Keterlibatan Lintas Sektor Kunci Keberhasilan Penanggulangan TB

“Kami berterima kasih kepada pihak kampus yang telah menjadikan kelurahan Mata Air sebagai fokus kegiatan pengabdian Masyarakat, dan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah memberikan kontribusi positif  selama berada di kelurahan Mata Air, ungkap Pak Suardi selaku Lurah Mata Air.

Angka Tuberculosis di Indonesia kian hari terus mengalami peningkatan, hal ini mendorong pemerintah untuk menargetkan Indonesia bebas Tuberculosis (TB) pada tahun 2030 mendatang. Untuk itu diperlukan upaya bersama dalam penanggulangan TB secepat dan sedini mungkin. Karena Penanggulangan Tuberculosis (TB) tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan saja, melainkan diperlukan adanya keterlibatan lintas sektor dalam keberhasilan penanggulangan TB.  

Atas dasar inilah, Kelompok 2 Peminatan Promosi Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Andalas, yang beranggotakan Arifian Rahman, Dela Desmita Sari, Fajrul Khairi, Nadhira Gusriani, Widelina Yulianty Devita, dan Athiqa Fazilla selaku mahasiswa didampingi oleh Kamal Kasra, S.K.M., M.QIH., Ph. D sebagai dosen pembimbing dalam program pengabdian masyarakat merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) merangkul lintas sektor di Kelurahan Mata Air dalam upaya penanggulangan TB melalui beragam program inovasi yang telah dilakukan selama pengabdian.

Dari hasil analisis data dilapangan diperoleh fakta bahwa Kelurahan Mata Air menjadi penyumbang kasus TB Paru terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Rawang dalam periode Januari-Oktober 2022. Hal ini dipengaruhi oleh multifaktor, meliputi kurangnya kesadaran masyarakat terutama keluarga pasien TB akan pentingnya melakukan upaya pencegahan penularan dan deteksi dini penyakit TB, masih minimnya sentuhan edukasi tentang TB pada Masyarakat, serta belum adanya dukungan lintas sektor dalam upaya penanggulangan TB.

“Kegiatan di Puskesmas Rawang masih berfokus pada upaya penjaringan kasus TB yang rutin dilaksanakan sekali dalam setahun, sementara untuk upaya penyuluhan dan edukasi terkait penanggulangan TB, belum maksimal dan rutin dilakukan”, ujar Pak Ikrar selalu Koordinator TB di Puskesmas Rawang.

Setelah dilakukan wawancara mendalam bersama pihak Puskesmas Rawang yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Kepala Bidang Promosi Kesehatan, dan Koordinator TB, diketahui bahwa belum optimalnya peran lintas sektor dalam penanggulangan TB di kelurahan Mata Air.Untuk itu Kelompok 2 Peminatan Promosi Kesehatan dalam kegiatan MBKM meluncurkan beberapa program Inovasi yang melibatkan lintas sektor, yaitu sektor kesehatan, sektor pendidikan, dan sektor pemerintahan di Kelurahan Mata Air.

Program Home Visit

Program Home Visit merupakan inovasi dari kelompok 2 peminatan promosi kesehatan dalam upaya penanggulangan TB melalui penyuluhan dan bimbingan terhadap keluarga pasien TB. Telah dilakukan kunjungan rumah terhadap 5 orang pasien TB di kelurahan Mata Air. Melalui kegiatan ini didapatkan berbagai informasi dimana masih banyak keluarga yang belum mengetahui bagaimana penularan dan pencegahan penyakit TB, khususnya TB Paru.

Selain melakukan penyuluhan tentang  apa itu TB, kelompok 2 juga memberikan kalender PMO (Pengawas Menelan Obat) kepada keluarga pasien TB agar pengobatan pasien dapat optimal sampai sembuh.Pelaksanaan program ini juga dibersamai oleh pihak puskesmas rawang dan lurah serta Rt/Rw kelurahan Mata Air.

“Kita keluarganya juga perlu bimbingan dan pengetahuan gimana cara pencegahan dan penularan TB ini, Apa yang harus kita lakukan sebagai keluarganya, kita sedih juga melihat keluarga kita minum obatnya lama”, ujar salah satu keluarga penderita TB.

Pelatihan dan Pembentukan SPP TB (Satuan Pelajar Peduli TB)

Inovasi program ini dilakukan untuk melibatkan sektor pendidikan dalam upaya penanggulangan TB. Dalam menjalankan program ini kelompok bekerja sama dengan Puskesmas Rawang yang nantinya akan menjadi program Puskesmas dalam Penanggulangan TB. Karena sektor kesehatan tidak dapat dipisahkan dari sektor pendidikan dalam mencapai kesejahteraan masyarakat.

Pembentukan SPP TB dilakukan di SMA 6 Padang sebagai salah satu SMA/Sederajat dengan jumlah Siswa/i terbanyak di Kelurahan Mata Air. Peserta SPP TB berasal dari organisasi PIKR dan PMR di sekolah tersebut, sehingga mereka sudah memiliki dasar pengetahuan tentang kesehatan.

Pembentukan SPP TB dimulai dengan mengadakan penyuluhan tentang TB yang kemudian dilakukan Pre-test dan Post-test untuk melihat sejauh mana antusias dari pelajar untu mengetahui tentang TB, dan ternyata terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan, dari sinilah terlihat antusiasme dari para pelajar, yang kemudian menjadi dasar dalam pelatihan dan pembentukan SPP TB di SMAN 6 Padang.

“Kegiatan inilah yang dibutuhkan oleh sekolah, karena para siswa/i ini akan menjadi pelopor dan pelapor untuk kedepannya, khususnya dalam permasalahan TB ini“, ujar Bu Rita selaku Pembina PIKR SMAN 6 Padang.

dr.Viona Putria selaku kepala Puskesmas Rawang menyambut kegiatan ini, dan selanjutnya akan menjadi program puskesmas dalam penanggulangan TB di Kelurahan Mata Air untuk kedepannya. Selain sekolah dan puskesmas, Lurah Mata Air juga sangat mendukung program ini dan berharap seluruh anggota SPP TB yang sudah dilantik dapat bekerja secara ikhlas dan maksimal, sehingga nantinya dapat menjadi model percontohan bagi sekolah lainnya di Mata Air, dan semakin banyak pihak-pihak yang terlibat dalam upaya penanggulangan TB, Khususnya di Kelurahan Mata Air.

Launching Media Promosi Kesehatan untuk Penanggulangan TB

Kedua program inovasi yang telah dilakukan yakni Program Home Visit dan Pembentukan SPP TB tidak akan berjalan optimal tanpa adanya penguatan peran media promosi kesehatan. Kelompok 2 Peminatan Promosi Kesehatan dalam kegiatan MBKM memperkenalkan media promosi kesehatan dalam penanggulangan TB.

Launching Media Promosi Kesehatan untuk Penanggulangan TB dihadiri oleh Lurah Mata Air, Kepala Puskesmas Rawang, Kepala Bidang Promosi Kesehatan, Pembina PIKR selaku perwakilan Kepala SMAN 6 Padang yang berhalangan hadir, Dosen FKM  Unand bidang ilmu Promosi Kesehatan, Perwakilan kader dari masing-masing 1 orang dari 14 Posyandu di Mata Air, dan tidak lupa anggota SPP TB yang akan dilantik di waktu yang bersamaan di Gedung serba guna Kelurahan Mata AIR.

Adapun media promosi kesehatan yang dibuat oleh kelompok 2 Promosi Kesehatan antara lain, Media sosial berupa akun instagram Puskesmas Rawang, banner dengan desain yang berbeda untuk puskesmas, sekolah, dan kantor lurah Mata Air, Kalender PMO (Pengawas Minum Obat), dan Video Edukasi yang telah ditayangkan melalui televisi Puskesmas Rawang.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar dan penuh syukur atas keberhasilan pelaksanaan prgram inovasi oleh kelompok 2 peminatan promosi kesehatan dalam kegiatan MBKM.

“Kami berterima kasih kepada pihak kampus yang telah menjadikan kelurahan Mata Air sebagai fokus kegiatan pengabdian Masyarakat, dan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah memberikan kontribusi positif  selama berada di kelurahan Mata Air, sambutan dari Pak Suardi selaku Lurah Mata Air.

Keberhasilan seluruh program inovasi ini, dalam upaya penanggulangan TB di kelurahan Mata Air, tidak akan pernah terlepas dari tingginya antusias masyarakat dan seluruh pimpinan lintas sektor dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini. Besar harapan kami untuk keberlanjutan program ini kedepannya hingga dapat menekan angka kasus TB di kelurahan Mata Air secepat dan sedini mungkin serta mampu berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia Bebas TB Tahun 2030 mendatang.


Penulis
Kelompok 2 MBKM
Peminatan Promosi Kesehatan
– Arifian Rahman
– Dela Desmita Sari
– Fajrul Khairi
– Nadhira Gusriani
– Widelina Yulianty Devita
– Athiqa Fazilla

Yuk Share Postingan Ini:
Kesmas.ID
Kesmas.ID
Articles: 673

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *