Launching dan FGD Program SANTRI BERANI di Pesantren Thoyyibah Putri Kota Bogor

Program SANTRI BERANI dilaksanakan sebagai respons terhadap pentingnya peningkatan kesehatan remaja putri, khususnya dalam pencegahan anemia yang masih menjadi tantangan di lingkungan pesantren.

Yayasan Santri Peduli Negeri (SAPIN) berkolaborasi dengan ChildFund Internasional di Indonesia melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa launching dan Focus Group Discussion (FGD) Program SANTRI BERANI (Bersama Cegah Anemia dan Perbaikan Gizi). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta upaya pencegahan anemia dan perbaikan gizi di kalangan santri putri. Dalam rangkaian yang sama, juga dilaksanakan pelatihan pertama kader kesehatan sebagai langkah awal membentuk agen perubahan di lingkungan pesantren.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat, 1 Mei 2026, dengan dua agenda utama yang berjalan secara paralel, yaitu launching dan FGD program serta pelatihan kader kesehatan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat partisipasi aktif dari para peserta.

Kegiatan bertempat di Pesantren Thoyyibah Putri, Kota Bogor, yang menjadi salah satu sasaran Program SANTRI BERANI. Pemilihan lokasi ini sejalan dengan fokus program yang menyasar remaja putri di lingkungan pesantren sebagai kelompok prioritas dalam upaya pencegahan anemia dan peningkatan status gizi.

FGD melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain pengajar dan pengurus pesantren, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Lurah Margajaya, serta Puskesmas Sindang Barang. Sementara itu, pelatihan kader kesehatan diikuti oleh 34 santri putri Pesantren Thoyyibah. Materi pelatihan disampaikan oleh dr. Ikram Syahrin Akbar terkait anemia, serta nutrisionis Puskesmas Sindang Barang, Ibu Dina Agestina, yang membahas gizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku”.

Program SANTRI BERANI dilaksanakan sebagai respons terhadap pentingnya peningkatan kesehatan remaja putri, khususnya dalam pencegahan anemia yang masih menjadi tantangan di lingkungan pesantren. Melalui FGD, para pemangku kepentingan mendiskusikan gambaran kondisi kesehatan santri, berbagai tantangan yang dihadapi, serta kebijakan yang telah dan dapat dikembangkan guna mendukung intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan launching program yang dilanjutkan dengan FGD interaktif guna menggali permasalahan dan merumuskan solusi bersama. Diskusi mencakup identifikasi kondisi kesehatan, tantangan implementasi, serta penguatan kebijakan lintas sektor, dan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap program. Secara paralel, pelatihan kader kesehatan dilaksanakan melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai anemia serta pola makan bergizi seimbang, sebagai bekal dalam menjalankan peran sebagai kader kesehatan di lingkungan pesantren.

Yuk Share Postingan Ini:
Amrullah Jabar
Amrullah Jabar

Editor Kesmas-ID

Articles: 145

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *