Tuberkulosis atau TBC masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu mendapat perhatian. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menular melalui udara, terutama ketika seseorang dengan TBC menular batuk, bersin, atau berbicara. Karena itu, menemukan kasus lebih awal menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Tracking TB paru yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras, pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tenaga medis Puskesmas Jatiwaras bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan berlangsung sekitar lima jam dan menyasar masyarakat yang menjadi kontak erat atau tinggal serumah dengan pasien TBC, serta kelompok populasi yang memiliki risiko. Kepala Puskesmas Jatiwaras, H. Agus Rahayu, S.Kep., Ners., turut memberikan penjelasan mengenai penyakit TB paru kepada masyarakat.
Menjangkau Kontak Erat Pasien TBC

Salah satu hal penting dalam kegiatan ini adalah sasaran pemeriksaan yang tidak hanya berfokus pada orang yang sudah memiliki keluhan. Masyarakat yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien TBC juga perlu diperhatikan.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa investigasi kontak merupakan kegiatan untuk melacak orang-orang yang berinteraksi dengan pasien TBC. Sasaran utamanya mencakup kontak serumah dan kontak erat. Langkah ini dilakukan untuk menemukan TBC lebih dini, mengetahui kemungkinan infeksi, serta menentukan apakah seseorang membutuhkan pengobatan atau terapi pencegahan.
Karena itu, keterlibatan keluarga dan orang-orang yang sering berinteraksi dengan pasien menjadi penting. Semakin cepat kondisi kesehatan diperiksa, semakin cepat pula langkah yang sesuai dapat dilakukan apabila ditemukan masalah.
Masyarakat Antusias Mengikuti Pemeriksaan

Antusiasme Masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini, karena kegiatan ini terlaksana atas kesadaran masyarakat terhadap kondisi tubuhnya sendiri. Bagi orang yang memiliki risiko atau pernah melakukan kontak dengan pasien TBC, pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena Pemanfaatan kegiatan CKG ini menjadi strategi memutus rantai penyebaran TB paru untuk orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
Deteksi Dini Dimulai dari Kepedulian
Kegiatan Tracking TB paru terintegrasi CKG di Desa Neglasari menunjukkan bahwa deteksi dini membutuhkan keterlibatan masyarakat. Antusiasme warga untuk mengikuti pemeriksaan menjadi hal positif dalam upaya menemukan TBC lebih awal.
Bagi keluarga yang memiliki anggota dengan TBC, pemeriksaan kontak juga tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan. Justru dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat dapat memperoleh penanganan atau pencegahan sesuai kebutuhan.

Dengan Kegiatan ini harapannya, masyarakat Desa Neglasari semakin mengenal penyakit TBC, memahami cara penularannya, dan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan. Jika ditemukan TBC, masyarakat diharapkan bersedia menjalani terapi. Sementara keluarga atau orang yang melakukan kontak dengan pasien dapat mengikuti pemeriksaan dan jika memenuhi kriteria, bersedia mendapatkan Terapi pencegahan TBC (TPT). Dengan langkah sederhana berupa mau diperiksa, mau memahami, dan mau mengikuti anjuran tenaga kesehatan, upaya memutus rantai penularan TBC dapat dimulai dari keluarga dan lingkungan terdekat.
Author Profile

- Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat peminatan K3, angkatan 2024. Aktif mengikuti organisasi dan volunteer kegiatan sosial & kemanusiaan. Tertarik menambah skill seperti content writing, SEO, dan Desain grafis.
Latest entries
Berita KesehatanAgustus 15, 2026Pemberian Tablet Tambah Darah Cegah Anemia Remaja Putri Jatiwaras
Berita KesehatanAgustus 15, 2026KUA Bersama Puskesmas Bina Kesehatan Calon Pengantin Jatiwaras
Berita KesehatanAgustus 15, 2026Tracking TB Paru Terintegrasi CKG Perkuat Deteksi Warga Neglasari
Edukasi KesehatanAgustus 9, 2026Mengenal Pemeriksaan Risiko Penyakit Jantung melalui CKG


