Mengenal Pemeriksaan Risiko Jantung dan Diabetes melalui CKG

Kenali skrining risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG), mulai dari tekanan darah, gula darah, status gizi, hingga kebiasaan merokok.

Pernah merasa sehat-sehat saja, tapi hasil pemeriksaan tekanan darah atau gula darah perlu diperhatikan? Hal seperti ini bisa terjadi. Sejumlah penyakit tidak menular dapat berkembang perlahan dan tidak selalu menimbulkan keluhan yang terasa jelas pada awalnya.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan tidak sebaiknya hanya dilakukan ketika tubuh sudah terasa sakit. Melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), masyarakat mendapatkan kesempatan melakukan deteksi dini. Untuk kelompok dewasa dan lanjut usia, salah satu bagian pemeriksaannya adalah skrining risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik. Kementerian Kesehatan memasukkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, status gizi, dan kebiasaan merokok dalam skrining tersebut.

Lalu, apa itu penyakit kardiovaskular dan metabolik? Apa saja yang diperiksa dalam CKG? Dan kalau hasil pemeriksaan menunjukkan ada faktor risiko, apa yang perlu dilakukan? Yuk, kita bahas dengan bahasa simple-nya.

Apa Itu Penyakit Kardiovaskular dan Metabolik?

Penyakit kardiovaskular adalah kelompok penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, termasuk penyakit jantung dan stroke. Sementara penyakit metabolik berkaitan dengan proses tubuh mengolah dan menggunakan energi serta zat gizi. Diabetes melitus, misalnya, berkaitan dengan pengaturan kadar gula darah.

Keduanya memiliki sejumlah faktor risiko yang dapat dipantau. Tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, berat badan berlebih atau obesitas, serta kebiasaan merokok termasuk hal yang penting diperhatikan. Karena faktor risiko dapat muncul sebelum seseorang merasa sakit, pemeriksaan menjadi salah satu cara untuk mengetahuinya lebih awal.

Apa yang Diperiksa dalam Skrining CKG?

Istilah skrining tidak berarti semua orang akan menjalani pemeriksaan yang sama. Petugas kesehatan menentukan pemeriksaan sesuai kelompok usia dan kebutuhan pelayanan. Informasi resmi Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa skrining risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik untuk dewasa dan lansia mencakup tekanan darah, gula darah, status gizi, dan kebiasaan merokok. Dan pada kondisi tertentu, dapat dilakukan pemeriksaan atau tindak lanjut sesuai hasil dan penilaian tenaga kesehatan.

1. Tekanan Darah

Tekanan darah menggambarkan seberapa kuat aliran darah menekan dinding pembuluh darah ketika jantung memompa. Pengukurannya dilakukan menggunakan alat tensi meter yang dipasang pada lengan.

Hasilnya seringkali disebut tensi yang terdiri dari angka sistolik dan diastolik. Sistolik menggambarkan tekanan saat jantung berkontraksi, sedangkan diastolik menggambarkan tekanan saat jantung beristirahat di antara denyutan.

Tekanan darah tinggi atau Hipertensi dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pengukuran tekanan darah penting dalam deteksi dini. Namun, hasil pengukuran tidak bisa langsung diartikan hipertensi. Nilai tekanan darah perlu dilihat dengan mempertimbangkan usia, kondisi kesehatan, serta keadaan tertentu saat pemeriksaan.

2. Gula Darah

Pemeriksaan gula darah digunakan untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah. Glukosa adalah sumber energi utama tubuh, tetapi kadar yang terlalu tinggi dan berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan diabetes melitus.

Dalam CKG, gula darah menjadi bagian skrining risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik pada kelompok dewasa dan lansia. Satu hasil pemeriksaan tidak selalu cukup untuk membuat diagnosis. Jika hasilnya berada di luar rentang yang diharapkan, tanyakan kepada petugas mengenai maknanya dan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.

3. Status Gizi

Status gizi membantu menggambarkan kondisi tubuh berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan dalam pelayanan kesehatan. Dalam CKG, pemeriksaan status gizi menjadi salah satu bagian untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik. Obesitas atau kondisi kelebihan berat badan juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

4. Kebiasaan Merokok

Merokok bukan hanya berkaitan dengan kesehatan paru-paru. Kebiasaan ini juga berhubungan dengan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Karena itu, kebiasaan merokok termasuk hal yang ditanyakan dalam skrining risiko penyakit kardiovaskular dan metabolik CKG untuk dewasa dan lansia.

Bagi perokok, CKG dapat menjadi kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mendapatkan informasi mengenai risiko yang perlu diperhatikan. Berhenti merokok merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kesehatan yang berkaitan dengan rokok.

Hasil Skrining Menunjukkan Kelompok Berisiko, Apa yang harus Dilakukan?

Hasil pemeriksaan memang penting, tetapi angka bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Hasil tekanan darah atau gula darah perlu dipahami dalam konteks kondisi seseorang dan penilaian tenaga kesehatan.

Pertama yang harus dilakukan, jangan panik. Hasil skrining bukan berarti seseorang otomatis didiagnosis penyakit tertentu. Skrining digunakan untuk menemukan kondisi atau faktor risiko yang perlu diperhatikan dan, bila diperlukan, ditindaklanjuti. Lalu, dengarkan penjelasan petugas kesehatan. Jika disarankan pemeriksaan lanjutan, kontrol, perubahan gaya hidup, atau tindakan lain, ikuti anjuran tersebut.

Terakhir, Anggap hasil CKG sebagai peta untuk mengetahui bagian kesehatan yang perlu diperhatikan. Kalau hasilnya baik, pertahankan kebiasaan sehat. Kalau ada faktor risiko, jangan diabaikan. Gunakan hasil tersebut sebagai kesempatan untuk mulai melakukan perubahan dan mengikuti pemeriksaan tindak lanjut yang dianjurkan. Pemeriksaan juga tidak menggantikan kebiasaan hidup sehat. Pola makan sehat, aktif bergerak, tidak merokok, menjaga berat badan, dan pemeriksaan berkala tetap menjadi hal yang terpenting.

Sumber

  • Kementerian Kesehatan RI. Cek Kesehatan Gratis: Ini Manfaat dan Jenis Pemeriksaan yang Kamu Dapatkan. Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, 2025.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/84/2026 tentang Petunjuk Teknis Cek Kesehatan Gratis.

Author Profile

Fadillatul Azzka
Fadillatul Azzka
Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat peminatan K3, angkatan 2024. Aktif mengikuti organisasi dan volunteer kegiatan sosial & kemanusiaan. Tertarik menambah skill seperti content writing, SEO, dan Desain grafis.
Yuk Share Postingan Ini:
Fadillatul Azzka
Fadillatul Azzka

Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat peminatan K3, angkatan 2024. Aktif mengikuti organisasi dan volunteer kegiatan sosial & kemanusiaan. Tertarik menambah skill seperti content writing, SEO, dan Desain grafis.

Articles: 5

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *