TASIKMALAYA – Hipertensi masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat di Indonesia, tak terkecuali di Desa Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Menjawab tantangan tersebut, tim Prana Waluya dari Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi (Unsil) menginisiasi program SI-PINTAR (Sistem Pemantauan Hipertensi Terpadu). Inovasi ini bukan sekadar pemeriksaan kesehatan biasa, melainkan sebuah sistem yang dirancang untuk membangun kemandirian warga dalam mengelola risiko penyakit tidak menular.

Mengubah Paradigma Pemantauan Pasif menjadi Aktif
Selama ini, pemantauan hipertensi seringkali bersifat pasif, di mana warga hanya memeriksakan diri saat gejala muncul atau saat ada kunjungan medis. Namun, SI-PINTAR hadir untuk mengubah pola tersebut. Melalui sistem ini, mahasiswa Unsil mengintegrasikan peran kader lokal, penggunaan media edukasi yang dipersonalisasi, serta pemantauan berkala yang tercatat secara sistematis.
“Fokus utama kami adalah keberlanjutan. SI-PINTAR didesain agar setelah mahasiswa selesai mengabdi, warga dan kader desa tetap memiliki mekanisme yang jelas untuk memantau tekanan darah secara mandiri dan terpadu,” ujar Cendekia, Ketua Tim Prana Waluya.
Inovasi Lapangan dan Komunikasi Kesehatan Digital

SI-PINTAR tidak hanya bergerak secara konvensional di lapangan melalui kunjungan rumah dan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Tim Prana Waluya juga memperluas jangkauan edukasi melalui rencana komunikasi kesehatan berbasis digital. Salah satunya adalah kolaborasi Podcast Edukasi Kesehatan bersama Primary English Garut.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengemas pesan-pesan pencegahan hipertensi menjadi konten yang lebih modern dan inklusif. Melalui podcast ini, materi teknis mengenai hipertensi diterjemahkan menjadi narasi yang ringan namun tetap berbasis data ilmiah, guna memecah kebuntuan literasi kesehatan di masyarakat luas.
Dukungan Penuh Pemerintah Desa Manonjaya
Kehadiran SI-PINTAR mendapat apresiasi tinggi dan dukungan penuh dari struktur pemerintahan setempat. Bapak Kusaeri, S.I.P selaku Kepala Desa Manonjaya, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan visi desa dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan warga.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa Unsil yang membawa solusi nyata ke desa kami. Program SI-PINTAR ini membantu Pemerintah Desa dalam memetakan kondisi kesehatan warga secara lebih akurat. Dengan adanya sistem pemantauan terpadu ini, kami memiliki landasan yang kuat untuk mendukung keberlanjutan program kesehatan di tingkat RW dan RT, sehingga warga kami bisa lebih terjaga dari risiko penyakit berat,” ungkap beliau.
Dampak yang Lebih Luas: Dari Desa untuk Indonesia
Gerakan SI-PINTAR di Desa Manonjaya diharapkan menjadi pilot project yang membuktikan bahwa keterlibatan mahasiswa Kesmas di lapangan mampu memberikan dampak signifikan. Hal ini ditegaskan oleh Azka Haydar, selaku Advokator Tim Prana Waluya.
“Kami ingin menjadikan Desa Manonjaya sebagai bukti bahwa kedaulatan kesehatan nasional dimulai dari ketahanan kesehatan di tingkat desa. Melalui SI-PINTAR, kami tidak hanya membawa alat kesehatan, tetapi kami membangun sistem agar warga berdaya secara mandiri. Hipertensi adalah tantangan besar bangsa, dan kami percaya jika pola pemantauan terpadu ini sukses di sini, itu bisa menjadi model yang diadaptasi oleh mahasiswa Kesmas di seluruh Indonesia untuk menjawab masalah yang sama di pelosok negeri lainnya,” pungkas Azka.

Dukungan penuh juga datang dari otoritas kesehatan setempat. Bapak H. Andi Ferdiansyah, S.Kep., NERS bersama TIM selaku Pemegang Program PTM Puskesmas Manonjaya, mengungkapkan bahwa kehadiran SI-PINTAR sangat membantu pemetaan risiko penyakit di wilayahnya.
Kehadiran mahasiswa Unsil dengan sistem SI-PINTAR ini sangat meringankan beban kerja kami dalam melakukan screening. Selama ini, pemantauan hipertensi sering terkendala jarak dan kurangnya kedisiplinan warga untuk kontrol. Dengan sistem pemantauan terpadu yang dibawa tim Prana Waluya, data kesehatan warga jadi lebih rapi dan terukur. Ini memudahkan kami di Puskesmas untuk melakukan tindak lanjut atau intervensi medis secara cepat dan tepat,” ungkap Pak Andi.
Dosen Pembimbing:
Rian Arie Gustaman, S.KM., M.Kes
Dosen Mata Kuliah Perencanaan Evaluasi Kesehatan
Meita Tyas Nugrahaeni, S.KM., M.KM
Dosen Mata Kuliah Komunikasi Kesehatan
Anggota Kelompok:
– Siti Nurjannah
– Aliefka Shayla Ramadhan
– Naila Rusmayati
– Nisriinaa Maharani
– Cendekia Nur Rahayu Fortuna
– Dede Alma Fitriyani
– Azka Haydar Aqila



