Pada masa balita (0-59 bulan) anak berada dalam periode emas pertumbuhan dan akan mempengaruhi perkembangan fisik dan otak, yang sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Nutrisi yang tepat memastikan pertumbuhan yang optimal dan mencegah risiko gizi buruk atau malnutrisi yang bisa berdampak pada kesehatan jangka panjang. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi di masa emas ini, diperlukan perhatian khusus terhadap sumber makanan yang diberikan kepada balita sesuai usianya.

ASI Eksklusif direkomendasikan untuk diberikan hingga usia 6 bulan karena mengandung nutrisi lengkap yang diperlukan oleh bayi. Setelah itu, bayi memerlukan tambahan nutrisi dari makanan pendamping ASI (MP ASI) untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya secara optimal. MP ASI diberikan setelah 6 bulan dengan kombinasi yang padat gizi, seperti sayur, buah, protein, dan karbohidrat. Berdasarkan Permenkes 28 tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia, makanan bagi bayi dan anak mengacu pada Praktik Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) yaitu makanan 4 bintang (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan buah) dan tekstur yang disesuaikan berdasarkan kelompok umur bayi dan balita tersebut.
Berikut adalah panduan pemenuhan gizi untuk balita berdasarkan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Pemenuhan Gizi Usia 6-23 Bulan
Melanjutkan pemberian ASI disertai Makanan Pendamping ASI (MP ASI). Pemberian MP ASI yang baik harus sesuai syarat berikut ini:
- Tepat waktu
MP ASI diberikan saat ASI saja sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. MP ASI diberikan mulai usia 6 bulan. - Adekuat
MP ASI yang diberikan dengan mempertimbangkan jumlah, frekuensi, konsistensi/ tekstur/ kekentalan dan variasi makanan. Variasi makanan dalam MP ASI terdiri dari: karbohidrat, protein, lemak, serta mulai diperkenalkan buah dan sayur. - Aman
Perhatikan kebersihan makanan dan peralatan. Mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan sebelum memberikan makanan kepada anak. - Diberikan dengan cara yang benar
MP ASI diberikan secara teratur (pagi, siang, sore/ menjelang malam). Lama pemberian makan maksimal 30 menit. Lingkungan netral (tidak sambil bermain atau menonton TV). Ajari anak makan sendiri dengan sendok dan minum dengan gelas.
| 6-8 bulan | 9-11 bulan | 12-23 bulan |
| a. Lanjutkan menyusui b. 2-3 sdm bertahap hingga 1/2 mangkok (125 ml) c. 2-3x makan 1-2x selingan d. Jumlah energi dari MP ASI yang dibutuhkan/hari (200 kkal) e. Makanan dibuat dengan disaring f. Tekstur makanan lumat dan kental g. Kebutuhan cairan 800 ml/hari (±3 gelas belimbing) | a. Lanjutkan menyusui b. ½ – ¾ mangkok (125–200 ml) c. 3-4x makan 1-2x selingan d. Jumlah energi dari MP ASI yang dibutuhkan/hari (300 kkal) e. Bahan makanan sama dengan untuk orang dewasa f. Tekstur makanan dicincang/ dicacah, dipotong kecil, dan selanjutnya makanan yang diiris-iris g. Perhatikan respons anak saat makan | a. Lanjutkan menyusui hingga 2 tahun atau lebih b. ¾ – 1 mangkok (250 ml) c. 3-4x makan 1-2x selingan d. Jumlah energi dari MP ASI yang dibutuhkan/hari 550 kkal e. Bahan makanan sama dengan untuk orang dewasa f. Tekstur makanan yang diiris g. Perhatikan respon anak saat makan h. Kebutuhan cairan 1.300ml/hari (±5 gelas belimbing) |


Pemenuhan Gizi dan Perawatan Anak Usia 2-5 Tahun
Penuhi gizi balita dengan makanan keluarga yang bervariasi terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, minyak, sayur dan buah. Gizi seimbang berisi karbohidrat, protein, lemak dan vitamin mineral.
- Membiasakan anak makan 3 kali sehari (pagi, siang, dan malam) bersama keluarga
- Penuhi gizi anak dengan makanan kaya protein seperti ikan, telur, tempe, susu, dan tahu
- Penuhi gizi anak dengan mengonsumsi sayuran dan buahbuahan
- Batasi anak mengonsumsi makanan selingan yang terlalu manis, asin, dan berlemak
- Pastikan anak minum air putih sesuai kebutuhan
- Biasakan bermain bersama anak dan melakukan aktivitas fisik setiap hari.
Kebutuhan cairan anak:
- Umur 2 – 3 tahun sekitar 1.300 mL/ hari atau +/- 5 gelas belimbing
- Umur di atas 3 tahun kebutuhan cairan 1.700 mL/ hari atau +/- 7 gelas belimbing.
Memenuhi kebutuhan nutrisi yang tepat bagi balita adalah langkah awal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting. Dengan memberikan makanan yang bergizi seimbang sesuai dengan tahapan usia anak, orang tua tidak hanya mendukung kesehatan balita saat ini tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. Edukasi dan kesadaran akan pentingnya nutrisi bagi balita adalah investasi jangka panjang yang akan sangat berharga bagi anak dan keluarga.
Artikel ini telah direview oleh:
Anton Syahlan H, S.K.M.
Koordinator Pelayanan Promosi Kesehatan Puskesmas Ciawi
Puskesmas Ciawi
Jl. Puskesmas No. 15, Pakemitan, Kec. Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat 46156



