Gaya Hidup Remaja Tingkatkan Risiko Terpapar TB

Ternyata gaya hidup remaja mempengaruhi risiko mereka terpapar TB yang dapat menghambat proses kematangan organ-organ mereka loh.

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi tantangan utama kesehatan global dengan jutaan kasus baru dan kematian setiap tahunnya. Remaja menjadi salah satu populasi yang berisiko terkena TB dan dapat menularkan pada orang di sekitarnya.  Pada era modern saat ini, kehidupan remaja mengalami perubahan sosial yang signifikan yang ditandai dengan perubahan gaya hidup sebagai produk kemajuan teknologi. Perubahan gaya hidup remaja yang negatif dapat berdampak pada kesehatan salah satunya terpapar TB.

Menurut WHO, seseorang dianggap sebagai remaja ketika sudah menginjak usia 10 hingga 19 tahun (Adolescent health, 2023). Masa remaja merupakan periode yang penting karena terjadi proses perkembangan dalam pematangan organ, salah satunya adalah organ pernafasan. Seorang remaja yang terpapar TB dapat mempengaruhi fungsi organ pernapasan jangka panjang. Maka dari itu penting sekali mengetahui gaya hidup remaja yang tidak sehat guna memaksimalkan proses perkembangannya. Berikut beberapa gaya hidup remaja yang dapat meningkatkan risiko terpapar TB:

1. Ketidakseimbangan Nutrisi

Ketidakseimbangan nutrisi merujuk pada kondisi asupan nutrisi yang diterima oleh tubuh tidak seimbang antara kebutuhan dan konsumsi. Gaya hidup remaja di era modern cenderung memiliki pola makan yang tidak seimbang seperti sering memakan makanan cepat saji, camilan yang tidak sehat,  minuman bersoda tinggi gula, dan kurang mengkonsumsi sayuran serta buah-buahan. Hal ini menyebabkan kekurangan nutrisi sehingga dapat melemahkan imunitas yang dapat melawan bakteri penyebab TB.

2. Kurang Aktivitas Fisik

Remaja modern sering kali terjebak dalam gaya hidup yang kurang bergerak (sedentary lifestyle). Untuk mengatasi hal tersebut, berdasarkan rekomendasi Kementrian kesehatan (Kemenkes) minimal 30 menit perhari melakukan aktivitas intensitas sedang seperti berjalan, bersepeda, dan berenang (Direktorat P2PTM, 2018).  Aktifitas fisik yang cukup dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan kerentanan terhadap infeksi termasuk penyakit TB.

3. Kurang Terpapar Sinar Matahari

Gaya hidup remaja modern cenderung melakukan pada kegiatan di dalam ruangan, terutama terkait dengan penggunaan gawai dan aktivitas lainnya. Remaja yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan mungkin mengalami kurangnya paparan sinar matahari. Sinar matahari dapat membunuh bakteri TB  dan mengaktifkan vitamin D yang ada di dalam tubuh yang dapat memelihara sistem kekebalan tubuh.

4. Merokok dan Konsumsi Alkohol

Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol memiliki dampak negatif yang berkontribusi dalam melemahkan sistem kekebalan tubuh. Asap rokok mengandung zat-zat beracun yang dapat merusak sel-sel kekebalan tubuh dan merusak jaringan paru-paru yang menyebabkan peradangan, sehingga membuat saluran pernafasan lebih rentan terhadap infeksi, termasuk infeksi TB. Sedangkan konsumsi alkohol dapat merusak organ hati yang memiliki peran penting dalam detoksifikasi serta pengelolaan imunitas tubuh.

Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol seringkali terjadi dalam lingkungan sosial tertentu sehingga remaja yang terlibat dalam kebiasaan ini berpeluang tinggi berinteraksi dengan individu lain yang memiliki faktor risiko serupa. Hal ini dapat meningkatkan risiko penularan TB di komunitas mereka.

Gaya hidup remaja memiliki dampak signifikan terhadap risiko TB. Peningkatan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mengubah gaya hidup negatif dapat menjadi langkah kunci dalam mengatasi tantangan TB di kalangan remaja.

Referensi:

  • Adolescent health (2023). Available at: https://www.who.int/health-topics/adolescent-health (Accessed: 27 January 2024).
  • Direktorat P2PTM (2018). Available at: https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas//berapa-lama-seseorang-melakukan-aktivitas-fisik (Accessed: 27 January 2024).


Yayasan Pejuang Tangguh PETA TB-RO

PETA merupakan paguyuban pasien dan mantan pasien TB RO yang bertujuan memberikan pendampingan kepada pasien TB RO berupa edukasi dan motivasi untuk meningkatkan kepatuhan pasien TB RO berobat hingga tuntas.

Informasi Kontak:
Alamat: Jl. Rawamangun Muka 3 No 2, Rawamangun, Indonesia, Jakarta
Email: pejuangtangguh25@yahoo.co.id
Telpon: 0812-9847-8887
Instagram: @peta.tbc.dki

Yuk Share Postingan Ini:
Meltina Ratu Eka Maharani
Meltina Ratu Eka Maharani

Editor Kesmas-ID

Articles: 33

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *