Mengenal Zoonosis dan Penyakit Akibatnya Gigitan Hewan Berbisa dan Tanaman Beracun (PAGHBTB)
Zoonosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia maupun sebaliknya. Menurut World Health Organization (WHO) terdapat lebih dari 200 jenis penyakit zoonosis di dunia saat ini. Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi persebaran dan penularan zoonosis resiko tinggi, hal tersebut dikarenakan Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis dan memiliki jumlah penduduk yang padat.
Secara garis besar zoonosis dapat timbul dipicu karena adanya faktor lingkungan maupun interaksi manusia dengan lingkungan seperti perubahan tata guna lahan, urbanisasi serta konsumsi satwa liar. Sehingga memperbesar adanya kontak manusia dengan hewan liar. Dengan adanya interaksi, maka patogen dapat terbawa baik melalui reservivor alami maupun transmisi dari hewan lainnya seperti hewan ternak dan domestik.
Di Jawa Barat terdapat 5 penyakit yang menjadi prioritas yaitu Rabies, Leptospirosis, Antraks, Flu burung dan Pes. Berikut penyebab dari berbagai Zoonosis & PAGHBTB :
- Rabies disebabkan oleh virus Lyssavirus dari golongan Rhabdoviridae. virus ini dapat menginfeksi manusia melalui cakaran, gigitan hewan atau air liur / jilatan yang menginfeksi mulut, mata, atau luka bakar. Beberapa hewan yang dapat membawa virus ini diantaranya anjing, kucing, kera, kelelawar, serigala, rakun dan lain sebagainya.
- Leptospirosis disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira interrogans. Virus ini dapat menginfeksi melalui darah atau urine hewan yang terinfeksi. Beberapa hewan yang dapat menularkan leptospirosis diantaranya tikus, anjing serta hewan ternak.
- Antraks disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Virus ini dapat menginfeksi apabila sesorang menyentuh atau memakan daging hewan yang terinfeksi. Beberapa hewan yang dapat membawa virus ini yaitu binatang ternak sapi, kambing dan lain sebagainya.
- Flu burung disebabkan oleh virus influenza A yang umumnya hanya dapat menginfeksi dan melakukan penularan kepada sesama hewan. Namun pada beberapa jenis virus flu burung seperti H5N1 dapat menginfeksi baik hewan maupun manusia. Virus ini dapat menginfeksi melalui air liur, lendir, kotoran. Beberapa hewan yang dapat membawa virus ini diantaranya burung, kelinci, anjing, sapi dan lain sebagainya.
- Pes disebbakan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis. Virus ini dapat menginfeksi melalui gigitan, cakaran maupun kontak langsung dengan binatang yang terinfeksi. Beberapa hewan yang dapat membawa virus ini diantaranya tikus, kelinci, tupai, kutu, anjing liar dan lain sebagainya.

Upayakan Pencegahan Zoonosis & PAGHBTB dengan Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Monitoring Evaluasi (Monev)
Pada Jum’at 12 Juli 2024 – Telah dilaksanakan Bimtek dan Monev Program Zoonosis dan Pencegahan Penyakit Akibat Gigitan Hewan Berbisa dan Tanaman Beracun (PAGHBTB) oleh UPTD Puskesmas Tinewati yang bertempat di Aula Puskesmas Tinewati.
Kegiatan Bimtek Monev Program Zoonosis dan PAGHBTB dihadiri oleh kepala UPTD Puskesmas Tinewati, Pengelola Program Zoonosis dari Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dan UPTD Puskesmas Tinewati serta dihadiri juga oleh Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dengan jumlah total peserta Bimtek 15 orang.
Rangkaian kegiatan acara yang dilaksanakan yaitu dimulai dari pembukaan, kemudian sambutan pertama disampaikan oleh PLT Kepala UPTD Puskesmas Tinewati Bdn. Hj. Pipit Pitriani., S.ST., S.KM. Dalam sambutannya, beliau menyambut baik adanya kegiatan serta mengucapkan terimakasih kepada segenap pihak serta berkomitmen untuk menerima bimbingan dan monitoring.

Kemudian sambutan kedua disampaikan oleh perwakilan dari Pengelola Program Zoonosis dan PAGHBTB Provinsi Jawa Barat, Beliau menyampaikan terkait pengelolaan program pencegahan yang ada di Jawa Barat yang berfokus pada 5 penyakit zoonosis & PAGHBTB, Sedangkan pada Kabupaten Tasikmalaya sendiri hanya berfokus pada 2 jenis penyakit yaitu rabies dan leptospirosis.
Selain itu, Pihak Pengelola Zoonosis dan PAGHBTB menyampaikan wacana untuk mengantisipasi adanya berbagai penularan tersebut dengan mengusulkan Puskesmas Tinewati untuk dijadikan sebagai Rabies Center, dimana secara teknis nantinya Vaksin Anti Rabies (VAR) yang di stok di Dinkes Kabupaten Tasikmalaya akan disalurkan ke Puskesmas Tinewati untuk memudahkan puskesmas lain jika memerlukan VAR, namun demikian untuk penyuntikan & pemantauan pasien gigitan hewan akan dikembalikan ke puskesmas sesuai wilayah pasien tersebut. Sedangkan untuk penyakit Leptospirosis akan disediakan RDT untuk tatalaksana pemeriksaan di puskesmas.
Kemudian setelah sambutan usai, acara dilanjutkan dengan adanya diskusi dan tanya jawab peserta serta ditutup dengan doa. Acara Bimtek berjalan lancar selama kurang lebih 4 jam lamanya, dengan adanya acara ini diharapkan UPTD Puskesmas Tinewati dapat menjadi Rabies Center dan dapat berperan penting dalam mengatasi masalah penyakit tersebut.
Daftar Referensi
https://www.brin.go.id/news/109948/mengenal-zoonosis-riset-dan-pencegahannyahttps://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/rabies-pada-manusiahttps://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-penyakit-leptospirosishttps://www.alodokter.com/anthraxhttps://www.alodokter.com/pes




artikelnya bagus kak!