Mahasiswa FKM Unand Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Siswa SMA

Pengetahuan kesehatan reproduksi harus dimiliki remaja. Tidah hanya mengetahui bagaimana menjaga kesehatan dan fungsi organ reproduksi, tetapi juga untuk menghindari remaja melakukan hal-hal yang menyimpang.

Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat Unversitas Andalas (Unand) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) Membangun Desa sebagai  upaya peningkatan kesehatan reproduksi di SMA Negeri 6 Padang pada 28 November 2022 lalu.

Tim 1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand beranggotakan Degina Rahmadhanti, Indah Yovi Permata Putri, Lis Natahdiya Laulaa, Shylvi Yunitri Darman dan Rani Basmir yang didampingi oleh Dr. dr. Dien Gusta Anggraini Nursal, MKM sebagai Dosen Pembimbing.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di masjid sekolah dengan memberikan edukasi kepada siswa kelas X IPA dan IPS SMA Negeri 6 Padang dengan metode ceramah, pre test dan post test serta tanya jawab. Media edukasi yang digunakan berupa poster yang ditempel di mading sekolah sehingga dapat dimanfaaatkan oleh pihak sekolah dan leaflet yang dibagikan kepada siswa sebagai informasi tambahan.

Menjaga kesehatan reproduksi sangat penting bagi remaja. Masa remaja dianggap sebagai masa perubahan, tingkat perubahan sikap dan perilaku sejalan dengan perubahan fisik serta masa mencari jati diri. Proses mencari jati diri pada berhubungan dengan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu hingga timbul suatu kondisi yang disebut dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja yang banyak terjadi adalah pacaran, seks bebas, narkoba, tawuran, kehamilan bagi remaja perempuan dan aborsi, pernikahan dini serta terkena infeksi saluran reproduksi hingga HIV/AIDS.

Pengetahuan kesehatan reproduksi harus dimiliki remaja. Tidah hanya mengetahui bagaimana menjaga kesehatan dan fungsi organ reproduksi, tetapi juga untuk menghindari remaja melakukan hal-hal yang menyimpang. Kesehatan reproduksi adalah suatu kondisi keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang baik, bukan hanya terbebas dari penyakit atau kecacatan, tetapi juga sehat dari asepek yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya. Untuk itu, remaja membutuhkan informasi yang benar dan tepat dalam membahas dan mengedukasi mengenai kesehatan reproduksi.

Edukasi yang dilakukan mencakup beberapa materi yaitu seksualitas, menjaga hygiene saat menstruasi dengan membersihkan pembalut, mencegah infeksi menular seksual dan HIV/AIDS bagi remaja, salah satunya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah, psikologi remaja yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, dan gizi pada remaja yang berhubungan kesehatan reproduksi.

Dengan adanya edukasi kesehatan terkait perilaku seksual, diharapkan kepada siswa SMA Negeri 6 Padang dapat peduli dengan kesehatan reproduksi dan tetap menjaga diri dari perilaku menyimpang untuk menghindari perilaku-perilaku beresiko serta penyakit seksual.

Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat setelah dilakukan uji pre test dan post test menunjukkan adanya pengaruh dan peningkatan pengetahuan siswa SMA Negeri 6 Padang yang mengikuti edukasi  yaitu 78% dengan efektivitas sedang.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian doorprise kepada siswa, kenang-kenangan untuk sekolah dan foto bersama.


Penulis:
Lis Natahdiya Laulaa
Mahasiswa FKM Universitas Andalas

Yuk Share Postingan Ini:
Kesmas.ID
Kesmas.ID
Articles: 673

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *