, dan anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Program ini merupakan upaya penting dalam mencegah radang otak yang disebabkan oleh virus JE, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex, dan berisiko tinggi bagi anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Imunisasi Japanese Encephalitis merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit JE pada manusia. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul menyelenggarakan Imunisasi JE bersama UPT Puskesmas Karangmojo 1 pada hari senin 9 September 2024 pada pukul 08.30 ─ 09.00 WIB yang bertempat di Kalurahan Karangmojo.