Pada Senin, 18 November 2024, sekelompok mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan nama PEMANTIK (Pemberdayaan Masyarakat dengan Teknik Infused Water Kreatif). Kegiatan diadakan dengan rangkaian penyuluhan dan praktik pembuatan infused water dari buah mentimun dan lemon.

Edukasi Cegah Hipertensi Mahasiswa Kesmas Unsil di Mugasari Tasikmalaya

Kegiatan ini dilaksanakan di Madrasah Al Muminah, RW 06, Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Di samping melakukan penyuluhan dan pelatihan, dilaksanakan juga pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan mengenai hipertensi dan pembuatan infused water.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi, memberikan alternatif alami kepada masyarakat dalam mengendalikan hipertensi dengan pemanfaatan tanaman lokal, dan memberikan solusi yang mudah, murah, dan dapat dilakukan sendiri di rumah sebagai langkah perawatan mandiri hipertensi.

Di Indonesia, prevalensi hipertensi tercatat sebesar 34,1% mengalami peningkatan dibandingkan dengan angka sebelumnya yang tercatat pada tahun 2013 yaitu sebesar 25,8%. Dari populasi yang terdiagnosis hipertensi, hanya sekitar 8,8% yang menerima diagnosis dan pengobatan yang tepat. Berdasarkan data dari Puskesmas Sangkali didapatkan bahwa penyakit hipertensi masuk ke dalam 10 penyakit terbesar di wilayah Mugarsari per September 2024.

Oleh karena itu, dilaksanakanlah pemberdayaan masyarakat berupa penyuluhan mengenai hipertensi dan pelatihan pembuatan infused water dari buah mentimun dan lemon. Buah mentimun sendiri mengandung mineral kalium, magnesium dan serat yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, serta mineral magnesium yang berperan melancarkan aliran darah dan menenangkan saraf.

Edukasi Hipertensi Mahasiswa Kesmas Unsil di Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.

Harapannya, kegiatan ini dapat menciptakan kondisi masyarakat yang sadar akan kesehatan, masyarakat dapat memanfaatkan tanaman lokal sebagai alternatif pengendalian hipertensi, dan menguatkan partisipasi dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan.


Penulis:
Vivianita Anggun Lestari
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Siliwangi

Dosen Pembimbing Lapangan:
Andy Muharry, S.K.M., M.P,H

Anggota Kelompok:

  1. Siti Sa’adah
  2. Vivianita Anggun Lestari
  3. Sri Muliasari 
  4. Riana Pramuji
  5. Salwa Nurhaliza 
  6. Matswa Finnury Jannata

Author Profile

Amrullah Jabar
Amrullah Jabar
Editor Kesmas-ID
Yuk Share Postingan Ini:

Editor Kesmas-ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *