Puasa bagi ibu menyusui sering kali menjadi dilema. Banyak yang ragu apakah jika tetap berpuasa bisa memengaruhi produksi ASI atau kesehatan bayinya. Sayangnya, ada banyak mitos yang beredar dan menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Artikel ini akan mengupas mitos dan fakta seputar puasa bagi ibu menyusui agar tetap sehat dan nyaman.
Mitos 1: Puasa Akan Mengurangi Produksi ASI
Fakta: Produksi ASI dipengaruhi oleh frekuensi menyusui dan asupan cairan, bukan semata-mata karena berpuasa. Selama ibu mengonsumsi cukup air saat sahur dan berbuka serta tetap menyusui sesuai kebutuhan bayi, produksi ASI tetap terjaga. Penelitian menunjukkan bahwa komposisi ASI tidak berubah secara signifikan selama puasa, meskipun jumlahnya bisa sedikit berkurang jika ibu mengalami dehidrasi berat.

Mitos 2: Ibu Menyusui Wajib Berpuasa
Fakta: Dalam Islam, ibu menyusui mendapat keringanan untuk tidak berpuasa jika khawatir akan kesehatan diri sendiri atau bayinya. Jika merasa lemas, dehidrasi, atau produksi ASI menurun drastis, ibu boleh mengganti puasa di lain waktu atau membayar fidyah sesuai ketentuan.
Mitos 3: Sahur dan Berbuka Harus dengan Makanan Berlemak agar Energi Terjaga
Fakta: Makanan berlemak justru bisa membuat ibu merasa lemas karena sulit dicerna. Sebaiknya, pilih makanan yang kaya protein, serat, dan karbohidrat kompleks seperti oatmeal, telur, kacang-kacangan, serta sayur dan buah. Minum cukup air juga penting untuk mencegah dehidrasi.

Mitos 4: Harus Minum Susu agar ASI Banyak
Fakta: Susu memang sumber kalsium yang baik, tetapi bukan satu-satunya faktor yang meningkatkan produksi ASI. Yang lebih penting adalah asupan cairan yang cukup, pola makan seimbang, dan stimulasi menyusui yang konsisten.
Mitos 5: Tidak Boleh Berolahraga Selama Puasa
Fakta: Ibu menyusui tetap bisa berolahraga ringan seperti stretching atau jalan santai setelah berbuka untuk menjaga kebugaran. Hindari aktivitas berat yang bisa menyebabkan kelelahan atau dehidrasi berlebihan.
Puasa bagi ibu menyusui bukan hal yang mustahil, tetapi perlu persiapan yang baik. Kenali kondisi tubuh, pastikan asupan cairan dan nutrisi terpenuhi, serta waspada terhadap tanda-tanda bahaya yaitu dehidrasi pada ibu atau bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI. Jika masih ragu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan kondisi ibu dan bayi tetap sehat selama Ramadan.
Sumber Referensi:
- POGI. 2013. Konsensus Naisonal Kebutuhan Asupan Air Bagi Ibu Hamil, Melahirkan dan Menyusui.
- Halodoc. 2025. Ibu Menyusui sebaiknya boleh berpuasa atau tidak? Diakses dari https://www.halodoc.com/artikel/ibu-menyusui-sebaiknya-boleh-berpuasa-atau-tidak?srsltid=AfmBOor_-0DCnYP5htObY0Ndyd16QUZO4jWYOsEj-hqHnsNxBiuYr9us
- Alodokter. 2024. Fakta Penting tentang Puasa bagi Ibu Menyusui. Diakses dari https://www.alodokter.com/fakta-penting-tentang-puasa-bagi-ibu-menyusui



