Pendampingan Siswa Melalui Upaya Sadar Infeksi Pernapasan Dengan Pendekatan Edukasi SEDARA (Sadar Pencemaran Udara) Pada Remaja

Edukasi SEDARA (Sadar Pencemaran Udara) dilakukan pada tanggal 13 Januari 2024 melalui Zoom Clouds Meeting dengan sasaran para pelajar.

Pencemaran udara merupakan masuknya zat pencemar (gas beracun dan aerosol) ke dalam atmosfer sehingga melampaui batas ambangnya dan mengganggu makhluk hidup di bumi (manusia, hewan dan tanaman) serta menurunkan kualitas lingkungan. 

Udara sendiri adalah campuran gas-gas yang terdapat di permukaan bumi dan menyelimuti bumi. Udara tidak tampak mata, tidak berbau, dan tidak ada rasanya. Kehadiran udara hanya dapat dilihat dari adanya angin yang menggerakan benda. Udara juga termasuk salah satu jenis sumber daya alam karena memiliki banyak fungsi bagi makhluk hidup.

Penyebab pencemaran udara ada yang secara alamiah/ biogenik contohnya seperti debu yang berterbangan akibat tiupan angin, abu (debu) yang dikeluarkan dari letusan Gunung berapi berikut gas-gas vulkanik, proses pembusukan sampah organik, dan lain-lain. Dan ada pula yang karena ulah manusia/ antropogenik contohnya seperti hasil pembakaran bahan bakar fosil, debu atau serbuk dari kegiatan industri, pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara.

Kolaborasi Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Awaluddin Hidayat Ramli Inaku, Dosen Kesehatan Lingkungan dan Delvisari Dedu Ngara, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat PMM dengan sasaran pelajar SMP dan SMA menghasilkan suatu kegiatan berupa kegiatan penyuluhan webinar pendampingan siswa melalui upaya sadar infeksi pernapasan dengan pendekatan edukasi SEDARA (Sadar Pencemaran Udara) yang kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 13 Januari 2024 melalui Aplikasi Zoom Clouds Meeting.

Delvisari Dedu Ngara, selaku narasumber 1 menyampaikan tentang bagaimana perilaku SEDARA (Sadar Pencemaran Udara) serta penyebab terjadinya pencemaran udara. Berikutnya Awaluddin Hidayat Ramli Inaku, menyampaikan tentang dampak pencemaran udara terhadap lingkungan hidup serta solusinya.

Berdasarkan pre dan post test yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa terkait topik yang dibawakan oleh narasumber yaitu dari 45% menjadi 55%. Di akhir kegiatan Awaluddin Hidayat Ramli Inaku, berpesan agar materi yang telah disampaikan diharapkan dapat di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari supaya pencemaran udara dapat berkurang.

Yuk Share Postingan Ini:
Dr. Awaluddin Hidayat Ramli Inaku, S.KM., M.KL
Dr. Awaluddin Hidayat Ramli Inaku, S.KM., M.KL

Dosen di Program Studi Magister Ilmu Lingkungan,
Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”
Jawa Timur

Articles: 16

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *